Sektor Informasi Dan Komunikasi Tumbuh 10,88 Persen

Sektor informasi dan komunikasi mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi pada triwulan kedua tahun 2017. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto. “Pertumbuhan di sektor ini termasuk yang paling tinggi sebesar 10,88%,” ujarnya. Peningkatan ini didorong penggunaan data internet untuk media sosial, transaksi online dan sebagainya meningkat.

Secara umum, BPS mencatat bahwa ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2017 tumbuh sebesar 5,01 persen. “Pertumbuhan terjadi hampir di semua lapangan usaha, kecuali Pengadaan Listrik Gas yang mengalami penurunan sebesar 0,99 persen,” jelas Kecuk Suhariyanto.

Tidak hanya Pengadaan Listrik Gas yang mengalami penurunan, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial wajib juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,53 persen dan dan 0,03 persen.

Kecuk menyebutkan, pertumbuhan ini didorong faktor musiman pada lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mewarnai pertumbuhan ekonomi, dimana terjadi panen raya beberapa komoditas Tanaman Perkebunan, seperti kopi dan tebu. Selain itu, hari raya Idul Fitri turut mendorong pertumbuhan beberapa lapangan usaha seperti: Transportasi-Pergudangan, Informasi-Komunikasi, dan Jasa Lainnya.

Dari sisi pengeluaran, BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2017 dibandingkan triwulan II tahun 2016, terjadi hampir pada semua komponen, kecuali komponen konsumsi Pengeluaran Pemerintah (PK-P). “Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi Lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga sebesar 8,49 persen, diikuti oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,35 persen, dan komponen pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4,95 persen,” jelas Suhariyanto.

Lebih lanjut Kecuk Suhariyanto menyatakan, struktur perekonomian Indonesia pada triwulan II-2017 secara spasial masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa, yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 58,65 persen, diikuti oleh Pulau Sumatra sebesar 21,69 persen, Pulau Kalimantan 8,15 persen, Pulau Sulawesi 6,12 persen, dan sisanya 5,39 persen di pulau-pulau lainnya.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

adminapkomindo

Leave a Comment

*