Pemanfaatan TIK Penting Bagi Pendidikan

Dalam rangka mengoptimalkan pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud bekerjasama dengan Dharma Pertiwi (Persatuan Istri Prajurit Tentara Nasional Indonesia) menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan TIK untuk pembelajaran bagi kepala sekolah dan guru yayasan di bawah naungan Dharma Pertiwi. Acara ini digelar pada hari Senin hingga Kamis, tanggal 24 sampai 27 Juni 2019, di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Jawa Barat dan diikuti oleh sekitar 347 Kepala Sekolah dan Guru dibawah naungan Dharma Pertiwi.

Mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud, Didik Suhardi, dalam sambutannya menyampaikan seiring dengan perkembangan teknologi, kehadiran teknologi komunikasi harus dipandang sebagai suatu peralatan yang sangat strategis dan penting guna membangun pendidikan. Kehadiran TIK sangat membantu kepala sekolah dan guru untuk hadir ditengah-tengah pendidikan.“Kalau dulu semboyannya adalah when the classroom door close, teachers is the king, ketika pintu kelas ditutup, guru adalah raja maka nanti rajanya disamping guru ada TIK. Karena anak-anak sudah bawa TIK semua, anak-anak membawa gadged, yang itu sebetulnya bisa menggantikan kalau gurunya hanya biasa-biasa saja,” ujar Didik Suhardi saat membuka pelatihan dimaksud di Sentul, Bogor, pada Senin malam.

Ketua Umum Dharma Pertiwi, Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan, bahwa pada pelatihan ini aplikasi-aplikasi yang telah dibuat oleh Pustekkom Kemendikbud seperti Rumah Belajar, Bank Soal, Kelas Maya, TV Edukasi, akan dimanfaatkan dengan diisi praktek pembuatan media pembelajaran, seperti pembuatan video sederhana. “Dalam era milenial saat ini dengan penguasaan TIK akan sangat membantu dalam pembelajaran peserta didik di sekolah-sekolah dibanding masa lampau. Kecepatan dan jangkauan kegiatan pembelajaran akan sangat mungkin jauh melompat maju dengan penguasaan TIK,” ujarnya.

Selanjutnya Nanny menambahkan dengan pelatihan pemanfaatan TIK ini, diharapkan dapat membantu guru-guru menguasai TIK dan memberikan motivasi untuk terus memperdalam pengetahuan TIK-nya. “Untuk kemudian diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang lebih jelas, menarik dan dimengerti oleh para anak didik dan juga menularkan, memotivasi, dan terus menyemangati anak didik untuk terampil dan menguasai TIK, sehingga mampu bersaing dengan anak didik sekolah-sekolah di mancanegara,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pustekkom Kemendikbud, Gogot Suharwoto menyampaikan, kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran dengan memanfaatkan TIK merupakan kunci dari paradigma perubahan pendidikan. Untuk itu, workshop ini sangat penting agar pendidik TIK memiliki kompetensi dalam melaksanakan pembelajaran.

“Melalui jaringan ini kami berharap bapak dan ibu guru serta kepala sekolah yang hadir bisa memanfaatkan rumah belajar dan TV Edukasi. Melalui jaringan ini, kami berharap bapak ibu guru dan kepala sekolah bisa memanfaatkan dan mengimplementasi rumah belajar dan TV Edukasi di sekolah bapak Ibu masing-masing,” ujar Gogot.

Kemdikbud melalui Pustekom telah mengembangkan rumah belajar dengan jumlah pengunjung pada Januari hingga awal Juni 2019 sudah mencapai 23 juta. Mereka terdiri dari guru, siswa dan masyarakat, terutama orang tua. Pustekom juga memiliki TV Edukasi yang berfungsi untuk menyampaikan model-model pembelajaran berbasis teknologi, mengenai pendidikan, kegiatan pendidikan dan budaya.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Bambang W

Leave a Comment

*