Grand Final Anugerah ATIKAN Jabar 2018

Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik), Dinas Pendidikan Jawa Barat menggelar karya “Anugerah Atikan Jabar” dengan tema Inovasi Teknologi untuk Pembelajaran di era Industri 4.0. Kepala Balai Tikomdik, Endang Susilastuti mengatakan ada tiga tema penting dalam kegiatan Anugrah Atikan Jabar yaitu teknologi tepat guna, pendidikan, dan pembelajaran.

”Tujuan kegiatan ini, pertama sebagai sarana berkarya masyarakat yang peduli pendidikan di Jawa Barat. Kedua, menumbuhkan atmosfer riset di lingkungan Pendidikan Jawa Barat. Ketiga, berperan serta aktif dalam membangun masyarakat yang kritis, inovatif dan berdaya saing,” ujar Endang.

Ada 10 mata lomba yang dilaksanakan pada kegiatan ini, yaitu, lomba whiteboard animation for digital media dalam pembelajaran, lomba media interaktif, lomba film pendek dokumenter, lomba jingle, lomba iklan layanan masyarakat, lomba foto pendidikan, lomba edugame, lomba karya inovasi pembelajaran, lomba website sekolah dan lomba anugerah sekolah berbasis TIK.

Sebanyak 89 peserta mengikuti grand final kegiatan Anugerah Atikan Jabar. Kegiatan yang digelar oleh Balai Teknologi Informasi Dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik), Dinas Pendidikan Jawa Barat ini dilaksanakan tiga hari, Senin hingga Rabu, 10-12 Desember 2018.

”Kita juga kaget melihat antusias masyarakat sedemikian luasnya. Padahal ini adalah kegiatan pertama. Kedepannya ini akan menjadi program tahunan di Jawa Barat. Untuk finalis sudah kita umumkan di November, dan ini adalah grand finalnya,” ujar Endang saat ditemui di sela-sela kegiatan Anugerah Atikan di Hotel Bumi Makmur Indah, Kabupaten Bandung Barat.

Selain penilaian karya, ada pula workshop dan lomba foto selama kegiatan grand final. Endang mengatakan, ada tiga workshop yang diberikan, yang pertama fotografi, workshop desain kreatif yang diadakan oleh Apkomindo Excellent Center dan terakhir workshop mengenai bagaimana pemanfaatan website.

”Kita ingin mengasah kemampuan mereka, karena kalo kita lihat keinginan sudah banyak, kami ingin mengasah kemampuan para peserta dengan mengadakan workshop. Jadi kegiatan grand final ini bukan semata-mata penilaian saja, tetapi di dalamnya ada juga workshopnya,” jelas Endang.

Endang berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana saling bertukar pikir, asah, asih dan asuh untuk bersama memikirkan masa depan bangsa melalui pendidikan. Selain itu, lewat kegiatan ini stakeholders pendidikan dapat saling berkompetisi secara obyektif-ilmiah untuk terus menelurkan ide-ide inovatif bagi kemajuan Bangsa dan Negara.

Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum Rabu. Dalam sambutannya ia menyatakan mengapreasiasi kegiatan yang baru pertama kalinya digelar ini. Menurutnya, hal itu akan mengasah dan melahirkan SDM potensial yang siap bersaing di era revolusi industri 4.0.

“Saya harap kegiatan ini melahirkan SDM yang profesional dan mampu bersaing di era industri 4.0 karena hanya mereka yang mampu menghadapinya yang akan juara,” katanya.

Uu menilai, Jabar memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan karena berpenduduk hampir 50 juta jiwa dan pusatnya pendidikan di Indonesia. Untuk itu, Pemprov Jabar terus berupaya agar SDM dan ekonomi tidak tertinggal oleh daerah lain di antaranya melalui event Anugerah Atikan Pendidikan ini.

Berdasarkan penilaian dari Kemendikbud, dalam proses pendidikan Jabar saat ini sudah berhasil menerapkan teknologi informasi komunikasi di tiap sekolah. “Kita harus menyambut revolusi industri 4.0 dengan menerapkan teknologi IT dalam bidang pendidikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Ahmad Hadadi.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Bambang W

Leave a Comment

*