Smart Card Pertama Karya Anak Bangsa Indonesia

Smart Card mulai diperkenalkan dalam bentuk modern sejak tahun 1978. Smart Card terlihat di berbagai macam perangkat yang kita gunakan setiap hari dari ponsel ke kartu kredit, kartu debit dan perangkat memori. Perkembangan teknologi terbaru ini memang sudah banyak kita gunakan pada penerapannya sehari-hari.

Fungsi utama dari Smart Card dengan menggunakan teknologi Chip kompak adalah untuk memproses data dalam perangkat apa pun yang digunakan, banyak yang memiliki proporsi yang identik dengan kredit yang ada, dengan strip magnetik di bagian belakang. Perkembangan teknologi terbaru ini mengandalkan ribuan magnet mikroskopis berorientasi dengan cara tertentu untuk mewakili informasi pengguna, Smart Card secara elektronik dapat menyimpan informasi jauh lebih baik dengan menggunakan Microchip.

Dan untuk memenuhi kebutuhan akan smart card, PT. Xirka Silicon Technology, satu perusahaan asli Indonesia yang bergerak dibidang chipset semiconductor meluncurkan satu produk smart card terbaru berupa Chipset SCard XCT136. Peluncuran chipset karya anak bangsa ini dihadiri oleh Menkominfo, Bapak Rudiantara.

“Ekonomi digital memiliki potensi sangat besar dalam memajukan perekonomian Indonesia. Bahkan sektor digital ini akan berkontribusi pada perkembangan ekonomi Indonesia hingga 11% di tahun 2020. Jika tercapai, di tahun 2030 Indonesia akan menempati posisi ke-8 dalam perekonomian dunia. Karenanya, dibutuhkan inovasi yang lebih besar untuk dapat bersaing secara global dan pengembangan chipset inilah jawabannya,” ujar Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika dalam peluncuran Chipset SCard XCT136.

Rancangan Chipset SCard XCT136 secara keseluruhan dilakukan didalam negeri oleh putra-putri Indonesia melalui pusat penelitian dan pengembangan Xirka di Bandung, Jawa Barat. Keunggulan yang dimiliki chipset ini antara lain anti cloning, anti racking, key generation dan key diversification.

Chipset SCard XCT136 memiliki prosesor yang mendukung komunikasi dengan BTS operator telekomunikasi seluler dengan standar GSM. Smart Card Xirka ini juga dilengkapi security engine DES dan 3DES yang terjamin keamanan dan fungsionalitasnya. Untuk keperluan penyimpanan data, Xirka membenamkan memori flash sebesar 136 Kbyte pada chipset ini.

Selain digunakan untuk SIM Card, chipset ini juga dapat digunakan untuk keperluan lain seperti loyalty card, kartu mahasiswa dan kontrol akses. Untuk itu, Xirka akan mengimplementasikan chipset smart card ini dalam pilot project smart campus menggunakan Standar Interoperabilitas yang dikeluarkan oleh Konsorsium Smart Card Indonesia(KSCI).

Beberapa perguruan tinggi yang bekerjasama dalam pilot project ini antara lain ITB, UI, UnHas dan TelU. “Pada tahap pertama ini, kita memfokuskan terlebih dahulu untuk universitas. Ini karena jumlah mahasiswa sekitar 7 jutaan ya,” ujar CEO PT Xirka Silicon Technology, Sylvia W. Sumarlin usai acara peluncuran.

“Kominfo concern dengan keberadaan chipset yang sebenarnya sudah bisa dikategorikan 30% buatan lokal tapi chipset blum masuk dalam TKDN 30 % , malah chipset buatan Indonesia nilai kandungannya harus dilebihkan karna keseluruhan dilakukan didalam negeri melalui pusat penelitian dan pengembangan Xirka di Bandung,” lanjut Rudiantara, usai acara.

Hadirnya produk smart card karya anak bangsa ini diharapkan mampu mengantisipasi kebutuhan pasar smart card dalam negeri, seperti untuk aplikasi smart city, smart campus, tiket, kartu BPJS dan KTP elektronik.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

admin zakisahil

Leave a Comment

*