Pemprov DKI Jakarta Mencanangkan Implementasi Revitalisasi SMK

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada hari Sabtu kemarin melakukan pencanangan implementasi revitalisasi SMK Provinsi DKI Jakarta. Pencanangan ini bertempat di SMK Negeri 26 Jakarta, dan dihadiri oleh Mendikbud RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pelaksanaan Pencanangan Implementasi Revitalisasi SMK merupakan perwujudan keinginan Pemprov DKI Jakarta dalam menindaklanjuti adanya Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan(SMK).

Dalam sambutannya, Anies menjelaskan, Indonesia tumbuh dan berkembang dari karya terampil orang-orang yang dilatih di lembaga pendidikan terutama SMK. “Maka dari itu, penting bagi semua pihak untuk membantu mengembangkan SMK. Kebanyakan dari kita tahunya beres. Padahal ada proses pendidikan dan pelatihan dari para anak-anak kita salah satunya di SMK, maka dari itu Pemprov DKI akan mendukung penuh program ini,” ujar Anies

Anies Baswedan juga menyatakan kesiapan Provinsi DKI Jakarta sebagai percontohan revitalisasi SMK. “Pak Menteri, izinkan kami sampaikan bahwa Jakarta siap apabila Kemendikbud menjadikan Jakarta sebagai salah satu lahan pilot project-nya. Kenapa DKI? Tidak ada kota di Indonesia yang memiliki dunia usaha sebanyak Jakarta. Tidak ada,” kata Anies.

Sementara itu, dalam sambutannya Mendikbud, Prof. Dr. Muhadjir Effendy  mengatakan, Provinsi DKI Jakarta bisa menjadi pilot project atau proyek percontohan dalam mengimplementasikan program Revitalisasi SMK. “Ini adalah salah satu provinsi yang mengawali pencanangan ini, dan tentu saja saya mendukung penuh untuk dijadikan piloting,” ujar Mendikbud.

Program Revitalisasi SMK salah satunya bertujuan untuk menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK sesuai dengan kompetensi kebutuhan pengguna lulusan dan kebutuhan pasar kerja atau dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Revitalisasi SMK juga mengubah pembelajaran dari supply driven ke demand driven hingga menyiapkan tamatan SMK yang adaptif terhadap perubahan untuk menjadi SDM yang terampil bekerja dan berwirausaha.

Pencanangan revitalisasi SMK ini ditandai dengan penyerahan tamatan SMK DKI Jakarta sebagai karyawan kepada 100 (seratus) perusahaan yang menjadi mitra SMK DKI Jakarta. Kebekerjaan tamatan SMK sangat penting dan menjadi salah satu tujuan revitalisasi SMK. Karena perlu dilakukan peningkatan kerja sama sekolah dengan DUDI dalam penyelenggaraan pembelajaran di sekolah dan industri dengan menerapkan kelas-kelas khusus industri dan rekrutmen.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto mengatakan, program revitalisasi SMK terdiri dari, penataan kompetensi keahlian pada SMK dengan membuka kompetensi keahlian baru yang tumbuh pada era ekonomi digital (digital economy)/e-Commerce. Lalu menambah daya tampung Peserta Didik Baru pada SMK Negeri sehingga akan ada peningkatan secara signifikan dari 22 persen (dari populasi peserta didik SMK keseluruhan) menjadi 45 persen di 2022.

Acara pencanangan juga dihadiri oleh perwakilan dari dunia industri dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Jumlah tamatan SMK di DKI Jakarta pada tahun pelajaran 2017/2018 yang langsung direkrut bekerja di berbagai perusahaan pada tahun kelulusan (0 tahun 0 bulan) sebanyak 2.877 orang.