Siswa SMKN 1 Cimahi Ciptakan Vending Machine Berbasis E-Money

Jika anda mengetahui dan sering menggunakan uang elektronik berbasis aplikasi yang disediakan oleh perusahaan besar, maka anda harus menyimak karya siswa SMK yang satu ini. Pasalnya, tiga siswa SMKN 1 Cimahi berhasil menciptakan aplikasi e-money berbasis aplikasi yang juga diselaraskan dengan penggunaan vending machine.

Atas karyanya tersebut, mereka berhasil meraih juara dua dalam Kompetisi Teknologi Smart Hackathon 2018 yang digagas oleh oleh Asosiasi Pendidik dan Homeschooling (APHI) PGRI dan bekerja sama dengan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Direktorat Pembinaan SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diadakan pada Desember kemarin.

Tiga siswa tersebut adalah Ahmad Herdiansyah (jurusan teknik komputer jaringan), Muhammad Rawdoh (jurusanĀ  teknik elektronika industri) dan Rina Hikmawati (jurusan teknik elektronika industri). Rina mengatakan, karya yang mereka ciptakan tak lepas dari tema kompetisi yang bertajuk “Financial Literacy for Millennials Generation”. Dia bercerita bahwa proses penggarapan dimulai dari penuangan ide berbentuk laporan tertulis, setelah itu dilakukan penyeleksian.

“Mungkin ada ratusan peserta juga yang menuangkan idenya, namun Alhamdulillah kita berhasil lolos masuk tahap seleksi (60 besar) dan berhak untuk ikut kompetisi, kemudian masuk di babak enam besar, dan berhasil meraih juara kedua,” tuturnya.

Penyelarasaan antara e-money dan vending machine menurut Rina merupakan salah satu proses penyesuaian terhadap revolusi industri. “Kita pengen buat sesuatu yang beda, yang mengikuti perkembangan zaman, jadi kita buat alat dengan konsep tersebut,” tutur siswi kelas XIII tersebut.

Kemudian, Ahmad menjelaskan, pada perkembangannya, penggunaan e-money tersebut akan diterapkan kepada seluruh siswa yang ada di sekolah. E-money tersebut akan berbentuk kartu dengan berbasis aplikasi yang mencangkup enam objek, yakni dalam proses pembayaran SPP, daftar hadir, pelayanan perpustakaan, peminjaman alat praktek, transaksi di kantin dan parkir.

Sedangkan penyelarasannya dengan vending machine dilakukan dengan berbasis aplikasi. “Jadi nanti kalau mau transaksi di vending machine, tinggal pilih barangnya, kemudian lakukan transaksi pembayaran melalui e-money yang ada di handphone,” ucapnya. Rencananya, mesin tersebut akan di tempatkan di berbagai ruang publik yang ada di sekolah.

Sebagai sebuah tim, mereka membagi tugas-tugasnya sesuai kompetensi yang dimiliki. Rina bertugas sebagaiĀ  otak dari semua rancangan ide yang timnya buat, kemudian Ahmad fokus merancang program dan jaringan alat tersebut dalam bentuk software. Sedangkan Rawdoh bertugas untuk menvisualkan ide-ide tersebut dalam bentuk hardware.

Rina berharap, alat yang timnya ciptakan mampu diterima dengan baik oleh masyarakat dan mampu menggungah siswa-siswa lainnya untuk selalu berkarya dan berinovasi.

sumber: disdikjabar


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Bambang W

Leave a Comment

*