PUSTEKKOM Gelar Seminar Nasional TIK 2018

Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar seminar Nasional TIK 2018. Seminar ini diharapkan dapat menambah pemahaman dan kemampuan  literasi  TIK Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Disamping itu, diharapkan juga dapat meningkatkan pemahaman peserta dalam mengidentifikasi dan menjawab tantangan education 4.0.

Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing, Kemendikbud, Ananto Kusuma Seta mengatakan, perubahan dunia kini tengah memasuki era revolusi industri 4.0 atau revolusi industri dunia keempat, dimana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia.

Segala hal menjadi tanpa batas dengan penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas, karena dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi digital yang masif sebagai tulang punggung pergerakan dan konekvitas manusia dan mesin.

“Era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), serta pendidikan,” paparnya saat membuka Seminar Nasional TIK Tahun 2018 di Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018.

Disebutkan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0, maka perlu upaya adanya persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif, persiapan sumber daya manusia yang responsif, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi industri 4.0, dan terobosan dalam riset dan pengembangan pendidikan yang mendukung Revolusi Industri 4.0.

Perkembangan dan kemajuan TIK memberikan peluang kepada pendidik untuk memanfaatkan TIK dalam proses pembelajaran di kelas, dan membantu peserta didik dalam meningkatkan hasil belajarnya.

“Menuju education 4.0 ini, kita harus mampu mengidentifikasi tantangan education 4.0,dan menyiapkan langkah dan strategi untuk menjawab tantangan tersebut. Hal inilah yang memunculkan perlunya memahami tantangan dalam education 4.0 untuk penguatan daya dukung pencapain education 4.0. baik dari sisi SDM, regulasi, infrastruktur dan teknologi,” ujarnya.

Lebih lanjut Ananta mengungkapkan, dengan edukasi 4.0 sekolah harus tetap menjadi tempat yang menyatukan anak bangsa, bukan sebagai tempat menyendiri. Oleh karena itu diharapkan pada pelajaran IT, tidak bersistem dengan 1 siswa 1 laptop tetapi 1 laptop untuk beberapa anak, supaya mereka tetap bersosialisasi.

Dalam seminar nasional TIK yang mengusung tema “Menyiapkan Generasi Emas dengan Pendidikan 4.0 yang berkualitas”, ini juga dipaparkan best practice tentang pendidikan 4.0 dengan memanfaatkan portal pendidikan yang dikembangkan oleh Pustekkom yaitu Rumah Belajar. Best practice pemanfaatan Rumah Belajar ini dilakukan oleh para Duta Rumah Belajar yang telah terpilih melalui tahapan seleksi berjenjang.

Selain acara seminar nasional  yang juga menghadirkan pembicara utama Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi, dan beberapa narasumber lainnya, event Pustekkom ini juga dimeriahkan dengan pameran edukasi. Ada 12 booth yang disediakan oleh panitia dan diisi diantaranya oleh AXC(Apkomindo eXcellent Center), APKOMINDO, Bonet, RTIK, Microsoft, dan masih banyak lagi.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Bambang W

Leave a Comment

*