Totok Suprayitno Kepala Balitbang dalam kapasitasnya mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berpesan supaya UN tahun pelajaran 2018/2019 dilaksanakan dengan baik dan penuh integritas. Totok juga mengatakan bahwa pemanfaatan hasil UN untuk perbaikan proses pembelajaran masih belum optimal.
“Penilaian tidak cukup untuk meningkatkan pembelajaran jika tidak diikuti dengan adanya umpan balik terhadap hasil penilaian yang dilakukan oleh guru. Pemerintah tidak cukup menyelenggarakan UN setiap tahun, demikian juga guru tidak cukup melaksanakan ulangan setiap hari, jika tidak ada usaha untuk perbaikan proses pembelajaran”, ucap Totok.
Hamid Muhammad Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan pentingnya penerapan prinsip berbagi sumber (resource sharing) untuk perluasan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pelaksanaan berbagi sumber dapat dilakukan antar jenjang (SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK) atau antar jalur pada pendidikan formal dan nonformal.
Lebih lanjut Hamid Muhammad menekankan supaya dalam melakukan prinsip berbagi sumber tidak terjadi transaksional yang memberatkan peserta UN. “Saya mohon supaya Dinas Pendidikan mengawal penerapan prinsip berbagi sumber ini, sehingga tidak ada praktik penarikan biaya yang memberatkan peserta didik atau satuan pendidikan”, pesan Dirjen seraya menambahkan target pelaksanaan UNBK untuk SMK dan SMA adalah 100 persen, sedangkan untuk SMP 85 persen.
Sementara itu Harris Iskandar Direktur Jenderal PAUD dan DIKMAS mengatakan pelaksanaan UNBK untuk pendidikan kesetaraan program paket C dan paket B telah mencapai 97 persen pada tahun 2018. Target pelaksanaan UNBK pada tahun 2019 seratus persen. “Target ini bisa dicapai jika penerapan prinsip berbagi sumber dioptimalkan dengan menggunakan infrastuktur yang dimiliki sekolah formal”, ucap Harris.
Terkait dengan UN yang tidak lagi menentukan kelulusan, Harris mengatakan bahwa UN bagi peserta didik pada pendidikan kesetaraan berfungsi sebagai ujian penyetaraan. “UN tidak menentukan kelulusan, tetapi berfungsi sebagai ujian penyetaraan”. Oleh karena itu, jumlah mata pelajaran yang diujikan dalam UN untuk pendidikan kesetaraan lebih banyak daripada mata pelajaran yang diujikan ada pendidikan formal.
Bambang Suryadi Ketua BSNP menyampaikan bahwa pelaksanaan UN pada tahun 2019 dimulai pada akhir Maret, yaitu tanggal 25-28 Maret untuk SMK/MAK. UN SMA/MA dilaksanakan pada tanggal 1,2,4, dan 8 April 2019. UN Program Paket C/Ulya dilaksanakan pada tanggal 12-16 April 2019. Sedangkan UN SMP/MTs dilaksanakan pada tanggal 22-25 April 2019 dan UN Program Paket B/Wustha dilaksanakan pada tanggal 4, 5 dan 12 Mei 2019.
“Kami datang ke SMK di Depok ini bersama dengan Ketua BSNP dan Sekretaris Ditjen Dikdasmen untuk melihat pelaksanaan UN. Alhamdulillah tiga hari yang sudah dilalui berjalan dengan lancar,” tutur Totok saat memantau pelaksanaan ujian di SMK Negeri 1 Depok, Jawa Barat, Kamis (05/04/2018).
Ia menerangkan hanya sedikit kendala yang terjadi dalam pelaksanaan UNBK, yakni listrik padam. “Tetapi Alhamdullillah dengan kerjasama yang baik antara kepala dinas, kepala sekolah, dan PLN kendala tersebut dapat dengan cepat diatasi, sehingga tidak terjadi gangguan dalam pelaksanaan UNBK,” terangnya.
Sedangkan untuk isu-isu terkait kebocoran soal UNBK, Totok menegaskan hal tersebut tidak ditemukan dilapangan. “Untuk itu saya berharap para siswa tidak terpengaruh dengan isu-isu kebocoran soal ini, karena UNBK prinsipnya setiap siswa akan mengerjakan soal yang berbeda-beda satu sama lainnya. Kalau ada 100 peserta ujian, maka akan ada 100 soal yang berbeda juga,” jelasnya.
Pada kesempatan ini juga, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi, menjelaskan pelaksanaan UN SMK untuk tahun ini berbeda dengan tahun yang lalu. Tahun lalu pelaksanaan UN terdapat uji kompetensi dan ujian teori. Sedangkan untuk tahun ini, pelaksanaan ujian hanya menguji teori kejuruannya saja, sehingga seratus persen teori diukur dari UN.
“Untuk kompetensi keahliannya diukur melalui uji kompetensi yang dilakukan oleh satuan pendidikan bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) maupun Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),” terangnya.
Ia mencontohkan pelaksanaan uji kompetensi yang dilaksanakan oleh SMK Negeri 1 Depok. Sekolah tersebut telah bekerjasama dengan DUDI dari PT. Astra Internasional Tbk dan Mitsubishi. “Seperti yang dilakukan oleh SMK ini telah melakukan kerjasama dengan Astra dan Mitsubishi, sehingga uji kompetensi diakukan oleh mereka sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja,” jelasnya,
Bambang berharap pelaksanaan UN SMK yang berkualitas dan berintegritas dapat memberikan pengakuan terhadap kualitas dari siswa SMK dalam dunia usaha dan dunia industri. “Jika pelaksanaan sudah berintegritas dan hasil yang berkualitas, maka pihak dunia usaha dan dunia industri akan mengakui kompetensi lulusan SMK,” pungkasnya.
Pelaksanaan UN SMK di Kota Depok sudah seratus persen diselenggarakan dengan UNBK, dengan jumlah peserta sebanyak 10.761 siswa, dan 124 sekolah. *
*credit:kemdikbud.go.id
Acara yang berlangsung d
ari jam 1 siang hingga ditutup oleh acara buka bersama tersebut berlangsung sangat menarik karena diawali oleh sambutan-sambutan oleh Ibu Hani Purnawanti dari PT Bonet Utama, Bapak Drs. Firdaus, M.Si selaku Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DISKOMINFOSTANDI) Kota Bogor, Bapak H. Fahrudin, S.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, serta Bapak Rudy D. Muliadi selaku ketua APKOMINDO.
Seusai sambutan acara dilanjutkan oleh sesi presentasi dari Intel Indonesia serta Asus Indonesia selaku pendukung acara ini yang memaparkan seperti apa server yang optimal untuk digunakan sebagai server ketika UNBK berlangsung namun tetap efisien dalam biaya pembangunan maupun perawatannya.
Pada sesi ini peserta diberi kesempatan untuk melakukan tanya jawab mengenai apa yang sudah dipaparkan oleh pihak Asus maupun Intel. “Pada paparan Asus dan Intel mengenai server yang optimal untuk pelaksanaan UNBK sangat membuka wawasan saya yang selama ini menggunakan PC desktop biasa untuk dijadikan server, yang ternyata sebenernya tidak benar. Untung ada acara workshop ini”, ujar salah seorang peserta.
Tepat jam 4 acara dilanjutkan dengan workshop bagaimana membuat bahan ajar digital atau yang biasa disebut dengan e-learning dalam pembelajaran di sekolah yang di pandu oleh Bapak Agung Setiawan. Pada sesi ini seluruh peserta diajak untuk menggunakan LMS (Learning Management System) yang sudah ditanamkan pada server Asus sebagai bahan ujicoba. LMS ini memang bukan aplikasi untuk UNBK, namun dengan diterepkannya LMS ini pada setiap sekolah, dapat membuat siswa maupun guru terbiasa dengan sistem pembelajaran e-Learning dan akan berdampak lebih siap dalam menghadapi UNBK.
Pada sesi berikutnya AXC Bogor memperkenalkan produk yang berhasil mereka ciptakan selama berada di APKOMINDO Excellent Center, yang diantaranya adalah, System Hotspot Radius, Network Management System, dan Digital Signage. Ketiga produk tersebut dihasilkan oleh anak lulusan SMK yang melakukan training di AXC Bogor selama kurang lebih satu bulan. Acara kemudian ditutup dengan buka dan foto bersama.
http://www.bogor.net/ragam-berita/seputar-bogor/persiapkan-unbk-2018-axc-dan-bonet-selenggarakan-workshop-yang-didukung-oleh-asus-dan-intel-indonesia/
\
Untuk membantu Pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, Apkomindo Pusat DKI Jakarta, tahun 2017 ini meluncurkan :
Sejak dicanangkannya pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di dunia pendidikan pada tahun 2000 yang lalu, sudah banyak program-program yang berkaitan dengan pemanfaatan TIK yang dicoba dengan berbagai cara*), dan sepertinya belum mendapatkan solusi serta hasil yang memuaskan. Semua ini disebabkan oleh tidak terarahnya kurikulum pemanfaatan TIK, karena dunia TIK terlalu cepat berkembang, menyebabkan birokrasi tidak mampu mengantisipasinya dengan baik, disamping itu, keterlibatan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI) TIK untuk meningkatkan mutu pendidikan Indonesia masih sangat minim. Secara konkrit hal ini bisa dilihat melalui reaksi berupa kekhawatiran dari pihak siswa, guru maupun pengurus sekolah yang bukan disebabkan oleh materi/konten pendidikan melainkan ketidaksiapan sarana, prasarana, dan SDM yang berkaitan dengan TIK.
Berlatar belakang pengalaman lebih dari sepuluh tahun dalam bidang pemanfaatan TIK di bidang pendidikan, maka dapat disimpulkan bahwa untuk keberhasilan program peningkatan pemanfaatan TIK di dunia pendidikan Indonesia, dibutuhkan Gugus Kerja yang punya konsentrasi di masing-masing bidangnya, sehingga ahli TIK Pendidikan yang bersangkutan, tidak disibukan dengan kegiatan rutin dan mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat. Apkomindo untuk Pendidikan Sasaran & Tujuan Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) dapat memahami situasi dan kondisi yang terjadi serta merasa terpanggil untuk memulai kembali peran sertanya dalam peningkatan pemanfaatan TIK di bidang pendidikan, yang diawali dengan pengembangan kapasitas bagi stake holder pendidikan di Indonesia melalui program APKOMINDO UNTUK PENDIDIKAN (AuP).
Sasaran dan Tujuan AuP antara lain:
1. Membantu memberikan solusi bagi institusi pendidikan dalam mempersiapkan sarana dan prasarana TIK untuk kegiatan pembelajaran berbasis digital, Ujian Sekolah, Ujian Nasional dan Uji Kompetensi Guru berbasis Komputer
2. Mempersiapkan SDM (siswa maupun pendidik) yang dapat bersaing di era globalisasi dan siap berkarya di masa Kesepakatan Masyarakat ASEAN
3. Melaksanakan visi dan misinya menjadi organisasi nirlaba yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi lingkungan sekitar
4. Menjadi referensi bagi institusi pendidikan maupun masyarakat pada umumnya dalam pemanfaatan TIK mulai dari yang sederhana hingga paling mutakhir Bentuk Kegiatan Waktu Aktivitas Q1 Setting perlengkapan dan try out UNBK langsung di alat/komputer yang sudah disiapkan oleh penyelenggara dan pendukung acara Q2 Workshop bidang IT staff, web programmer dan mobile programmer bagi siswa yang telah menyelesaikan UN SMK/SMA tahun ajaran 2016/2017 Q3 Magang guru SMK berbagai kejuruan tentang pemanfaatan TIK untuk mendukung program sekolah digital, mempersiapkan lab sekolah untuk Ujian Sekolah, Ujian Nasional dan Ujian Kompetensi Guru Online
Agenda:
Q1 : UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER (Maret – Mei 2017)
Q2 : PEMANTAPAN KOMPETENSI SISWA SMK UNTUK SIAP KERJA (Juli – Sep 2017)
Q3 : PENINGKATAN KAPASITAS GURU BIDANG TIK (Okt – Des 2017)