Kasi Pelayanan dan Promosi Balai Tikomdik Disdik Jabar, Drs. Abur Mustikawanto, di sela-sela kegiatan pemberian Anugerah ATIKAN JABAR 2019, di Grand Hotel Lembang, Kamis malam, 21 November 2019 memaparkan bahwa dalam Anugerah ATIKAN JABAR tahun ini, panitia mengusung tema”Inovasi Teknologi Untuk Pembelajaran di Era Industri 4.0.”
Selain itu, panitia juga merancang beberapa kategori lomba bagi jenjang SMA, SMK dan SLB, baik perorangan maupun tim atau kelompok. Beberapa mata lomba dalam Anugerah ATIKAN 2019 kali ini antara lain Whiteboard Animation, Media Interaktif, Film Dokumenter, 3D modeling, Visualisasi Pembelajaran Augmented Reality, Sekolah Berbasis TIK dan ketujuh produk kreatif pembelajaran teknologi yang meliputi : Waste Recycle, Internet of Things, Robotika dan Teknologi Perikanan.
Dalam rangkaian pemberian Anugerah ATIKAN JABAR 2019 , sosialisasi kegiatan kepada seluruh sekolah yang berada di provinsi Jawa Barat telah mulai dilaksanakan sejak bulan Juli dengan tahapan-tahapan Sosialisasi, Pendaftaran, Seleksi Berkas, Video Conference, Pembuatan Karya, Pengumpulan Hasil Karya, Seleksi Hasil Karya hingga Final dan malam penganugerahan.
Dari rangkaian proses tersebut, jumlah pendaftar untuk mengikuti Anugerah ATIKAN JABAR 2019 mencapai 1047 orang. Melalui proses seleksi ketat dari para juri mata lomba yang terdiri dari Akademisi, Praktisi serta Industri, peserta yang lolos seleksi dan berhak mengikuti grand final hanya berjumlah 186 orang.
Dalam malam penganugerahan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, ibu Dr. Ir. Hj. Dewi Sartika megapresiasi pelaksanaan ANUGERAH ATIKAN tahun ini. “Target kegiatan ini adalah peningkatan Sumber Daya Manusia melalui kapasitas dan profesionalisme di berbagai struktur, baik di pemerintahan maupun swasta, “ujar Kadisdik Jabar tersebut.
Lebih lanjut Dewi Sartika berharap agar kedepan kegiatan ini menjadi lebih baik, lebih gebyar dan semakin banyak sekolah yang berpartisipasi. Karena dari 27 kabupaten kota di Jawa Barat, masih ada 8 kota dan kabupaten yang belum turut serta.
Pembukaan acara Kuis KiHajar ini dihadiri pula oleh Kepala Pustekkom Kemdikbud, Gogot Suharwoto. Dalam sambutannya, Gogot menjelaskan tentang pentingnya teknologi di zaman sekarang. Semua hal kini tidak bisa dilepaskan dari sentuhan teknologi. Maka dari itu, teknologi harus dipelajari dengan maksimal. Salah satu upaya pengenalan teknologi kepada siswa adalah melalui kegiatan Kihajar 2018 ini.
“Semua ada sentuhan teknologi, misalnya yang tadinya ojek pangkalan hanya bisa mengantar jemput seseorang. Dengan sentuhan teknologi, ada ojek online, kini ia tidak hanya mengantar orang, tetapi dapat membeli makanan, dan lain sebagainya” ujar Gogot.
Hal ini dibenarkan oleh Hadadi. Hadadi mengatakan, kegiatan ini bisa menjadi motivasi kepada siswa sebagai peserta. Siswa akan mendapatkan pembelajaran mengenai teknologi sehingga bisa terus berinovasi.
“Kegiatan ini telah berjalan melalui beberapa tahap, dimulai dari seleksi sekolah, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, dan nanti juara dari tingkat Provinsi Jawa Barat akan berangkat ke nasional,” ujar Hadadi menjelaskan.
Sementara itu, Kepala Balai Tikomdik, Endang Susilastuti mengatakan, secara umum, tujuan Kegiatan Kihajar 2018 adalah untuk menumbuhkembangkan budaya belajar siswa Indonesia dengan memanfaatkan TIK. Selain itu, tujuan khusus Kihajar adalah pertama, untuk meningkatkan kebiasaan belajar siswa Indonesia, menumbuhkan kemandirian bangsa dalam memanfaatkan dan mengembangkan TIK untuk pendidikan.
Kedua, mendorong individu dan lembaga untuk menghasilkan karya inovatif dalam pengembangan potensi TIK. Ketiga, mendorong pengembangan kebijakan yang berpihak pada pendayagunaan TIK untuk pendidikan. Keempat, memberikan penghargaan kepada kepala daerah dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan/pelatihan melalui pendayagunaan TIK.
Dalam ajang KiHajar di tingkat Provinsi Jawa Barat ini, AXC(APKOMINDO Excellent Center) turut hadir dengan mengadakan seminar bertema Edukasi 4.0.