SMK Negeri 31 Jakarta merupakan satu SMK yang terpilih dalam program SMK Pusat Keunggulan dan diharapkan bisa menjadi rujukan serta melakukan pengimbasan untuk mendorong peningkatan kualitas dan kinerja SMK di sekitarnya. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan adanya keselarasan antara SMK Pusat Keunggulan dengan dunia kerja yang tidak hanya diwujudkan melalui MoU saja, tetapi harus berlangsung secara menyeluruh.
Kegiatan workshop inipun merupakan satu program yang masuk dalam kegiatan SMK Pusat Keunggulan. Kegiatan ini dibuka oleh Ibu Nurasiah, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 31. Dalam sambutannya beliau menyampaikan agar kegiatan ini dapat diikuti dengan baik dan dapat diaplikasikan pada kegiatan proses belajar di sekolah. Beliau juga menyampaikan terimakasihnya kepada APKOMINDO yang diwakili oleh Bapak Rudy D. Muliadi selaku Ketua Umum yang selalu membantu dan mensupport SMK Negeri 31.

Dalam kegiatan ini Rudy Muliadi mengajak serta dua industri digital printing yaitu bapak Paulus Widjaja dari Indodigital untuk memberikan pelatihan mengenai teknik cetak menggunakan DTF(Direct Transfer Film) dan ibu Indah D.Y dari Lazuardy Digital Printing untuk memberikan materi terkait sublimasi dan prospek bisnisnya.
]]>Pada tahun 2019 ini, Anugerah Atikan memiliki 7 mata lomba dibidang TIK yang dapat diikuti oleh guru, peserta didik maupun satuan pendidikan yang ada diwilayah Jawa Barat. Terdapat 2 mata lomba baru dalam Anugerah Atikan kali ini, yaitu 3D Modelling dan Visualisasi Pembelajaran AR.
Untuk lebih memperkenalkan 2 mata lomba baru ini, pada tanggal 9 hingga 11 September yang lalu, Tikomdik Jabar mengadakan satu acara bertajuk Sosialisasi Anugerah Atikan Creative Camp dengan mengundang 100 orang yang terdiri dari para guru peserta lomba, kordinator serta para juri mata lomba.
APKOMINDO bekerjasama dengan PT. ASABA turut hadir sebagai juri untuk mata lomba 3D Modelling. Dalam kesempatan ini APKOMINDO juga diminta untuk menggelar workshop bagi para undangan yang hadir. Workshop yang di gelar oleh APKOMINDO diantaranya workshop 3D printer, workshop cutting sticker dan workshop digital printing sublimasi. Ketiga workshop ini dinilai tepat untuk mengembangkan potensi kewirausahaan bagi para guru dan siswa di sekolah.
Pada workshop kali ini, PT. ASABA menampilkan masing-masing 3 unit printer 3D Alta Silhouette dan 3 cutting printer Cameo untuk digunakan oleh para peserta workshop. Dan untuk workshop digital printing, para peserta diajarkan bagaimana proses mencetak diatas mug dan kain menggunakan proses sublimasi.
Agenda workshop ditutup dengan digelarnya workshop Pembelajaran Augmented Reality(AR) yang dibawakan oleh perwakilan dari Assemblr, salah satu platform mobile yang membantu pengguna membuat konten 3D yang divisualisasikan ke dalam bentuk Augmented Reality.
Final Anugerah Atikan sendiri direncanakan akan dihelat pada tanggal 23-25 November 2019 setelah melewati masa penjurian di tanggal 1 hingga 15 November 2019.
Pengertian cetak sublimasi adalah proses pemindahan artwork dari kertas ke atas bahan dengan bantuan pemanas. Tinta akan berubah menjadi gas dibawah pengaruh panas diatas beragam media. Media yang umum digunakan adalah bahan yang berjenis Polyester.
Untuk mengedukasi masyarakat terkait percetakan sublimasi, PT. Kreasinusa menghadirkan seminar dengan tema Prospek Bisnis Cetak Digital Kreatif di Indonesia. Seminar ini akan diselenggarakan diberbagai kota antara lain Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya dan Bali.
Untuk kota Jakarta, seminar telah diadakan pada tanggal 8 November 2018. Pada kesempatan ini, hadir sebagai pembicara Alipudin Djajawiguna selaku General Manager PT. Kreasinusa dan Rudy D. Muliadi selaku praktisi cetak sublimasi.
Sebagai general manager, Alipudin menjelaskan terkait kehadiran PrimeJet diIndonesia serta keunggulan-keunggulan yang ditawarkan. “PrimeJet adalah printer cetak digital sublimasi buatan China. Printer ini memiliki kualitas cetak yang baik, presisi dengan kecepatan cetak yang tinggi,” jelas Alipudin.
Sementara itu, Rudy D. Muliadi, seorang praktisi cetak sublimasi yang juga Ketua Umum APKOMINDO ini menjelaskan mengenai bisnis cetak kreatif di Indonesia. “Bisnis cetak kreatif sublimasi memiliki pasar yang luas dan banyak dibutuhkan terutama di era transformasi dan menjelang pesta demokrasi saat ini, “ ujarnya.
Dengan teknologi sublimasi, banyak aplikasi dan produk kreatif yang bisa diciptakan. Tidak hanya fashion dan apparel, industry kreatif seperti gift, merchandise dan souvenir juga dapat dibuat menggunakan teknologi sublimasi.
Lebih lanjut Rudy memaparkan bahwa untuk dapat menghadirkan produk-produk kreatif yang layak jual, diperlukan pula sumber daya manusia yang juga kreatif. Untuk itu, PT. Kreasinusa juga akan mengedukasi pelajar-pelajar khususnya SMK untuk dibimbing agar dapat menjadi tenaga-tenaga professional yang mampu menunjang industri kreatif.
Roadshow seminar akan kembali hadir di kota Bandung pada tanggal 14 November 2018, yang disusul dengan kota Solo pada tanggal 21 November 2018, berlanjut ke kota Surabaya pada tanggal 28 November 2018 dan rangkaian roadshow akan ditutup di pulau Bali pada tanggal 7 Desember 2018.
Untuk mengembangkan keterampilan dan keahlian generasi muda dalam kewirausahaan, APKOMINDO eXcellent Center kembali mengadakan pelatihan atau workshop bagi guru dan peserta didik yang berada di jenjang SMP, SMA dan SMK. Pelatihan ini mengambil tema Digital Kreatif Penunjang Kewirausahaan Siswa.
Workshop ini diadakan di tengah gelaran pameran Indonesia Apparel Production Expo yang dihelat di Bandung Convention Center, Bandung. Pelatihan yang diadakan oleh AXC kali ini terbagi dalam 2 hari yaitu tanggal 5 dan 6 Oktober 2018 dan diikuti oleh 70 guru dan peserta didik yang berasal dari sekolah-sekolah di wilayah Jawa Barat seperti Karawang, Garut, Kuningan dan Bandung.
Narasumber pelatihan ini adalah Rudy D. Muliadi yang merupakan Ketua Umum APKOMINDO. Dalam sesi pertama, para peserta diperkenalkan mengenai teknologi printing termasuk teknologi tentang print head yang menjadi komponen penting dalam proses cetak mencetak. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait tinta, bahan, perlengkapan yang dibutuhkan dan potensi pasar cetak kreatif saat ini.
Pada sesi kedua, pelatihan dilanjutkan dengan proses produksi. Para peserta diajarkan bagaimana proses dan cara mencetak gambar diatas mug dan kaos dengan teknik Sublimasi. Peserta dipersilakan mengambil foto untuk kemudian diolah secara digital dan dicetak diatas kertas sublim. Setelah para peserta mencetak foto sesuai keinginan masing-masing, kemudian peserta dilatih untuk memindahkan objek gambar ke atas mug dan kaos dengan menggunakan teknik pemanasan.
Kegiatan praktek produksi ini sangat menarik minat peserta karena dengan begitu, mereka dapat lebih memahami teori yang telah disampaikan sebelumnya. Para guru mengungkapkan bahwa workshop ini sangat menarik dan bermanfaat, materi yang disampaikan dapat diteruskan ke peserta didik di sekolah. Peserta didik kemudian akan diarahkan untuk mencetak mug kreasi sendiri dan dapat dipasarkan melalui koperasi sekolah. Dengan begitu pengajaran siswa terkait kewirausahaan menjadi lebih mudah dimengerti.
Workshop yang disupport oleh Ecoprint, TDAG Printer, Koze, majalah Print Media, majalah Printpack Indonesia dan MoreMedia selaku penyelenggara pameran berlangsung dengan menarik dan ditutup dengan sesi foto bersama. Diakhir sesi, para guru berharap agar kegiatan edukasi seperti ini dapat terus berjalan dengan tema-tema menarik lainnya.