Dan untuk dapat mengembangkan kompetensi desain dan memadukannya dengan teknologi saat ini, AIDIA selaku Asosiasi yang menaungi para desainer komunikasi visual diIndonesia mengadakan satu acara bertajuk “Babarengan Pameran” atau BaPer. Pameran ini diprakarsai oleh Melvin Goenawan, salah satu praktisi printing cmyk.id.
Pameran ini menampilkan 58 karya seni mahasiswa Desain Komunikasi Visual(DKV) dari 11 perguruan tinggi di Bandung dan Cirebon. Selain pameran, ajang kali ini juga dimeriahkan dengan berbagai workshop. Pameran ini dibuka oleh KadisBudPar Kota Bandung Dra. Dewi Kaniasari MA.
Karya-karya yang ditampilkan pada pameran kali ini merupakan hasil saringan lebih dari 1000 karya mahasiswa. Ketua Pelaksana BaPer, Egi Anwari mengungkapkan “Kuratornya, kami bentuk tim, dengan mengundang dosen dari kampus-kampus. Setiap dosen punya kompetensi masing-masing, semisal kategori periklanan, creative desain, animasi, multimedia. Dosen itu kami sebar menilai sesuai kategori.”
Untuk meramaikan acara, selain pameran, diadakan pula workshop-workshop gratis yang masih berhubungan dengan seni dan desain. Diantaranya workshop desain menggunakan Wacom, workshop membuat film, workshop animasi, workshop photography, workshop menggambar dengan cat air hingga workshop sablon.
Salah satu member APKOMINDO, Grandtech System Indonesia yang merupakan salah satu distributor Wacom turut mensupport pameran ini. AXC juga turut hadir dengan memamerkan solusi bagi kampus dengan teknologi Thin Client. Tidak ketinggalan Xandrina Informatika turut menghadirkan printer HP T830 untuk mencetak desain hasil peserta workshop Wacom.
Dan untuk menumbuhkan wirausahawan baru dan juga untuk memberikan ilmu terhadap para pengusaha sablon, AXC menghadirkan satu program pelatihan dan workshop dengan nama Sprinter. Program ini mengajarkan bagaimana teknik-teknik dasar dan lanjutan dalam bidang sablon termasuk bagaimana manajemen industrinya. Dengan begitu, para peserta diharapkan dapat memahami dan menerapkan konsep manajemen kerja dan waktu.
Program Sprinter ini diprakarsai oleh Angga Satria, owner dari Youthees Apparel. Angga merasa perlu untuk berbagi ilmu agar teknik cetak saring ini semakin digemari. Menghadirkan narasumber-narasumber yang berpengalaman di bidangnya masing-masing, membuat program ini cukup menarik perhatian.
Program perdana Sprinter dilaksanakan pada akhir bulan November dengan menghadirkan materi Setting Pisah Warna. Pada program perdana ini, AXC yang berlokasi di Harco Mangga Dua Blok I No. 28 Jakarta ini menghadirkan 2 kelas yaitu kelas Basic dan Advance. Masing-masing kelas diikuti oleh 15 peserta yang sebagian besar memang berprofesi sebagai wirausahawan sablon. Ada beberapa yang ingin memperdalam ilmu pecah warna, ada pula yang selama ini selalu mengandalkan jasa desain untuk pisah warna, dan dengan adanya program Sprinter, mereka ingin mempelajari agar nantinya mereka dapat mengerjakan sendiri.
Untuk kelas Basic, Sprinter menghadirkan Fikri Secondchance sebagai pengajar dengan materi yang diajarkan adalah Vector, CMYK Process dan Spot Color. Sedangkan di kelas Advance, pakar pisah warna asal Bandung, Kang Kiki. Untuk kelas Advance, materi yang diajarkan adalah Simulated Color Process. Secara sederhana dapat dijelaskan, proses pisah warna ini adalah proses untuk memisahkan warna-warna yang terdapat dalam satu gambar sebelum dimulai proses sablon.
Para peserta berharap, kelas edukasi sablon seperti ini dapat terus berjalan dengan. Dan mulai tahun 2018 nanti, Sprinter akan hadir dengan materi-materi yang tentunya berkaitan dengan screen printing dan industry apparel.
Pada kesempatan kali ini, AXC menghadirkan dua sesi workshop bagi para siswa SMK. Sesi pertama, AXC menghadirkan tema Mengatasi Permasalahan Pada Printer yang dibawakan oleh tim dari Veneta. Workshop ini diikuti oleh 60 siswa.
Para siswa diberikan pemahaman mengenai macam-macam printer seperti apa itu ribbon printer, inkjet printer ataupun laserjet printer. Siswa juga diperkenalkan dengan bermacam tinta printer. Workshop sesi 1 berlangsung selama 2 jam dan diakhiri dengan sesi tanya jawab.
Pada sesi kedua, AXC menghadirkan workshop dengan tema Teknik Dasar Screen Printing. Workshop ini juga cukup mendapat perhatian para siswa. Tidak kurang dari 60 siswa kembali memenuhi ruangan workshop untuk mendengarkan penjelasan mengenai Screen Printing atau Sablon melalui pakarnya Bapak Oji Zie Sablon.
Para siswa diberikan pemahaman tentang apa itu sablon dan juga alat-alat yang diperlukan seperti screen, rakel, tinta, obat afdruk dan lain sebagainya. Siswa juga diberi pengertian tentang bagaimana membuat film kemudian mengafdruknya keatas screen. Peserta workshop yang mayoritas laki-laki menyimak dengan serius apa yang dipaparkan oleh narasumber.
Setelah memberikan pemahaman mengenai dasar-dasar sablon, siswa diberi waktu untuk mempraktekkan dasar-dasar sablon. Menggunakan peralatan seadanya, para siswa mulai mempraktekkan sablon diatas media kaos yang telah disediakan. Dengan begitu diharapkan siswa dapat mengerti dan memahami bagaimana proses sablon diatas kaos. Bahwa dengan modal yang tidak begitu besar, para siswa sudah bisa menghasilkan uang melalui bisnis sablon.
Terlebih para siswa SMK ini telah dibekali ilmu-ilmu komputer dan juga desain grafis sehingga cukup memudahkan mereka dalam membuat desain yang bagus untuk kemudian diterapkan di kaos melalui proses sablon. Yang terpenting adalah menggali hobi dan minat siswa pada industri ini.
Penyelenggaraan LKS SMK tingkat provinsi Jawa Barat berlangsung selama tiga hari, 17-19 Oktober 2017 dengan mempertandingkan 25 mata lomba yang digelar di 6 sekolah berbeda di kota dan kabupaten Cirebon. Sedangkan di SMKN 1 Cirebon sendiri, dipertandingkan 9 mata lomba diantaranya Animasi, Desain Grafis, Networking Support, CADD Building, CADD Mechanical Engineering, Commercial Wiring, Electronic Application, Industrial Control dan Mechantronics.