“Kemarin, saya menghadiri rapat di pusat, rapatnya tentang bagaimana menyusun kembali, merevitalisasi mengenai kurikulum, sehingga dapat mengantisipasi revolusi industri 4.0. Selain itu, kita diketemukan oleh mitra-mitra yang berkaitan dengan digitalisasi,” ujar Kadisdik Jabar.
Kemitraaan dilakukan berkaitan dengan digitalisasi sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Kadisdik mengatakan, salah satu contoh kemitraan adalah dengan Amazon. Pihak kemitraan adalah pihak yang melakukan perencanaan dan pengarahan tentang digitalisasi. Pelatihan dan pendampingan dilakukan secara gratis untuk guru.
“Jadi kemarin ada MOU. Sudah ditetapkan di Jawa Barat sendiri ada beberapa sekolah yang akan diberi pembinaan dan pendampingan. Ada juga perusahaan swasta, hotel, yang sudah tersebar di Indonesia, dia juga akan mendapingi SMK-SMK terkait dengan bagaimana meningkatkan bidang pariwisata. Jadi ada kemitraan. Misalnya perusahaan di Indonesia itu, memiliki 20 hotel di Jawa Barat. Jadi hotel itu harus menggandeng SMK-SMK di sekitarnya. Minimal empat hingga 5 sekolah,” ujar Kadisdik Jabar.
Selain itu, Kadisdik Jabar mengatakan, yang terpeting adalah bagaimana menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya pintar akan tetapi berkarakter.
“Jadi, bagaimana sebetulnya menyiapkan sumber daya manusia kedepan, agar tadi kita dipersiapkan revolusi industri 4.0. Ini pastinya akan berdampak kepada emotional quotient (kecerdasan emosional) anak-anak. Bagaimana juga mereka memiliki anak-anak yang berkarakter artinya selain mereka secara teknologi dan kecerdasan baik, akan tetapi karakter mereka dari sisi budaya, dari sisi menjaga lingkungan, dari agama, itu menjadi penting,” ujar Kadisdik Jabar.
Kegiatan kolaborasi ini dilaksanakan bersamaan dengan Kompetisi Kihajar 2018, yang merupakan ajang kompetisi kemampuan siswa setingkat SD, SMP dan SMA dalam penguasaan mata pelajaran sehari-hari di sekolah. Seminarnya sendiri disediakan oleh Balai Tekkomdik Provinsi Kalimantan Selatan, Pustekkom dan AXC sebagai media peningkatan kapasitas bagi guru/kepala sekolah yang hadir mendampingi peserta kompetisi Kihajar. Seminar juga terbuka bagi orang tua dan mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang pendidikan.
Kegiatan perdana seminar nasional dilaksanakan pada Senin, 13 Agustus 2018 di Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Kalimantan Selatan dibuka oleh Bapak Ibnu Sina, S.Pi., MSi, selaku Walikota Banjarmasin. Gogot Suharwoto Ph.D selaku Kepala Pustekkom Kemdikbud dan Drs HM Yusuf Effendi MAP sebagai Kadisdik Provinsi Kalimantan Selatan turut memberikan sambutan dan motivasi dihadapan seluruh peserta yang jumlahnya lebih dari 500 orang.
Narasumber yang memberikan materi dalam seminar nasional ini antara lain:
Dalam penyampaikan materinya, secara umum hal yang disampaikan oleh narasumber adalah bahwa pentingnya peningkatan kapasitas SDM guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan pemanfaatan TIK. Oleh karenanya diperlukan perubahan mindset bahwa TIK memberatkan dan menambah rumit pekerjaan menjadi TIK adalah alat mempermudah segalanya sehingga baik guru maupun siswa dapat bersama-sama mendapatkan manfaatnya.
Acara yang dimulai sejak pukul 10:00 sampai dengan 15:00 WIT, berlangsung interaktif. APKOMINDO bertujuan untuk mensosialisasikan solusi terbaik bagi pendidikan, khususnya di bidang pemanfaatan TIK.
Seminar nasional selanjutnya akan dilaksanakan di DI Yogyakarta pada 29 Agustus 2018, Bali 5 September 2018, Jambi 6 September 2018 dan Bandung 12 September 2018 dengan narasumber dari Pustekkom, Ketua APKOMINDO Rudy D. Muliadi dan Praktisi TIK Michael S. Sunggiardi. Hingga saat ini pendukung kegiatan program seminar nasional ini adalah Pustekkom, APKOMINDO, Koperasi TIK Indonesia, APKOMINDO.INFO, Relawan TIK Indonesia dan BONET.