SMK Negeri 31 Jakarta merupakan satu SMK yang terpilih dalam program SMK Pusat Keunggulan dan diharapkan bisa menjadi rujukan serta melakukan pengimbasan untuk mendorong peningkatan kualitas dan kinerja SMK di sekitarnya. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan adanya keselarasan antara SMK Pusat Keunggulan dengan dunia kerja yang tidak hanya diwujudkan melalui MoU saja, tetapi harus berlangsung secara menyeluruh.
Kegiatan workshop inipun merupakan satu program yang masuk dalam kegiatan SMK Pusat Keunggulan. Kegiatan ini dibuka oleh Ibu Nurasiah, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 31. Dalam sambutannya beliau menyampaikan agar kegiatan ini dapat diikuti dengan baik dan dapat diaplikasikan pada kegiatan proses belajar di sekolah. Beliau juga menyampaikan terimakasihnya kepada APKOMINDO yang diwakili oleh Bapak Rudy D. Muliadi selaku Ketua Umum yang selalu membantu dan mensupport SMK Negeri 31.

Dalam kegiatan ini Rudy Muliadi mengajak serta dua industri digital printing yaitu bapak Paulus Widjaja dari Indodigital untuk memberikan pelatihan mengenai teknik cetak menggunakan DTF(Direct Transfer Film) dan ibu Indah D.Y dari Lazuardy Digital Printing untuk memberikan materi terkait sublimasi dan prospek bisnisnya.
]]>Dalam usaha untuk mengembangkan keterampilan dan keahlian generasi muda dalam kewirausahaan, tim AXC mendapat kehormatan untuk mengadakan pelatihan atau workshop bagi peserta didik SMKN 9 Bandung dari jurusan Desain Komunikasi Visual(DKV) pada tanggal 10 April 2019.
Workshop yang dibawakan adalah printing kreatif dengan pembicara Rudy D. Muliadi yang juga merupakan Ketua Umum APKOMINDO. Dalam paparannya, para siswa diperkenalkan mengenai teknologi printing termasuk teknologi tentang print head yang menjadi komponen penting dalam proses cetak mencetak. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait tinta, bahan, perlengkapan yang dibutuhkan dan potensi pasar cetak kreatif saat ini.
Setelah diberikan teori pemahaman tentang printing, pelatihan dilanjutkan dengan proses produksi. Para peserta diajarkan bagaimana proses dan cara mencetak gambar diatas kaos dan mug menggunakan proses sublimasi. Para peserta dipersilakan untuk membuat desain sesuai kreativitas masing-masing untuk kemudian dicetak dan dipress diatas bahan kaos dan mug.
Melalui kegiatan praktek produksi ini, peserta menjadi lebih memahami teori yang telah disampaikan sebelumnya. Setelah para peserta memahami bagaimana proses cetak, peserta mulai percaya diri untuk memasarkan mug hasil karya mereka di pameran. Tidak hanya itu, peserta didik juga menerima pesanan cetak mug dari para pengunjung pameran.
Tidak hanya workshop printing kreatif, tim AXC juga mengadakan dua workshop lain yaitu workshop digital painting yang bekerjasama Grandtech dan workshop Printing 3D.
Untuk meningkatkan kompetensi guru akan dua hal tersebut, APKOMINDO eXcellent Center(AXC) mengadakan workshop singkat dengan tema e-Learning dan Ekonomi Kreatif Dasar. Workshop ini diadakan di sekretariat APKOMINDO pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 30 dan 31 Mei 2018.
Workshop yang berlangsung mulai pukul 15.00 ini ditutup dengan buka bersama, karena workshop diadakan bertepatan dengan bulan Ramadhan, dimana umat Muslim diseluruh dunia diwajibkan untuk berpuasa. Acara ini diikuti oleh 27 bapak dan ibu guru dari berbagai sekolah yang ada di wilayah Jakarta baik dari jenjang SMP, SMA maupun SMK.
Pada hari pertama, tema yang diperkenalkan adalah e-Learning. Rudy D. Muliadi, Ketua Umum APKOMINDO yang bertindak selaku pembicara memaparkan bermacam materi diantaranya Monitoring Class, Pengenalan Teknologi Aplikatif, Aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, hingga bagaimana membuat ulangan harian berbasis online.
Dihari kedua, workshop mengusung tema Ekonomi Kreatif Dasar yang memperkenalkan teknologi printing kepada para bapak dan ibu guru. Disini Rudy D. Muliadi yang kembali tampil sebagai pembicara memperkenalkan beragam industri ekonomi kreatif skala kecil yang ditunjang dengan perlengkapan printing. Beberapa industri kreatif yang diperkenalkan diantaranya cetak mug, cetak tekstil skala rumah tangga, dan digital sablon.
Tidak hanya memperkenalkan macam usahanya, para peserta juga mendapatkan pengetahuan tentang apa saja perangkat yang dibutuhkan hingga kalkulasi cetak printing untuk menunjang wirausaha. Pemaparan kedua mengenai printing Direct to Garment(DTG) dibawakan oleh Ibenz, salah satu praktisi dan pengusaha DTG. Disini para peserta disuguhi ilmu tentang mencetak kaos secara langsung menggunakan printer DTG.
Diakhir sesi, para peserta langsung meninjau demo berbagai teknik printing yang telah dipaparkan sebelumnya. Acara yang disupport oleh TDAG dan Bengkel Print ini berlangsung dengan meriah. Para bapak dan ibu guru berkesempatan untuk mencetak kaos dengan teknik printing sublime yang dilakukan diatas bahan polyester. Acara inipun ditutup dengan buka bersama dan foto bersama. Kedepan, AXC akan terus menghadirkan workshop-workshop yang dapat meningkatkan kompetensi baik bagi guru maupun siswa.
Epson SureColor SC-B9070 merupakan printer signage dyebased yang dirancang dengan performa tinggi dan tercepat di rangkaian B series. Printer ini ideal untuk penggunaan signage indoor dalam volume tinggi dan jangka pendek, sesuai untuk instalasi retail dan iklan.
Printer terbaru Epson ini diperkuat dengan teknologi dual printhead PrecisionCore Thin Film Piezo dengan maksimum kecepatan hingga 100sqm per jam. Nosel printehead PrecisionCore TFP memungkinkan kontrol dot multi sehingga mampu menghasilkan cetak yang presisi dan berkualitas. Ini berkat dukungan teknologi Epson Precision Dot, selain itu dengan adanya teknologi Micro Weave yang didukung Half Tone Module Epson serta Look Up Table(LUT) mampu mengurangi bintik-bintik(graininess) dan bergaris(banding) dan mampu menghasilkan gradasi warna yang halus.
Epson juga menghadirkan Edge Print, perangkat lunak RIP dengan sistem interface yang fleksibel yang memudahkan dalam editing gambar dan manajemen warna. Dengan teknologi-teknologi yang disematkan, SC-B9070 dapat memberikan nilai efisiensi yang maksimal tanpa mengurangin kualitas hasil cetak.
“Printer Signage Epson SC-B9070 ini kaya akan fitur produksi dyebased yang dapat memberikan hasil cetak berkualitas, meningkatkan nilai bisnis kepada pelanggan yang menginginkan peningkatan pada produktivitas dan efisiensi,” ujar Lina Mariani, Head of Commercial & Industry Epson Indonesia.
Konica Minolta AccurioPress C2060 ini mampu mencetak hingga 750 ribu lembar per bulan dengan kecepatan cetak mencapai 60 lembar A4 per menit. Untuk menjaga kestabilan warna, Konica Minolta menyematkan teknologi SEAD V Screen Enhancing Active Digital Processing System.
Selain itu, dengan adanya dukungan Toner Simitri HD yang memiliki sertifikat food contact dari TUV membuat makanan yang dikemas dan diberi label melalui produksi mesin AccurioPress ini aman dikonsumsi.
Accurio yang berarti canggih, otomatis dan akurat ini mampu menghasilkan cetak digital dengan kualitas warna yang optimal dengan adanya manajemen warna.
Totong Setiawan, General Manager PT. Perdana Jatiputra memiliki keyakinan bahwa kehadiran AccurioPress dapat diterima oleh para pemain cetak digital di Indonesia karena mesin ini membawa banyak kelebihan.
Mengusung tema “Connectivity”, FGDexpo 2017 menjadi rantai yang mengaitkan antara manufaktur, teknologi grafika, penyedia produk-produk dan jasa grafika, lintas media, dan penyedia jasa keuangan. Lewat “Connectivity”, FGDexpo 2017 ingin memberikan pandangan baru dalam menyikapi isu-isu di industri grafika, seperti kehadiran wadah teknologi dan ekosistem baru yang menjadi infrastruktur kemakmuran, dan memungkinkan lahirnya kewirausahaan di seluruh lapisan masyarakat.
Pembukaan FGDexpo 2017 dihadiri dan diresmikan oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf. Menurut Triawan, FGDexpo 2017 bisa memicu tumbuhnya industri-industri kecil (UMKM) pendukung grafika sehingga bisa menyerap tenaga kerja. Sebaliknya, industri kreatif dan grafika juga dapat memberikan nilai tambah bagi produk di industri-industri lain di Indonesia.
“Saya menyambut baik sekali diadakannya pameran dua tahunan ini karena dapat menunjukkan the state of art dari apa yang kita miliki, apa yang bisa kita berikan kepada bangsa terutama untuk sektor industri kreatif itu akan saling berkaitan,” ujar Triawan.
Sementara itu, Danton Sihombing, Chairman FGDforum, menjelaskan, “Kini perindustrian dan manufaktur dunia memasuki ambang revolusi industri keempat; Industri 4.0, dalam dunia yang bergerak cepat dan saling terkoneksi. Perihal-perihal ini tak terelakan dalam gelombang inovasi teknologi, globalisasi, dan pembauran budaya. Oleh karenanya gagasan “Connectivity” menjadi mantra yang relevan untuk mencari solusi dalam lanskap digital saat ini.”
Danton juga menambahkan, “Gagasan ‘Connectivity’ merupakan upaya dalam menjembatani segmen-segmen yang aktif bersentuhan dengan industri grafika, mulai dari content creators seperti print buyers, perusahaan desain, periklanan, dan marketing, kemudian service providers termasuk percetakan, penerbit, dan digital platform developers, serta para produsen, dealer, distributor, lembaga pendidikan hingga asosiasi profesi.”
FGDExpo 2017 akan berlangsung selama 4 hari hingga tanggal 27 Agustus 2017. Selain pameran, event kali ini juga diramaikan dengan beragam seminar dan presentasi produk.