Secara umum, BPS mencatat bahwa ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2017 tumbuh sebesar 5,01 persen. “Pertumbuhan terjadi hampir di semua lapangan usaha, kecuali Pengadaan Listrik Gas yang mengalami penurunan sebesar 0,99 persen,” jelas Kecuk Suhariyanto.
Tidak hanya Pengadaan Listrik Gas yang mengalami penurunan, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial wajib juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,53 persen dan dan 0,03 persen.
Kecuk menyebutkan, pertumbuhan ini didorong faktor musiman pada lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mewarnai pertumbuhan ekonomi, dimana terjadi panen raya beberapa komoditas Tanaman Perkebunan, seperti kopi dan tebu. Selain itu, hari raya Idul Fitri turut mendorong pertumbuhan beberapa lapangan usaha seperti: Transportasi-Pergudangan, Informasi-Komunikasi, dan Jasa Lainnya.
Dari sisi pengeluaran, BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2017 dibandingkan triwulan II tahun 2016, terjadi hampir pada semua komponen, kecuali komponen konsumsi Pengeluaran Pemerintah (PK-P). “Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi Lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga sebesar 8,49 persen, diikuti oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,35 persen, dan komponen pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4,95 persen,” jelas Suhariyanto.
Lebih lanjut Kecuk Suhariyanto menyatakan, struktur perekonomian Indonesia pada triwulan II-2017 secara spasial masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa, yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 58,65 persen, diikuti oleh Pulau Sumatra sebesar 21,69 persen, Pulau Kalimantan 8,15 persen, Pulau Sulawesi 6,12 persen, dan sisanya 5,39 persen di pulau-pulau lainnya.
Acara yang dimulai pada pukul 18.30 WIB ini dibuka dengan sambutan dari salah satu pendiri Apkomindo, Bapak Chris Irwan Japari. Selanjutnya, sambutan dari Ketua Umum Apkomindo, Bapak Rudy D. Muliadi yang berbicara tentang program-program yang akan dijalankan Apkomindo sekaligus memperkenalkan tabloid Apkomindo.info kepada semua yang hadir.
Menginjak acara selanjutnya, AMG yang didukung oleh Bank Rakyat Indonesia menampilkan pakar ekonomi Anggito Abimanyu yang memaparkan Economic and Market Update 2017. Dalam pemaparannya Anggito memprediksi bahwa di sektor industri TIK, daya beli komputer dan produk IT pada tahun 2017 akan tumbuh melebihi tahun 2016 yang mengalami pertumbuhan sekitar 8,9% di industri Informasi dan Komunikasi. Pertumbuhan di tahun 2017 ini akan didorong dengan tumbuhnya generasi Milenial yang sangat digital dan melek teknologi.
Setelah pemaparan dari Anggito Abimanyu, selanjutnya menginjak acara makan malam dan semua yang hadir dihibur dengan atraksi akrobatik dari China. Apkomindo Member Gathering ini berakhir pada pukul 22.00. Sukses terus Apkomindo!