Gelaran ke-29 kalinya yang diselenggarakan atas kolaborasi Yayasan Apkomindo Indonesia (YAI) dengan Satue Event ini akan digelar selama 5 hari (25-29 Oktober 2023). Mengusung tema “AI’m Existing”, Indocomtech 2023 hadir menjadi bagian dari solusi kesiapan SDM dalam menghadapi tantangan teknologi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang mulai berimpilikasi pada aktivitas keseharian dan bisnis.
Terselenggaranya Indocomtech setiap tahun tak terlepas dari animo masyarakat terhadap kebutuhan produk teknologi, informasi dan komunikasi yang terus bergairah dan semakin kompleks. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, skalasi kebutuhan masyarakat terhadap teknologi komputer dan informasi semakin meningkat. Hal ini jelas berimplikasi positif terhadap kinerja Industri Barang dari Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik, dan Peralatan Listrik yang memang mengalami pertumbuhan sebesar 17,32 persen (year-on-year/yoy) sepanjang kuartal II/2023.
Sementara berdasarkan laporan GWI, perusahaan riset audiens ternama asal Inggris melalui surveinya pada kuartal tiga 2022 dalam laporannya berjudul “Digital 2023: Indonesia”, tingkat kepemilikan gawai pada masyarakat Indonesia berusia 16-64 tahun naik sebesar 3,5 persen dibandingkan tahun 2021. Dari data tersebut, sebesar 99,4 persen penduduk setidaknya memiliki satu ponsel pintar, 61,7 persen memiliki laptop atau komputer, 19 persen memiliki smart watch atau smart wristband dan 18,2 persen memiliki tablet.
Di antara seluruh gawai yang didata, kepemilikan konsol game dan perangkat smart home tercatat sebagai tingkat kepemilikan gawai yang cukup tinggi dengan peningkatan sebesar 18 persen. Pada 2022, sebanyak 17,9 persen penduduk berusia 16-64 tahun Indonesia memiliki konsol game dan 9,5 persen memiliki perangkat smart home.
Ketua Umum Apkomindo Rudy D. Muliadi dalam sambutannya di acara pembukaan hari ini menyampaikan apresiasinya atas perkembangan teknologi di Indonesia. Eksistensi Indocomtech sebagai pameran teknologi informasi terlama dan terbesar di Indonesia, menurut Rudi, tak dipungkiri turut memberikan andil dan kontribusi bagi kesadaran (awareness) masyarakat terhadap kemajuan teknologi. Sebagai trendsetter, Indocomtech terus harus beradaptasi sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat pengguna tekologi. Kendati perkembangan perangkat teknologi informasi berkembang cepat, diakui Rudi, kesiapan SDM kita masih menjadi perhatian serius.
“Mengakomodir kebutuhan masyarakat akan produk teknologi saja tidak cukup. Melalui Indocomtech, tantangannya sekarang adalah bagaimana kita dapat menyiapkan SDM yang mumpuni untuk dapat mengimbangi kekuatan teknologi dari negara lain sehingga kita tidak hanya menjadi konsumen di negara sendiri, dan turut terlibat dalam perkembangan yang ada.” papar Ketua Umum Apkomindo, Rudy D. Muliadi.
Bertempat di area seluas 5.000 m2, Indocomtech kali ini berskala lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah peserta pameran pada Indocomtech 2023 juga mengalami kenaikan sebesar 50%, dari 100 ekshibitor menjadi lebih dari 150 ekshibitor tahun ini
Ratusan ekshibitor dari berbagai kategori, mulai dari IT & Smart Technology yang menawarkan produk teknologi sehari-hari seperti smartphone, laptop dan smart device; Commerce Solution teknologi untuk menunjang kegiatan bisnis; Life Style yang mendukung kegiatan berhobi seperti gaming dan video on demand; Home Appliance; hingga Transportation Technologyyang menyajikan teknologi transportasi sepertisepeda listrik dan mobil listrik siap menampilkan produk teknologi terbaiknya. Beberapa nama di antaranya adalah Epson, Acer, HP, Canon, MSI, Dell, Astrindo, Playstation, Edifier, Nemesis, Sades, Garmin, Bardi, Asus, Amazfit, AOC, Gamemax, Endorax, Aula dan Jabra.
Sebagai surganya produk teknologi, Indocomtech menghadirkan beragam promo dan penawaran menggiurkan. Di sini para pengunjung bisa mendapatkan beragam produk teknologi dari smartphone hingga laptop dengan harga terjangkau melalui program big deals, clearance sale, lelang hingga treasure hunt. Bagi pengguna Tokopedia juga dapat langsung mengikuti promo transaksi O2O (Online to Offline). Hanya dengan bertransaksi melaui Tokopedia dan pengambilan produk di lokasi pameran, pengunjung bisa menikmati cashback hingga 1 juta rupiah. https://www.youtube.com/shorts/H1DaOqxPssg
]]>Menempati area seluas 5000 m2 di hall 7, sebanyak 120 exhibitor dari 18 kategori siap menampikan perangkat teknologi informasi teranyar dan terupdate. Beberapa perangkat yang ditawarkan antara lain laptop, smartphone, kegiatan hobi seperti gaming dan video on demand, dan Home Appliance hingga Transportation Technology seperti sepeda listrik dan mobil listrik.
Mengusung tema “AI’m Existing”, gelaran Indocomtech ke 29, memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk senantiasa menjadi bagian dari solusi atas kemajuan teknologi yang berkembang pesat dan dinamis. Perkembangan teknologi AI (Artificial Intelligence) alias Kecerdasan buatan terus mengalami peningkatan yang pesat. Dengan nilai investasi hingga US$7 Miliar, teknologi ini diprediksi bertumbuh di Indonesia sebesar 27% pada 2027.
“Melalui Indocomtech kali ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih aware terhadap kemajuan teknologi AI, dan jeli melihat peluang yang bisa diperoleh dengan kecanggihan teknologi yang masif berkembang.”ujar Hidayat Tjokrodjojo
Gelaran Indocomtech tahun ini akan semakin semarak dengan hadirnya berbagai program dan acara yang menarik, seperti workshop, talkshow, peluncuran produk baru, acara awarding hingga robotic expo & playground. Ada pula berbagai kompetisi yang dapat diikuti seperti games competition, cosplay competition. Indocomtech turut mendukung talenta anak-anak Indonesia dalam bidang teknologi melalui KRON alias Kontes Robot Nusantara yang diikuti oleh anak SD hingga SMA dari 3 negara yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand.
Indocomtech 2023 terbuka untuk masyarakat umum. Informasi lengkap dapat dilihat di Instagram https://www.instagram.com/indocomtech/
]]>Seperti pada gelaran terdahulu, pada pameran Indocomtech 2023 ini akan ditampilkan beragam teknologi terkini dan terupdate. Selain itu, event ini juga akan diramaikan oleh para exhibitor perangkat hardware maupun software yang akan saling menampilkan kecanggihan produk-produk teranyar mereka. Tidak lupa, mereka juga akan memberikan penawaran serta promo-promo special bagi para technopiles.
Bermacam program acara juga akan ditampilkan untuk memeriahkan gelaran pameran Indocomtech ke 29 ini antara lain Workshop, Talkshow, Coding Olympiade, Games Competition, Robotic Expo, Clearance Sale serta masih banyak lagi program-program lainnya.
Jadi, bagi kalian semua, para technopiles, jangan sampai terlewat pameran Indocomtech 2023, tanggal 25 hingga 29 Oktober 2023 di ICE BSD. See you there…
]]>Diikuti oleh total 250 peserta pameran yang berasal dari dalam dan luar negeri, Indocomtech sukses menjadi tolak ukur dari perkembangan teknologi di Indonesia. Meningkatnya animo masyarakat dalam berkunjung dan bertambahnya nilai transaksi dibanding tahun lalu juga menjadi indikator kesuksesan lainnya. Dengan banyaknya produk IT berkualitas yang dibanderol dengan promo besar-besaran, Indocomtech sukses menyedot perhatian sebanyak 186.267 pengunjung dengan nilai transaksi sebesar ± Rp. 700 Milyar .
Hadirnya Indocomtech mendapatkan sambutan positif dari para pengunjung, di antaranya adalah Indah Rachmawati dan Irma. Kakak beradik yang datang ke Indocomtech pada Sabtu, 2 November 2019 ini mengaku sangat senang karena di Indocomtech mereka bisa membeli produk IT berkualitas dengan harga murah.
“Adik saya, Irma adalah seorang programmer dan kebetulan dia lagi butuh laptop yang spesifikasinya tinggi untuk menunjang pekerjaannya. Makanya pas tahu kalau Indocomtech lagi diadakan, kami pun datang karena pasti ada banyak promo besar-besaran. Benar saja. Harga laptop Acer yang kami incar sebenarnya dijual seharga Rp12 jutaan. Namun hanya di Indocomtech, kami bisa mendapatkan cashback sebesar Rp1,7 juta sehingga kami dapat membelinya dengan harga Rp10,3 juta saja. Wah, kami senang banget karena prinsip ekonomi untuk mendapatkan barang sebagus-bagusnya dengan harga semurah-murahnya kepakai banget di sini.” jelas Indah saat ditanya di booth Acer.
Selain promo, Indocomtech juga memberikan keceriaan lewat doorprize bagi para pengunjung beruntung yang sebelumnya telah berbelanja minimal Rp500.000 dan berlaku kelipatannya. Pada hari terakhir Indocomtech mengumumkan para pemenang yang dihadiri oleh Kementerian Sosial, Dinas Sosial dan pihak kepolisian. Tiga orang beruntung yakni Santi Megawati, Soegiono Soleman, Daniel Maulana terpilih sebagai pemenang undian yang berhak atas hadiah berupa masing-masing 1 unit Samsung Galaxy S10+ persembahan dari Telesindo Shop Indonesia. Sementara itu Erni Wahyuni (terpilih sebagai pemenang undian atas hadiah Laptop Gaming Asus ROG Strix G531 persembahan Asus Indonesia.
Keberhasilan penyelenggaraan Indocomtech 2019 tidak hanya diukur dari banyaknya jumlah pengunjung, jumlah transaksi ataupun besaran hadiahnya saja, namun juga seberapa luas manfaatnya untuk masyarakat. Diselenggarakannya Olimpiade TIK Nasional (OTN) oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk pertama kalinya dalam rangkaian Indocomtech 2019, sukses menjadi ajang literasi dan edukasi pada masyarakat Indonesia. Tercatat hampir 600 peserta yang terdiri dari siswa dan guru dari seluruh Indonesia hadir untuk mengikuti beragam kompetisi, seminar dan workshop.
Presiden Direktur Traya Eksibisi Internasional Bambang Setiawan menyatakan secara keseluruhan pelaksanaan Indocomtech memberikan kepuasan para peserta pameran.
“Kami mendapatkan feedback yang positif dari para peserta pameran. Tingginya gairah masyarakat dalam berbelanja dan memenuhi kebutuhan teknologi membuat para peserta pameran merasa puas karena mereka berhasil mencapai target penjualan serta mendapatkan peluang-peluang bisnis. Hadirnya arena kuliner untuk pertama kalinya dan adanya gelaran grand final OMEN Challenger Series di Indocomtech juga berpengaruh signifikan terhadap meningkatnya kunjungan masyarakat ke pameran ini” ungkap Bambang.
Lebih lanjut Bambang Setiawan mengatakan, keberhasilan Indocomtech 2019 tak terlepas dukungan berbagai pihak. Sebagai penyelenggara, Traya Eksibisi Internasional terus berupaya melakukan berbagai inovasi sesuai dengan tren yang berkembang dan jeli menangkap kebutuhan masyarakat. Selama 27 tahun eksis menjadi trendsetter perkembangan teknologi komunikasi dan informatika, Bambang Setiawan optimis tahun 2020, Indocomtech bisa lebih baik lagi.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi semua pihak, mulai dari Yayasan Apkomindo Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika, PGRI, para sponsor, para peserta, serta rekan-rekan media yang mempublikasikan pameran ini secara positif sehingga Indocomtech 2019 berjalan sukses. Kami berharap semoga di pelaksanaan tahun-tahun berikutnya, Indocomtech semakin meriah dan inovatif dalam menghadirkan beragam tren teknologi terkini.” tutur Bambang Setiawan.
www.indocomtech.net/news
“Bicara tentang Indocomtech selalu ada teknologi, ritel, B2B, dan tahun ini berkembang dengan adanya edukasi yang kami undang ada 20 sekolah di Jabodetabek, ini merupakan dukungan kami terhadap sekolah. Ada SMK Corner untuk menampilkan karya-karya di bidang teknologi. Ternyata sambutan dari institusi pendidikan cukup tinggi, bahkan ada SD dari Garut yang menampilkan karya teknologi,” ujar Rudi D. Muliadi, Ketua APKOMINDO pada 31 Oktober 2018 di konferensi pers Indocomtech.
“Indocomtech 2018 terasa beda dengan adanya sisi edukasi dalam bidang fintech, IoT, blockchain, robotics, dan prototype serta didukung oleh sejumlah komunitas seperti Komunitas Printing Indonesia (KOPI), komunitas Republic of Games dan lainnya,” tambah Rudi.
Pada hari pertama, Activity Room telah dipenuhi pengunjung untuk menyimak seminar Expand Your Creativity with Digital Printing yang dibawakan oleh Rudi Susanto dari Komunitas Printing Indonesia.
Dihari kedua, program edukasi mengenai teknologi informasi dan komunikasi di Activity Room Indocomtech 2018 dimulai dengan Diskusi Edukasi 4.0 Tantangan dan Solusinya by Apkomindo Excellent Center.
Sementara, menginjak hari ketiga, Activity Room kembali dipenuhi peserta workshop yang mayoritas hadir dari kalangan Pendidikan. Workshop ini menghadirkan tema Digital Kreatif Untuk Kewirausahaan dan dibawakan langsung oleh Ketua Umum APKOMINDO, Rudi D. Muliadi. Workshop ini berlangsung hingga sore hari dan diselingi dengan paparan dari Lina Mariani dari EPSON yang memperkenalkan Trend Cetak Sublim bagi kalangan UKM.
Ada p
ula seminar tentang teknologi Blockchain yang diadakan pada 4 November 2018. Indocomtech 2018 kali ini diikuti oleh lebih dari 250 eksibitor dari bidang telekomunikasi, komputer, software, games, smartphone, produk elektronik, serta aksesoris.
“Indocomtech sudah 26 kali kita laksanakan, ini merupakan sebuah prestasi untuk kita. Kali ini juga ada partisipan dari luar negeri,” kata Hidayat Tjokrodjojo, Ketua Yayasan Apkomindo Indonesia membuka sambutan dalam acara Opening Ceremony.
Lebih lanjut dia mengatakan, jika Indocomtech kali ini tidak hanya pameran komputer biasa saja. Akan tetapi ingin memberi edukasi dalam era digital sekarang ini sehingga mengambil tema “Technology for Everyone”.
Sementara itu, Dirjen Telekomunikasi Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo, Firmansyah Lubis mengatakan jika pemerintah melalui Kemkominfo mengapresiasi sekali yang digagas oleh Indocomtech.
“Tentu saja kegiatannya ini menjadi pembelajaran dan juga menginspirasi perkembangan teknologi ke depan, selain itu solusi bisnisnya juga sangat penting,” kata dia. Beliau juga mengatakan jika setiap industri harus berevolusi dan mengikuti dengan perkembangan zaman. “Maka dari itu, Indocomtech menjadi wadah bagi para pelaku industri untuk berkembang,” imbuhnya.
Selain melangsungkan berbagai pameran perangkat elektronik dengan berbagai diskon, terdapat juga stand B2B dari berbagai exhibitor lokal dan internasional, serta berbagai seminar edukasi tentang teknologi. Ada pula kunjungan dari sekira 22 sekolah-sekolah dari Jabodetabek, Pandeglang, dan Bandung untuk study tour.
Salah satu yang membuat pameran Indocomtech kali ini terasa berbeda adalah hadirnya beberapa sekolah yang memamerkan hasil karya peserta didiknya. Tidak hanya dari sekolah menengah, bahkan sekolah dasar pun turut hadir untuk memamerkan karya mereka kepada pengunjung. Sekolah-sekolah yang hadir antara lain SMK Taman Siswa 2, SDN Regol 10 Garut, SMA Kristen Kanaan Tangerang dan SMK Taruna Bhakti Depok.
Industri IT & Digital Lifestyle sendiri merupakan industri yang cepat berkembang dan harus diikuti setiap waktu. Teknologi kini jadi sesuatu yang lumrah dimiliki bagi setiap orang, produk dari berbagai brand dan harga miring kini jadi banyak pilihan yang dapat dijangkau oleh masyarakat di era ini. Kondisi ini secara tidak langsung memberikan peluang tersendiri bagi pelaku industri IT & Digital Lifestyle untuk berlomba-lomba memberikan penawaran yang menarik bagi khalayak ramai.
Peluang yang besar tidak selalu menjadi bagian yang menyenangkan saat berbisnis di industri ini, tantangan yang cukup ketat pun juga membayangi para pelaku di industri komputer dan teknologi. Kini, banyak brand dari berbagai macam wearable device yang berlomba-lomba untuk berkompetisi untuk mendapatkan perhatian market mulai dari segi harga, kualitas, hingga media untuk menjual. Tidak heran kan, kalau saat ini berbagai inisiatif dan upaya marketing dilakukan untuk menarik perhatian market mulai dari media sosial, jasa influencer, hingga iklan berbayar.
Tentunya para pelaku industri ini sibuk untuk bersaing satu sama lain sehingga peluang untuk bekerja sama menjadi terlupakan. Melalui ajang pameran ini, Indocomtech hadir sebagai solusi bagi para pelaku industri komputer dan teknologi untuk membangun kerja sama profesional antar sesama untuk mencetuskan inovasi dalam menghadirkan hingga mendistribusikan produk berkualitas kepada target market.
Indocomtech juga berkesempatan untuk mempertemukan para pelaku ini face-to-face bukan cara kuno yang harus dihilangkan, melalui pameran ini para pelaku dapat membangun hubungan bisnis yang lebih inovatif dengan cara yang casual dan friendly untuk mendapatkan partner-partner strategis.
]]>Dan untuk dapat mengembangkan kompetensi desain dan memadukannya dengan teknologi saat ini, AIDIA selaku Asosiasi yang menaungi para desainer komunikasi visual diIndonesia mengadakan satu acara bertajuk “Babarengan Pameran” atau BaPer. Pameran ini diprakarsai oleh Melvin Goenawan, salah satu praktisi printing cmyk.id.
Pameran ini menampilkan 58 karya seni mahasiswa Desain Komunikasi Visual(DKV) dari 11 perguruan tinggi di Bandung dan Cirebon. Selain pameran, ajang kali ini juga dimeriahkan dengan berbagai workshop. Pameran ini dibuka oleh KadisBudPar Kota Bandung Dra. Dewi Kaniasari MA.
Karya-karya yang ditampilkan pada pameran kali ini merupakan hasil saringan lebih dari 1000 karya mahasiswa. Ketua Pelaksana BaPer, Egi Anwari mengungkapkan “Kuratornya, kami bentuk tim, dengan mengundang dosen dari kampus-kampus. Setiap dosen punya kompetensi masing-masing, semisal kategori periklanan, creative desain, animasi, multimedia. Dosen itu kami sebar menilai sesuai kategori.”
Untuk meramaikan acara, selain pameran, diadakan pula workshop-workshop gratis yang masih berhubungan dengan seni dan desain. Diantaranya workshop desain menggunakan Wacom, workshop membuat film, workshop animasi, workshop photography, workshop menggambar dengan cat air hingga workshop sablon.
Salah satu member APKOMINDO, Grandtech System Indonesia yang merupakan salah satu distributor Wacom turut mensupport pameran ini. AXC juga turut hadir dengan memamerkan solusi bagi kampus dengan teknologi Thin Client. Tidak ketinggalan Xandrina Informatika turut menghadirkan printer HP T830 untuk mencetak desain hasil peserta workshop Wacom.
Mengangkat tema “Digital Smart Living” yang mencerminkan pola gaya hidup masa kini dari masyarakat khususnya perkotaan yang tidak bisa dilepaskan dari peranti gadget dan teknologi digital dalam aspek-aspek penting kehidupannya, BRIIndocomtech 2017 berusaha untuk memberikan update dari perkembangan teknologi, gawai, solusi, dan internet of things dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam melakukan bisnis.
Dalam pelaksanaannya tahun ini, Indocomtech kembali didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. untuk tahun keenam berturut-turut. Hal ini menandakan bahwa Indocomtech telah menjadi bagian dari sebuah komitmen Bank BRI sebagai bank terbesar di Indonesia, terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. “BRI sangat bangga bisa menjadi partner utama dari BRIIndocomtech 2017 dan harapannya bisa mendukung Marketing 4.0 yang mempertemukan digital provider, player dan juga dari online menjadi offline. Dan di pameran kali ini juga ada perusahaan-perusahaan fintech (financial technology) yang mengkolaborasikan bentuk-bentuk baru atau cara bertransaksi baru, yang mirip dengan perbankan,” ungkap Handayani.
Di sisi lain, pemerintah juga terus menggeber pembangunan termasuk dalam bidang Industri Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Indonesia agar semakin memiliki peran besar terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Nasional. Berdasarkan laporan The Global Competitiveness Index 2017-2018 yang dirilis oleh World Economic Forum, Indonesia berada di peringkat 36 dari 137 negara. Peringkat tersebut naik dari posisi tahun lalu 41 dari 138 negara. Dalam bidang IT, peringkat Indonesia juga mengalami peningkatkan dibanding pada 2016-2017, naik dari 91 menjadi 80.
Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang diwakili oleh Dr. Ir. Ismail MT, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, menyatakan industri telah banyak terpengaruh dari perkembangan Teknologi Informasi. Pemerintah melihat destructive technology sudah ada di depan mata dan mempengaruhi hampir semua sektor kehidupan. Destructive technology tersebut bisa menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaku bisnis di Indonesia. Ada tiga perubahan yang menjadi kunci yaitu kompetensi, enterpreneurship, dan partisipasi masyarakat.
“BRIIndocomtech 2017 memiliki kontribusi penting untuk mengajak para pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk meilihat perubahan dunia, perkembangan aplikasi, software, hardware, sehingga generasi muda Indonesia nantinya bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Kita saat ini berada di era baru untuk mempertahankan kedaulatan digital Indonesia,” tutur Ismail lebih lanjut.
Menurut Ismail, Pemerintah Indonesia ingin menempatkan Indonesia sebagai Negara Digital Economy terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Selain adanya E-commerce Roadmap, pemerintah menargetkan dapat menciptakan 1.000 technopreneurs baru pada tahun 2020 dengan valuasi bisnis USD130 miliar. Untuk itulah, pameran seperti BRIIndocomtech 2017 bisa menjadi pemicu untuk menciptakan startup atau peluang-peluang bisnis baru di bidang IT, baik sebagai produsen peranti digital, pencipta aplikasi dan solusi, atau penyedia e-commerce.
“Di tengah bisnis yang kini hampir semuanya menjadi online, sistem yang mengarah machine-to-machine (M2M) dan digital, ternyata masih diperlukan human touch. Itulah kenapa pameran BRIIndocomtech 2017 selalu disambut dan sangat dibutuhkan. Pameran BRIIndocomtech dapat menjadi kesempatan untuk terjadinya human touch atau interaksi antara penjual dan pembeli. Itulah sebabnya di pameran ini kita menghadirkan pemain-pemain online yang turut mendukung pameran ini dengan kehadiran secara offline,” kata Ketua Umum Yayasan APKOMINDO Indonesia (YAI) Ir. G. Hidayat Tjokrodjojo.
Yayasan APKOMINDO Indonesia berharap agar BRIIndocomtech 2017 dapat terus menjadi jendela perkembangan industri TIK Nasional yang memberikan gambaran langsung kepada masyarakat Indonesia maupun dunia internasional tentang posisi dan kemampuan industri TIK Indonesia pada saat ini. Menurut Hidayat, pameran ini ibarat sebuah etalase yang merangkum perkembangan teknologi di Indonesia, memberikan edukasi mengenai teknologi melalui workshop yang ada di dalamnya, sekaligus untuk memberikan peluang bagi startup-startup bisnis teknologi di Indonesia agar bisa menggaet calon investor, serta menjadi wadah bagi para investor dan pelaku industri internasional untuk berinvestasi di Indonesia.
Sumber: www.indocomtech.net
Kembali menjadi pendukung utama penyelenggaraan pameran di lini industri teknologi, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, berkomitmen untuk dapat terus mengiringi perkembangan teknologi bersama BRI Indocomtech 2017.
Menempati area pamer seluas 17.000 meter persegi, BRI Indocomtech 2017 tidak hanya menghadirkan kurang lebih sebanyak 300 exhibitor baik dalam dan luar negeri, yang memamerkan produk gadget, smartphone, virtual reality, dan beragam wearable device berbasis teknologi terbaik, tetapi juga menyajikan berbagai acara menarik dan mengedukasi mulai dari VR Theme Park, Seminar dan Workshop bersama I3Expo dalam program Idea Talks dan Revival E-Sport. Dimana seluruhnya dapat diikuti oleh para pengunjung pameran.
BRI Indocomtech 2017 yang diselenggarakan oleh PT Traya Eksibisi Internasional bersama yayasan APKOMINDO Indonesia, memfokuskan gelaran ini sebagai salah satu sarana pemanfaatan penggunaan teknologi digital secara cerdas. Dengan alasan tersebut, maka gelaran pameran teknologi akbar tahun ini, menyuguhkan area khusus B2B, dengan nama Indonesia International ICT Expo (I3EXPO), tepatnya di Assembly Hall. Area ini dikhususkan bagi seluruh praktisi bisnis di industri teknologi sebagai ‘media’ yang diharapkan mampu membantu dalam menjalin dan memperkuat jaringan bisnis sesuai yang dibutuhkan antara pengusaha lokal dan internasional. Dalam kegiatan ini, I3Expo akan menyelenggarakan seminar dan workshop teknologi dengan mengangkat 5 Major Categories ICT diantaranya mengenai Cloud, Enterprise Resource Planning (ERP), Financial Technology, Network & Security, serta Digital Marketing. Kegiatan yang akan disajikan kedalam lebih dari 15 topik ini, nantinya akan dimentori oleh para pembicara berkompeten di bidang IT dan digital.
BRI Indocomtech 2017 yang mematok tiket masuk hanya Rp20.000 per orang untuk hari Rabu – Jumat, dan Rp 30.000,- pada hari Sabtu dan Minggu ini, diharapkan mampu menjadi momentum terbaik dalam memperkenalkan perkembangan dan kemajuan teknologi digital, yang tengah menjadi trend saat ini.
sumber: www.indocomtech.net