Menempati area seluas 5000 m2 di hall 7, sebanyak 120 exhibitor dari 18 kategori siap menampikan perangkat teknologi informasi teranyar dan terupdate. Beberapa perangkat yang ditawarkan antara lain laptop, smartphone, kegiatan hobi seperti gaming dan video on demand, dan Home Appliance hingga Transportation Technology seperti sepeda listrik dan mobil listrik.
Mengusung tema “AI’m Existing”, gelaran Indocomtech ke 29, memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk senantiasa menjadi bagian dari solusi atas kemajuan teknologi yang berkembang pesat dan dinamis. Perkembangan teknologi AI (Artificial Intelligence) alias Kecerdasan buatan terus mengalami peningkatan yang pesat. Dengan nilai investasi hingga US$7 Miliar, teknologi ini diprediksi bertumbuh di Indonesia sebesar 27% pada 2027.
“Melalui Indocomtech kali ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih aware terhadap kemajuan teknologi AI, dan jeli melihat peluang yang bisa diperoleh dengan kecanggihan teknologi yang masif berkembang.”ujar Hidayat Tjokrodjojo
Gelaran Indocomtech tahun ini akan semakin semarak dengan hadirnya berbagai program dan acara yang menarik, seperti workshop, talkshow, peluncuran produk baru, acara awarding hingga robotic expo & playground. Ada pula berbagai kompetisi yang dapat diikuti seperti games competition, cosplay competition. Indocomtech turut mendukung talenta anak-anak Indonesia dalam bidang teknologi melalui KRON alias Kontes Robot Nusantara yang diikuti oleh anak SD hingga SMA dari 3 negara yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand.
Indocomtech 2023 terbuka untuk masyarakat umum. Informasi lengkap dapat dilihat di Instagram https://www.instagram.com/indocomtech/
]]>Diikuti oleh total 250 peserta pameran yang berasal dari dalam dan luar negeri, Indocomtech sukses menjadi tolak ukur dari perkembangan teknologi di Indonesia. Meningkatnya animo masyarakat dalam berkunjung dan bertambahnya nilai transaksi dibanding tahun lalu juga menjadi indikator kesuksesan lainnya. Dengan banyaknya produk IT berkualitas yang dibanderol dengan promo besar-besaran, Indocomtech sukses menyedot perhatian sebanyak 186.267 pengunjung dengan nilai transaksi sebesar ± Rp. 700 Milyar .
Hadirnya Indocomtech mendapatkan sambutan positif dari para pengunjung, di antaranya adalah Indah Rachmawati dan Irma. Kakak beradik yang datang ke Indocomtech pada Sabtu, 2 November 2019 ini mengaku sangat senang karena di Indocomtech mereka bisa membeli produk IT berkualitas dengan harga murah.
“Adik saya, Irma adalah seorang programmer dan kebetulan dia lagi butuh laptop yang spesifikasinya tinggi untuk menunjang pekerjaannya. Makanya pas tahu kalau Indocomtech lagi diadakan, kami pun datang karena pasti ada banyak promo besar-besaran. Benar saja. Harga laptop Acer yang kami incar sebenarnya dijual seharga Rp12 jutaan. Namun hanya di Indocomtech, kami bisa mendapatkan cashback sebesar Rp1,7 juta sehingga kami dapat membelinya dengan harga Rp10,3 juta saja. Wah, kami senang banget karena prinsip ekonomi untuk mendapatkan barang sebagus-bagusnya dengan harga semurah-murahnya kepakai banget di sini.” jelas Indah saat ditanya di booth Acer.
Selain promo, Indocomtech juga memberikan keceriaan lewat doorprize bagi para pengunjung beruntung yang sebelumnya telah berbelanja minimal Rp500.000 dan berlaku kelipatannya. Pada hari terakhir Indocomtech mengumumkan para pemenang yang dihadiri oleh Kementerian Sosial, Dinas Sosial dan pihak kepolisian. Tiga orang beruntung yakni Santi Megawati, Soegiono Soleman, Daniel Maulana terpilih sebagai pemenang undian yang berhak atas hadiah berupa masing-masing 1 unit Samsung Galaxy S10+ persembahan dari Telesindo Shop Indonesia. Sementara itu Erni Wahyuni (terpilih sebagai pemenang undian atas hadiah Laptop Gaming Asus ROG Strix G531 persembahan Asus Indonesia.
Keberhasilan penyelenggaraan Indocomtech 2019 tidak hanya diukur dari banyaknya jumlah pengunjung, jumlah transaksi ataupun besaran hadiahnya saja, namun juga seberapa luas manfaatnya untuk masyarakat. Diselenggarakannya Olimpiade TIK Nasional (OTN) oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk pertama kalinya dalam rangkaian Indocomtech 2019, sukses menjadi ajang literasi dan edukasi pada masyarakat Indonesia. Tercatat hampir 600 peserta yang terdiri dari siswa dan guru dari seluruh Indonesia hadir untuk mengikuti beragam kompetisi, seminar dan workshop.
Presiden Direktur Traya Eksibisi Internasional Bambang Setiawan menyatakan secara keseluruhan pelaksanaan Indocomtech memberikan kepuasan para peserta pameran.
“Kami mendapatkan feedback yang positif dari para peserta pameran. Tingginya gairah masyarakat dalam berbelanja dan memenuhi kebutuhan teknologi membuat para peserta pameran merasa puas karena mereka berhasil mencapai target penjualan serta mendapatkan peluang-peluang bisnis. Hadirnya arena kuliner untuk pertama kalinya dan adanya gelaran grand final OMEN Challenger Series di Indocomtech juga berpengaruh signifikan terhadap meningkatnya kunjungan masyarakat ke pameran ini” ungkap Bambang.
Lebih lanjut Bambang Setiawan mengatakan, keberhasilan Indocomtech 2019 tak terlepas dukungan berbagai pihak. Sebagai penyelenggara, Traya Eksibisi Internasional terus berupaya melakukan berbagai inovasi sesuai dengan tren yang berkembang dan jeli menangkap kebutuhan masyarakat. Selama 27 tahun eksis menjadi trendsetter perkembangan teknologi komunikasi dan informatika, Bambang Setiawan optimis tahun 2020, Indocomtech bisa lebih baik lagi.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi semua pihak, mulai dari Yayasan Apkomindo Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika, PGRI, para sponsor, para peserta, serta rekan-rekan media yang mempublikasikan pameran ini secara positif sehingga Indocomtech 2019 berjalan sukses. Kami berharap semoga di pelaksanaan tahun-tahun berikutnya, Indocomtech semakin meriah dan inovatif dalam menghadirkan beragam tren teknologi terkini.” tutur Bambang Setiawan.
www.indocomtech.net/news
Mengangkat tema “Digital Smart Living” yang mencerminkan pola gaya hidup masa kini dari masyarakat khususnya perkotaan yang tidak bisa dilepaskan dari peranti gadget dan teknologi digital dalam aspek-aspek penting kehidupannya, BRIIndocomtech 2017 berusaha untuk memberikan update dari perkembangan teknologi, gawai, solusi, dan internet of things dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam melakukan bisnis.
Dalam pelaksanaannya tahun ini, Indocomtech kembali didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. untuk tahun keenam berturut-turut. Hal ini menandakan bahwa Indocomtech telah menjadi bagian dari sebuah komitmen Bank BRI sebagai bank terbesar di Indonesia, terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. “BRI sangat bangga bisa menjadi partner utama dari BRIIndocomtech 2017 dan harapannya bisa mendukung Marketing 4.0 yang mempertemukan digital provider, player dan juga dari online menjadi offline. Dan di pameran kali ini juga ada perusahaan-perusahaan fintech (financial technology) yang mengkolaborasikan bentuk-bentuk baru atau cara bertransaksi baru, yang mirip dengan perbankan,” ungkap Handayani.
Di sisi lain, pemerintah juga terus menggeber pembangunan termasuk dalam bidang Industri Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Indonesia agar semakin memiliki peran besar terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Nasional. Berdasarkan laporan The Global Competitiveness Index 2017-2018 yang dirilis oleh World Economic Forum, Indonesia berada di peringkat 36 dari 137 negara. Peringkat tersebut naik dari posisi tahun lalu 41 dari 138 negara. Dalam bidang IT, peringkat Indonesia juga mengalami peningkatkan dibanding pada 2016-2017, naik dari 91 menjadi 80.
Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang diwakili oleh Dr. Ir. Ismail MT, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, menyatakan industri telah banyak terpengaruh dari perkembangan Teknologi Informasi. Pemerintah melihat destructive technology sudah ada di depan mata dan mempengaruhi hampir semua sektor kehidupan. Destructive technology tersebut bisa menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaku bisnis di Indonesia. Ada tiga perubahan yang menjadi kunci yaitu kompetensi, enterpreneurship, dan partisipasi masyarakat.
“BRIIndocomtech 2017 memiliki kontribusi penting untuk mengajak para pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk meilihat perubahan dunia, perkembangan aplikasi, software, hardware, sehingga generasi muda Indonesia nantinya bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Kita saat ini berada di era baru untuk mempertahankan kedaulatan digital Indonesia,” tutur Ismail lebih lanjut.
Menurut Ismail, Pemerintah Indonesia ingin menempatkan Indonesia sebagai Negara Digital Economy terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Selain adanya E-commerce Roadmap, pemerintah menargetkan dapat menciptakan 1.000 technopreneurs baru pada tahun 2020 dengan valuasi bisnis USD130 miliar. Untuk itulah, pameran seperti BRIIndocomtech 2017 bisa menjadi pemicu untuk menciptakan startup atau peluang-peluang bisnis baru di bidang IT, baik sebagai produsen peranti digital, pencipta aplikasi dan solusi, atau penyedia e-commerce.
“Di tengah bisnis yang kini hampir semuanya menjadi online, sistem yang mengarah machine-to-machine (M2M) dan digital, ternyata masih diperlukan human touch. Itulah kenapa pameran BRIIndocomtech 2017 selalu disambut dan sangat dibutuhkan. Pameran BRIIndocomtech dapat menjadi kesempatan untuk terjadinya human touch atau interaksi antara penjual dan pembeli. Itulah sebabnya di pameran ini kita menghadirkan pemain-pemain online yang turut mendukung pameran ini dengan kehadiran secara offline,” kata Ketua Umum Yayasan APKOMINDO Indonesia (YAI) Ir. G. Hidayat Tjokrodjojo.
Yayasan APKOMINDO Indonesia berharap agar BRIIndocomtech 2017 dapat terus menjadi jendela perkembangan industri TIK Nasional yang memberikan gambaran langsung kepada masyarakat Indonesia maupun dunia internasional tentang posisi dan kemampuan industri TIK Indonesia pada saat ini. Menurut Hidayat, pameran ini ibarat sebuah etalase yang merangkum perkembangan teknologi di Indonesia, memberikan edukasi mengenai teknologi melalui workshop yang ada di dalamnya, sekaligus untuk memberikan peluang bagi startup-startup bisnis teknologi di Indonesia agar bisa menggaet calon investor, serta menjadi wadah bagi para investor dan pelaku industri internasional untuk berinvestasi di Indonesia.
Sumber: www.indocomtech.net