Salah satu monitor yang diperkenalkan adalah seri VX3217-2KC-mhd. Monitor ini memiliki resolusi WQHD yang akan memberikan pengalaman menonton bidang luas dengan nyaman. Layar monitor memiliki refresh rate 75Hz yang menyediakan kinerja layar mulus secara keseluruhan dan dirancang dengan bezel edge-to-edge frameless, memberikan kesan estetis bersih dan terintegrasi dengan pengaturan multi-monitor.
Monitor ini didukung dengan speaker ganda yang memberi pengalaman mendalam disektor audio. DisplayPort, Mini DisplayPort dan 2 input HDMI menawarkan pilihan konektivitas yang fleksibel untuk hiburan, dan fitur ViewSonic ViewMode yang memberikan preset intuitif untuk kinerja layar yang optimal untuk pemakaian hiburan di rumah dan multimedia yang berbeda.
Selain seri VX3217-2KC-mhd, masih banyak lagi jajaran monitor terbaru Viewsonic yang diperkenalkan untuk pasar tanah air melalui PT. Synnex Metrodata Indonesia.
Touchscreen
Teknologi ini menggunakan sensor sentuhan dan saat ini banyak digunakan pada semua perangkat gadget. Sensor ini memberikan masukan melalui sentuhan, gerakan, gesekan atau beberapa sentuhan bersamaan disebut juga multi-touch dengan menggunakan jari atau perangkat seperti pena.
Retina Display
Teknologi ini pertama kali diperkenalkan oleh Apple Inc saat membesut Apple iPhone4. Retina display ini adalah satu teknologi yang membuat mata pengguna sulit untuk mengidentifikasi piksel pada sebuah layar.
Teknologi Retina Display bisa diaplikasikan pada perangkat yang memiliki kepadatan piksel lebih dari 163ppi. Keunggulan dari teknologi ini adalah tampilan yang lebih jernih dan warna lebih tajam.
Quantum Dot
Teknologi ini diperkenalkan oleh Samsung saat merilis hadirnya Smart TV SUHD. Teknologi ini mampu memproduksi gambar dengan tampilan lebih terang dan tone warna yang lebih menonjol. Dengan begitu, kontras warna dan ketajaman gambar akan tampak lebih jelas dan terang.
Corning Gorilla Glass
Teknologi ini adalah pelindung kaca khusus pada layar sentuh HP atau Smartphone, berbahan alkali aluminosilikat, memiliki ketahanan terhadap kerusakan yang luar biasa, membantu melindungi layar ponsel dari goresan, tetesan, dan penggunaan sehari-hari. Gorilla Glass banyak digunakan oleh perusahaan vendor Smartphone untuk membuat layar ponsel lebih kuat, tahan lama dan dapat diandalkan.
Superhydrophobic Display
Teknologi ini dikembangkan dan dipatenkan oleh SAMSUNG. Raksasa elektronik asal Korea itu mengklaim bahwa teknologi ini mampu mengusir air, serta debu dan kotoran dari atas permukaan layar. Hal ini juga mengurangi pantulan cahaya dan sangat tahan terhadap sidik jari dan noda.
Pada sebuah monitor, tertanam layar display yang digunakan untuk menampilkan gambar. Dalam perkembangannya, beberapa teknologi canggih dibenamkan untuk memperoleh tampilan yang maksimal. Beberapa teknologi display yang dikenal antara lain:
CRT (Cathoda Ray Tube)
Dikenal dengan sebutan teknologi tabung, CRT diperkenalkan oleh Karl Ferdinand Braun. Pada monitor CRT, layar penampil yang digunakan berupa tabung sinar katoda. Teknologi ini akan memvisualisasikan gambar dengan cara memancarkan sinar elektron ke suatu titik di layar. Sinar tersebut akan diperkuat untuk menampilkan sisi terang dan diperlemah untuk sisi gelap.
Teknologi ini memiliki kelemahan yaitu semakin besar display yang akan dibuat maka semakin besar pula tabung yang digunakan. Selain itu, energi listrik yang dibutuhkan cukup besar dan memiliki radiasi elektromagnetik yang cukup kuat.
Monitor CRT pun berevolusi mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Jenis-jenis monitor CRT antara lain:
LCD (Li
quid Crystal Display)
Monitor jenis ini disebut pula Flat Display Panel. Monitor jenis ini tidak lagi menggunakan tabung, tetapi menggunakan kristal cair yang dapat berpendar. Kristal cair merupakan molekul organik kental yang mengalir seperti cairan, tetapi memiliki struktur spasial seperti kristal. Pada satu kristal cair, terdapat banyak sekali Titik Cahaya (Piksel). Dengan menyorotkan sinar melalui kristal cair, intensitas sinar yang keluar dapat dikendalikan secara elektrik sehingga dapat membentuk panel-panel datar.
Display layar ini berbentuk pipih dengan kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan CRT. Dengan bentuk yang pipih, maka monitor jenis ini menyerap energi listrik yang kecil. Keunggulan lain monitor LCD adalah adanya brightness ratio yang telah menyentuh angka 350 : 1. Brigtness ratio merupakan perbandingan antara tampilan yang paling gelap dengan tampilan yang paling terang.
Pada bagian layar LCD terdapat dua bagian elektroda dan polaroid. Elektroda dalam lapisan tersebut berfungsi untuk menciptakan medan listrik pada kristal cair, sedangkan polaroid digunakan untuk menciptakan suatu polarisasi. Kristal Cair yang dilewati arus listrik akan berubah karena pengaruh polarisasi. Ada beberapa jenis monitor LCD antara lain:
OLED (Organic Light Emitt
ing Diode)
Oled adalah sebuah komponen semikonduktor yang solid. Dibuat dengan menyisipkan beberapa lembar lapisan tipis
organik diantara dua konduktor. Jika di aliri arus maka OLED akan menyala. OLED tidak membutuhkan sumber cahaya lain seperti halnya LCD yang membutuhkan backlight sebagai sumber cahayanya.
Teknologi OLED memiliki lapisan bahan organik, berbasis karbon, berada di antara dua lapisan yang disebut anoda dan katoda, terjepit di antara lapisan atas dan pelat bawah kaca. Layar OLED jauh lebih baik dibandingkan dengan tipe layar LCD karena menghasilkan warna yang luar biasa, memiliki kecepatan respon lebih cepat, sudut pandang lebih luas, kecerahan warna lebih tinggi dan bobotnya cukup ringan.
Jika dibagi berdasar kontrol elektroniknya, OLED terbagi dalam 2 jenis yaitu PMOLED (Passive Matrix OLED) dan AMOLED (Active Matrix OLED). Yang terbaru, perusahaan elektronik terkemuka asal negeri ginseng Korea, SAMSUNG, mengembangkan jenis layar dengan nama Super AMOLED. Layar Super AMOLED memiliki sensor sentuh pada layar itu sendiri, lebih tipis dan lebih responsif. Ada pula, layar Flexible OLED sehingga layar bersifat lentur. Supaya tidak pecah saat dilengkungkan, kaca dibelakang panel layar diganti dengan material plastik