agencuan

lintas808

slot777

bromoslot

agencuan

okewla

QQCUAN

lapak77

Joker88

sbobet mobile

slot bola

slot bola

slot deposit 5000

slot gacor

link gacor

https://genosys.pro/

https://holodservice.kz/

slot gacor 4d

slot gacor 777

slot bola

https://one.org.tr/Tr/

https://pertanian.umk.ac.id/alumni/

169CUAN

LAPAK77

https://mca.earth

https://media.vsme.vn/

RAJA88

https://bahta.desa.id/

https://simonas.langsakota.go.id/

https://pn-bangkalan.go.id/

https://donfernandosmexicanrestaurant.com/

https://nmrr.gov.my/storage/media/6066/

https://kezuvo.com/

https://airmaryhs.edu.bd/

https://pertanian.umk.ac.id/

https://dkv.isi-ska.ac.id/

BOKEP

https://oia.umk.ac.id/

https://pg.bowen.edu.ng/

DJARUMTOTO

ALEXISTOTO

Candy Crush Jadi Saksi Kota Banyuwangi

Cerita inspiratif dari penduduk desa petanang ilir lubuklinggau meraup 1 miliar

Cerita Pemuda Magelang Optimis Raih Ratusan Juta Dari Mahjong

Dukung Masyarakat Bali Hadapi Tantangan Teknologi Lewat Mahjong

Fakta Menarik Tentang Black Scatter di Solo Ini Rinciannya

Game PGSOFT Ini Katanya Paling Maknyos 2025 Ini Bukti RTP nya

Gates of Olympus Jadi Perbincangan Hangat di Dunia Game Online

Ikuti Aspirasi Member Luncurkan Fitur Terbaru di Banjarmasin

Kampung Scatter di Cirebon Jadi Pusat Edukasi Strategi Game Online

Kuliner Scatter Naga Hitam Mahjong Wajib Dicoba Warga Tanggerang

Mahjong Permainan Tradisional Tiongkok Dengan Scatter Hitam Yang Meledak Beruntun

Mas Bagus Dapat Transferan Rp28000000 Juta Dari Lucky Neko

Masyarakat Banda Aceh Takjub Dengan Scatter Beruntun Ternyata Tiap Hari Dapat Uang Tambahan Di 169CUAN

Masyarakat Jakarta Temukan Harapan Dari Sweet Bonanza

Melatih Emosi dan Fokus Lewat Permainan Mahjong Ways Di Cirebon

Metode Rumus Pecahkan Pola Scatter Gates of Olympus 1000

Modal Handphone OPPO Find N5 Sudah Bisa Menang Besar Game Online Candy Crush

Pak Aldo Guru Honorer Asal Sukabumi Bikin Geger Warganet Setelah Menang Rp678000000 Juta Dari Mahjong Ways 2

Pemain Asal Semarang Tak Sabar Tunggu Bonus Berikutnya Dari Game Online

Pemain Balikpapan Sambut Era Mahjong Wins 3 Bersama Para Warga

Pemain Bandung Raup Bonus Besar Ternyata Berhasil Kalahkan Scatter Hitam

Pemeerintahan Manis Sweet Bonanza Bantu Lampung Hadapi Dampak Iklim

Terbongkar Ini Dia Game PGSOFT Baru Yang Lagi Viral Mahjong Ways 2

Tukang Ukir Kayu Bernama Maskur Ikut teman Coba Aztec Warrior

Viral Seorang Pemuda Ungkap Potensi Scatter Mahjong Ways Terbaik Di Surakarta

Warga Depok Nikmati Sistem Scatter Sweet Bonanza 1000 Mudah Menang Dalam 5x Spin

Warga Purwakarta Wajib Tahu Cara Kurangi Risiko Rugi Saat Scatter Sweet Bonanza Tidak Muncul

Seorang Pemuda Majalengka Viral Setelah Meraup Rp63000000 Juta Dari Mahjong Ways 2

Youtuber Live Main Mahjong Ways 2 Tembus Rp194000000 Juta 98 Persen Viewer Catat Pola Autospin Tiktok

Dapat Rezeki Nomplok Dari Scatter Hitam Mahjong Ways

Terungkap Kisah Mengejutkan Mas Hardi Pegawai Pemerintahan Di Jakarta Utara Yang Mendadak Kaya Dari Mahjong Ways 2

Suasana Malam Yang Jadi Indah ketika Maxwin 2x Dari Sweet Bonanza Cuma Modal Rp50 Ribu

Tugu Olympus Semoga Bisa Menjadi Icon Baru Dan Daya Tarik Wisata Di Sindangsari

Trending Di Google Rekomendasi Game Mahjong Ways 2 RTP Tertinggi 2025

Sensasi Baru Menyapa Medan Tukang Es Keliling Raih Cuan Dari Sweet Bonanza

Viral Pemuda Pengangguran Lampung Menang Rp15000000 Juta Dari Mahjong Ways

Guru SDN Negeri Pinggiran Menang Rp78000000 Juta Di Sugar Rush 98 Persen Muridnya Ikut Pola Dan Raih Bonus Besar

48

49

50

51

52

53

54

55

59

60

Kemendikbud – apkomindo https://apkomindo.info apkomindo Mon, 01 Jul 2019 04:08:24 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.7.5 https://apkomindo.info/wp-content/uploads/2017/02/cropped-cropped-cropped-apkomindo-logo-1-1-1-1-32x32.png Kemendikbud – apkomindo https://apkomindo.info 32 32 Pemanfaatan TIK Penting Bagi Pendidikan https://apkomindo.info/pemanfaatan-tik-penting-bagi-pendidikan/ https://apkomindo.info/pemanfaatan-tik-penting-bagi-pendidikan/#respond Mon, 01 Jul 2019 04:08:24 +0000 http://apkomindo.info/?p=1284 Dalam rangka mengoptimalkan pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud bekerjasama dengan Dharma Pertiwi (Persatuan Istri Prajurit Tentara Nasional Indonesia) menyelenggarakan pelatihan pemanfaatan TIK untuk pembelajaran bagi kepala sekolah dan guru yayasan di bawah naungan Dharma Pertiwi. Acara ini digelar pada hari Senin hingga Kamis, tanggal 24 sampai 27 Juni 2019, di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Jawa Barat dan diikuti oleh sekitar 347 Kepala Sekolah dan Guru dibawah naungan Dharma Pertiwi.

Mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud, Didik Suhardi, dalam sambutannya menyampaikan seiring dengan perkembangan teknologi, kehadiran teknologi komunikasi harus dipandang sebagai suatu peralatan yang sangat strategis dan penting guna membangun pendidikan. Kehadiran TIK sangat membantu kepala sekolah dan guru untuk hadir ditengah-tengah pendidikan.“Kalau dulu semboyannya adalah when the classroom door close, teachers is the king, ketika pintu kelas ditutup, guru adalah raja maka nanti rajanya disamping guru ada TIK. Karena anak-anak sudah bawa TIK semua, anak-anak membawa gadged, yang itu sebetulnya bisa menggantikan kalau gurunya hanya biasa-biasa saja,” ujar Didik Suhardi saat membuka pelatihan dimaksud di Sentul, Bogor, pada Senin malam.

Ketua Umum Dharma Pertiwi, Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan, bahwa pada pelatihan ini aplikasi-aplikasi yang telah dibuat oleh Pustekkom Kemendikbud seperti Rumah Belajar, Bank Soal, Kelas Maya, TV Edukasi, akan dimanfaatkan dengan diisi praktek pembuatan media pembelajaran, seperti pembuatan video sederhana. “Dalam era milenial saat ini dengan penguasaan TIK akan sangat membantu dalam pembelajaran peserta didik di sekolah-sekolah dibanding masa lampau. Kecepatan dan jangkauan kegiatan pembelajaran akan sangat mungkin jauh melompat maju dengan penguasaan TIK,” ujarnya.

Selanjutnya Nanny menambahkan dengan pelatihan pemanfaatan TIK ini, diharapkan dapat membantu guru-guru menguasai TIK dan memberikan motivasi untuk terus memperdalam pengetahuan TIK-nya. “Untuk kemudian diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang lebih jelas, menarik dan dimengerti oleh para anak didik dan juga menularkan, memotivasi, dan terus menyemangati anak didik untuk terampil dan menguasai TIK, sehingga mampu bersaing dengan anak didik sekolah-sekolah di mancanegara,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pustekkom Kemendikbud, Gogot Suharwoto menyampaikan, kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran dengan memanfaatkan TIK merupakan kunci dari paradigma perubahan pendidikan. Untuk itu, workshop ini sangat penting agar pendidik TIK memiliki kompetensi dalam melaksanakan pembelajaran.

“Melalui jaringan ini kami berharap bapak dan ibu guru serta kepala sekolah yang hadir bisa memanfaatkan rumah belajar dan TV Edukasi. Melalui jaringan ini, kami berharap bapak ibu guru dan kepala sekolah bisa memanfaatkan dan mengimplementasi rumah belajar dan TV Edukasi di sekolah bapak Ibu masing-masing,” ujar Gogot.

Kemdikbud melalui Pustekom telah mengembangkan rumah belajar dengan jumlah pengunjung pada Januari hingga awal Juni 2019 sudah mencapai 23 juta. Mereka terdiri dari guru, siswa dan masyarakat, terutama orang tua. Pustekom juga memiliki TV Edukasi yang berfungsi untuk menyampaikan model-model pembelajaran berbasis teknologi, mengenai pendidikan, kegiatan pendidikan dan budaya.

]]>
https://apkomindo.info/pemanfaatan-tik-penting-bagi-pendidikan/feed/ 0
Sosialisasi UN 2019 https://apkomindo.info/sosialisasi-un-2019/ https://apkomindo.info/sosialisasi-un-2019/#respond Wed, 26 Dec 2018 06:12:51 +0000 http://apkomindo.info/?p=1186 Ujian Nasional (UN) akan kembali diselenggarakan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2019. BSNP telah menetapkan POS penyelenggaraan UN pada tanggal 29 November 2018. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan sosialisasi kebijakan UN pada hari Jumat, 21 Desember 2018. Acara ini diikuti oleh kepala dinas pendidikan provinsi, ketua pelaksana UN tingkat provinsi, perwakilan dari direktorat terkait di Kemendikbud dan Kementerian Agama. Melalui sosialisasi ini diharapkan ada pemahaman dan kesamaan pengertian di kalangan panitia pelaksana UN, terkait dengan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi UN 2019.

Totok Suprayitno Kepala Balitbang dalam kapasitasnya mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berpesan supaya UN tahun pelajaran 2018/2019 dilaksanakan dengan baik dan penuh integritas. Totok juga mengatakan bahwa pemanfaatan hasil UN untuk perbaikan proses pembelajaran masih belum optimal.

“Penilaian tidak cukup untuk meningkatkan pembelajaran jika tidak diikuti dengan adanya umpan balik terhadap hasil penilaian yang dilakukan oleh guru. Pemerintah tidak cukup menyelenggarakan UN setiap tahun, demikian juga guru tidak cukup melaksanakan ulangan setiap hari, jika tidak ada usaha untuk perbaikan proses pembelajaran”, ucap Totok.

Hamid Muhammad Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan pentingnya penerapan prinsip berbagi sumber (resource sharing) untuk perluasan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).  Pelaksanaan berbagi sumber dapat dilakukan antar jenjang (SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK) atau antar jalur pada pendidikan formal dan nonformal.

Lebih lanjut Hamid Muhammad menekankan supaya dalam melakukan prinsip berbagi sumber tidak terjadi transaksional yang memberatkan peserta UN. “Saya mohon supaya Dinas Pendidikan mengawal penerapan prinsip berbagi sumber ini, sehingga tidak ada praktik penarikan biaya yang memberatkan peserta didik atau satuan pendidikan”, pesan Dirjen seraya menambahkan target pelaksanaan UNBK untuk  SMK dan SMA adalah 100 persen, sedangkan untuk SMP 85 persen.

Sementara itu Harris Iskandar Direktur Jenderal PAUD dan DIKMAS mengatakan pelaksanaan UNBK untuk pendidikan kesetaraan program paket C dan paket B telah mencapai 97 persen pada tahun 2018. Target pelaksanaan UNBK pada tahun 2019 seratus persen. “Target ini bisa dicapai jika penerapan prinsip berbagi sumber dioptimalkan dengan menggunakan infrastuktur yang dimiliki sekolah formal”, ucap Harris.

Terkait dengan UN yang tidak lagi  menentukan kelulusan, Harris mengatakan bahwa UN bagi peserta didik pada pendidikan kesetaraan berfungsi sebagai ujian penyetaraan. “UN tidak menentukan kelulusan, tetapi berfungsi sebagai ujian penyetaraan”. Oleh karena itu, jumlah mata pelajaran yang diujikan dalam UN untuk pendidikan kesetaraan lebih banyak daripada mata pelajaran yang diujikan ada pendidikan formal.

Bambang Suryadi Ketua BSNP menyampaikan bahwa pelaksanaan UN pada tahun 2019 dimulai pada akhir Maret, yaitu tanggal 25-28 Maret untuk SMK/MAK. UN SMA/MA dilaksanakan pada tanggal 1,2,4, dan 8 April 2019. UN Program Paket C/Ulya  dilaksanakan pada tanggal 12-16 April 2019. Sedangkan UN SMP/MTs dilaksanakan pada tanggal 22-25 April 2019 dan UN Program Paket B/Wustha dilaksanakan pada tanggal 4, 5 dan 12 Mei 2019.

]]>
https://apkomindo.info/sosialisasi-un-2019/feed/ 0
Mendikbud Ingin Siswa Indonesia Pegang Kendali di Era Indonesia Emas 2045 https://apkomindo.info/mendikbud-ingin-siswa-indonesia-pegang-kendali-di-era-indonesia-emas-2045/ https://apkomindo.info/mendikbud-ingin-siswa-indonesia-pegang-kendali-di-era-indonesia-emas-2045/#respond Mon, 17 Dec 2018 10:57:39 +0000 http://apkomindo.info/?p=1176 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud, Muhadjir Effendy, mengimbau para siswa SMA/SMK untuk memperkuat jaringan dalam menghadapi Era Indonesia Emas Tahun 2045. “Nantinya pada tahun 2045, kalian akan berusia sekitar 45-46 tahun. Usia tersebut merupakan puncak kematangan seseorang. Artinya di era Indonesia Emas nanti, saat 100 tahun kemerdekaan Indonesia, andalah yang memegang kendali dan memimpin Indonesia di semua bidang yang anda kuasai sekarang. Saya berharap kamu yang berada di pucuk-pucuk struktur, dalam struktur sosial, politik, dan ekonomi di Indonesia, sesuai dengan bidang kamu masing-masing”, ujar Mendikbud saat memberikan sambutan pada acara Apresiasi Siswa SMA/SMK Berprestasi (ASB), di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Untuk itu, Mendikbud mengimbau kepada peserta ASB agar memanfaatkan forum ini untuk menjalin kerjasama, menjalin hubungan, saling mengenal, kalau bisa diabadikan menjadi sebuah persaudaraan. “Menjadi sebuah pertemanan yang abadi. Saling berkomunikasi antara satu sama lain. Itulah namanya jaringan, itulah namanya developing, jadi developing yang benar, bukan yang dibangun dari jaringan dunia maya”, ujar Mendikbud.

Peserta ASB, dikatakan Mendikbud, berasal dari latar belakang dan daerah yang berbeda-beda. “Tapi satu yang harus anda pahami, anda adalah satu yaitu anak Indonesia”, tegas Muhadjir Effendy.

Bahkan, menurut Mendikbud, yang lebih hebat lagi semua peserta ASB adalah siswa-siswa berprestasi. Dari sekitar 10 juta siswa SMA dan SMK, yang diundang dalam acara ini hanya 300 orang, yaitu hanya siswa-siswa yang memiliki keunggulan komparatif diantara seusianya. “Artinya, kamu semua yang menentukan masa depan Indonesia”, kata Mendikbud.

Selanjutnya Mendikbud menyampaikan pengalamannya sebagai mantan aktivis mahasiswa yang sering bertemu dan membangun hubungan dengan mahasiswa dari berbagai daerah, mulai dari Papua sampai Aceh. “Ketika saya di Jakarta, menjadi menteri, teman seangkatan saya banyak di sini, ada di beberapa pemerintahan dan semua itu memperlancar tugas saya sebagai menteri”, ungkap Mendikbud.

Jaringan dulu, menurut Mendikbud, tidak selengkap sekarang. Kalau sekarang diperkuat dengan media sosial, yang bisa mempercepat dan memperlancar hubungan yang dibangun. “Jadi anakku sekalian, manfaatkan pertemuan ini untuk menjalin hubungan itu. Saya sangat percaya kepada kamu semua. Kalau ada generasi yang membentuk kelompok kuat untuk membangun masa depan Indonesia seperti anda semua, saya yakin Indonesia tidak kehilangan peluang untuk menjadi negara besar dan maju”, harap Muhadjir.

Dalam memajukan bangsa ini, kata Mendikbud, ada prasyaratnya, salah satunya adalah infrastruktur atau prasarana. Sebelum ada sarana, harus didahului dengan prasarana. Pra itu sebelum, jadi sebelum ada kendaraan harus ada jalannya, sehingga jalan adalah prasarana, dan kendaraan itu adalah sarananya. Infrastruktur adalah mutlak apabila kita ingin maju, tidak ada satupun negara maju tanpa didukung infrastruktur yang kuat.

]]>
https://apkomindo.info/mendikbud-ingin-siswa-indonesia-pegang-kendali-di-era-indonesia-emas-2045/feed/ 0
Kemendikbud Sambut Revolusi Industri 4.0 Melalui Praktik Baik STEM dan HOTS https://apkomindo.info/kemendikbud-sambut-revolusi-industri-4-0-melalui-praktik-baik-stem-dan-hots/ https://apkomindo.info/kemendikbud-sambut-revolusi-industri-4-0-melalui-praktik-baik-stem-dan-hots/#respond Sat, 15 Dec 2018 11:51:06 +0000 http://apkomindo.info/?p=1173 Pendidikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari arus globalisasi karena berkaitan erat dengan ketersediaan serta penyiapan sumber daya manusia (SDM) di dalamnya. Revolusi Industri 4,0 sesungguhnya merupakan salah satu pemantik bagi pendidikan agar dapat lebih intensif dalam mencetak lulusan yang kompeten dan kompetitif menghadapi arus globalisasi yang telah nyata membawa perubahan di berbagai bidang.

“Kalau melihat judulnya STEM dan Revolusi Industri 4.0, ini jelas merupakan tema yang sangat futuristik. Pendidikan selalu bicara masa depan, berdasarkan pengalaman masa lampau dan masa kini”, demikian disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Balitbang Kemendikbud), Totok Suprayitno, saat membuka Workshop Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) dan Revolusi Industri 4.0, di kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

“Kita melihat masa depan, karena kita ingin mendidik anak-anak kita untuk hidup di masa depan. Pendidikan sendiri ditujukan untuk hidup secara bermartabat, agar anak-anak kita bisa menjalani kehidupan secara bermartabat, dan sekaligus bisa memartabatkan kehidupan itu sendiri, serta mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Totok.

Selanjutnya, Totok menjelaskan, pendidikan science, technology, engineering, mathematics, memberikan peluang bagi guru untuk memperlihatkan kepada peserta didik bahwa konsep, prinsip, dan teknik dari sains, teknologi, kerekayasaan, dan matematika dapat digunakan secara terintegrasi, dan tidak bermakna hanya penguatan praksis pendidikan dalam bidang-bidang STEM secara terpisah. Tapi memfokuskan proses pendidikan pada pemecahan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari maupun kehidupan profesi mereka nanti.

“Kalau kita ingin menyiapkan anak, maka kita perlu menyiapkan diri. Diri dan sekolah sebagai miniatur masyarakat masa depan. Kita perlu menyiapkan anak-anak itu untuk memilih perjalanan kehidupan yang unpredictable. Kehidupan yang membutuhkan creative thinking, serta critical thinking dalam memecahkan berbagai persoalan yang belum diprediksi sebelumnya dan itulah yang dinamakan High Order Thinking Skills (HOTS). Jadi STEM memerlukan penalaran tingkat tinggi,” tutur Totok.

Totok menambahkan, upaya mendiseminasikan dan menginisiasi pendekatan STEM dalam pembelajaran telah dilakukan oleh berbagai pihak, hal ini tergambar pada praktik baik pendekatan dalam pembelajaran di sekolah.

Totok menyayangkan ketidaksiapan para siswa ketika menjawab soal Ujian Nasional (UN). “Anak anak kita didalam UN, biasanya lemah ketika menerjemahkan persoalannya apa, kemudian memecahkan dengan menggunakan konsep matematika. Kalau disajikan soal dengan matematika tersembunyi, susahnya banyak, jeblok. Yang bisa itu (hanya) 6%, 5%, tapi kalau sudah diketahui rumusnya, jago. Jadi pembelajaran kita tampaknya sangat rumus oriented”, pungkas Totok.

Workshop sehari yang mengangkat tema “Praktik Baik Pembelajaran STEM dan HOTS dalam Menyongsong Revolusi Industri 4.0”, bertujuan untuk menggali beragam praktik baik di sekolah, guna memetakan dan mengelaborasi ragam kriteria praktik pembelajaran yang dapat dinyatakan sebagai pendekatan STEM pada pembelajaran.

]]>
https://apkomindo.info/kemendikbud-sambut-revolusi-industri-4-0-melalui-praktik-baik-stem-dan-hots/feed/ 0
16 Kepala Daerah Menerima Anugerah Kihajar 2018 https://apkomindo.info/16-kepala-daerah-menerima-anugerah-kihajar-2018/ https://apkomindo.info/16-kepala-daerah-menerima-anugerah-kihajar-2018/#respond Mon, 15 Oct 2018 03:41:12 +0000 http://apkomindo.info/?p=1127 Setelah melalui berbagai tahapan seleksi dari tingkat daerah hingga nasional, anugerah Kihajar(Kita harus Belajar) tahun 2018 mencapai puncaknya pada hari Jumat, 12 Oktober 2010. Anugerah Kihajar tahun 2018 mengangkat tema “Pendayagunaan TIK Pendidikan dan Kebudayaan dalam Menyiapkan Generasi Milenial Menghadapi Revolusi Industri 4.0”

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Didik Suhardi memberikan penghargaan Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) 2018 kepada 16 kepala daerah yang berprestasi dalam memajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pendidikan di daerahnya masing-masing. Ke-16 kepala daerah tersebut terdiri dari 5 Gubernur, 7 Walikota, dan 4 Bupati.

“Kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan sulit dihindari, selain tuntutan kemajuan zaman, juga karena kondisi negara Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau maka TIK merupakan salah satu solusi terhadap proses pembelajaran yang bermutu. Kemendikbud memberikan apresiasi kepada daerah yang sudah berupaya keras dalam memajukan pendidikan dengan mendayagunakan TIK di wilayahnya,” tutur Didik.

Disebutkan, dengan TIK semuanya bisa dilakukan dan dijangkau, tapi hanya satu yang tidak bisa digantikan oleh TIK yaitu inspirasi. “Oleh karena itu, guru kedepan diharapkan bagaimana dia bisa menginspirasi pada siswa-siswanya. Jadi TIK bisa menjadi bagian dari proses belajar mengajar seperti apa yang kita lakukan,” terangnya.

Selain penghargaan tersebut, penghargaan juga diberikan kepada para pemenang Kuis Kihajar, Lomba Mobile Kihajar, Radio Peduli Pendidikan dan Kebudayaan, Ensiklomedia, Membatik (membuat bahan belajar berbasis TIK), serta Duta Rumah Belajar.

“Saya mengapresiasi anak-anak yang telah mengikuti kuis Kihajar tahun 2018 ini, juga kepada para guru yang telah mendidik anak-anak serta kepada teman-teman di dinas pendidikan yang telah bekerja keras menyelenggarakan Kuis Kihajar di provinsinya masing-masing,” ucapnya.

Kuis Kihajar adalah kuis yang diikuti oleh siswa jenjang SD, SMP, SMA dengan memanfaatkan TIK dalam pelaksanaannya. Jumlah peserta Kuis Kihajar dari tahun ke tahun terus meningkat.

Tahun ini berjumlah 38.369 orang, diantaranya 29.521 orang melalui kuis harian website, 1.356 orang melalui kuis harian TVE, 4.983 orang melalui seleksi provinsi, dan 2.509 orang melalui seleksi kabupaten dari 34 provinsi di Indonesia. Setelah melalui penyeleksian yang ketat terpilihlah 120 siswa terbaik, selanjutnya diundang ke Jakarta mengikuti Kuis Kihajar tingkat nasional. Pemenang Kuis Kihajar tingkat nasional sekaligus menjadi Duta Kihajar.

Pada kesempatan ini, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom), Gogot Suharwoto, menerangkan Anugerah Kihajar untuk gubernur, bupati/walikota diberikan sebagai penghargaan kepada pemerintah daerah yang berprestasi dalam pendayagunaan TIK untuk pendidikan, baik dalam pembelajaran maupun dalam kegiatan administrasi di sekolah dan lembaga pemerintah yang terkait dengan pendidikan.

Proses penilaian dilakukan sejak Juni hingga Agustus 2018 oleh tim juri dari kalangan perguruan tinggi, pakar TIK, komunitas TIK dan kalangan internal Kemdikbud, yaitu Pustekkom. Setelah melalui proses penilaian oleh tim juri, ditetapkan nama penerima anugerah berdasarkan 4 kategori yaitu: 1) Utama; 2) Madya; 3) Pertama 4) Khusus.

“Saya mengucapkan selamat kepada para pimpinan daerah yang mendapatkan anugerah, dan para siswa, guru, maupun masyarakat umum yang telah mendapatkan juara. Semoga penganugerahan ini dapat memberikan motivasi bagi kepala daerah untuk terus mengoptimalkan peran TIK untuk pendidikan dan kebudayan di daerah masing-masing,” ungkapnya.

]]>
https://apkomindo.info/16-kepala-daerah-menerima-anugerah-kihajar-2018/feed/ 0
Pendidikan Profesi Guru Adaptasi Era 4.0 https://apkomindo.info/pendidikan-profesi-guru-adaptasi-era-4-0/ https://apkomindo.info/pendidikan-profesi-guru-adaptasi-era-4-0/#respond Fri, 20 Jul 2018 08:51:47 +0000 http://apkomindo.info/?p=1083 Arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Menghadapi tantangan tersebut, proses pembelajaran pun dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan pengajar berkualitas bagi generasi masa depan.

Dan untuk melaksanakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2017 tentang kewajiban guru memiliki kualifikasi akademik, kompetensi dan sertifikat pendidik, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) akan menyelenggarakan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Tahun 2018.

Untuk pola pembelajarannya, Direktur Pembelajaran Kemenristek Dikti, Paristianti Nurwandani menyampaikan PPG dalam Jabatan 2018 akan mengembangkan sistem hybrid learning dengan standar Indonesia, yaitu melalui daring selama tiga bulan dilanjutkan dengan workshop tatap muka selama lima minggu, dan terakhir mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL) selama tiga minggu. “Pada tanggal 29 Mei s.d. 4 Juli mendatang kami akan langsung melakukan kegiatan sosialisasi hybrid learning ke 38 LPTK,” kata Paristianti.

PPG ini akan dilaksanakan di 38 kampus atau Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) dengan jumlah guru yang akan mengikuti PPG dalam Jabatan 2018 ini berjumlah 20.887 orang. Paristianti menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membuat 1.200 modul pada program PPG dalam jabatan ini. “Harapan kami, guru Indonesia betul-betul profesional dan tidak kalah dari profesi dokter. Jadi, nanti PPG akan sama prestisiusnya dengan pendidikan dokter,” katanya di Jakarta kemarin.

PPG dalam Jabatan ialah program pendidikan bagi guru PNS dan non-PNS yang sudah mengajar. Mereka akan dididik menjadi guru dengan keahlian yang dibutuhkan oleh siswa masa kini. Hasilnya adalah mereka akan mendapat sertifikat pendidik yang menyatakan mereka adalah guru profesional.

Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi sangat berharap PPG akan berjalan dengan baik, sehingga para guru yang mengikuti pendidikan akan berubah cara mengajarnya. Tidak lagi pasif, namun aktif. Cara memberi evaluasi juga berubah yakni yang memberikan semangat kepada siswa untuk sekolah.

Didik menyerahkan sepenuhnya metode pembelajaran hybrid learning kepada masing-masing perguruan tinggi. “Semoga ilmu-ilmu yang Bapak keluarkan membawa perbaikan dan perubahan yang signifikan bagi guru-guru kami di lapangan,” harapnya.

Rektor Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Syawal Gultom M.Pd menambahkan, pada pelaksanaan PPG mendatang, para guru akan diberi kompetensi-kompetensi baru yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan dapat berpikir kritis sehingga para guru memiliki daya nalar tinggi.

“Kita sepakat untuk melakukan perubahan itu dimulai dari guru. Ubah cara membelajarkan guru, guru harus bisa menyampaikan cara berpikir, karena mahakarya Aristoteles itu logika. Semakin tinggi cara kita bernalar, semakin cepat negeri ini maju,” jelasnya.

 

]]>
https://apkomindo.info/pendidikan-profesi-guru-adaptasi-era-4-0/feed/ 0