Melalui program PKL pula, para siswa diharapkan dapat menambah dan mengasah keterampilan, pengetahuan serta wawasan tentang dunia usaha dan industri yang professional. Selain itu, PKL dapat membentuk pola pikir siswa serta memberikan pengalaman tentang dunia kerja yang nantinya dapat bermanfaat ketika para siswa terjun ke industri yang sesungguhnya.
Untuk menfasilitasi kegiatan PKL bagi siswa SMK, Apkomindo Excellent Center(AXC) kembali menerima siswa PKL dari beberapa SMK di wilayah DKI Jakarta. Para siswa yang melakukan PKL atau magang di AXC berasal dari beberapa kompetensi keahlian seperti DKV, Animasi, TKJ dan RPL.
Tahun 2022 ini merupakan tahun ke 4, AXC mengadakan program magang berbasis projek bagi siswa-siswa SMK. Dan, semenjak APKOMINDO(Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia) menggulirkan program edukasi melalui AXC pada tahun 2017, kini AXC telah bekerjasama dengan ratusan sekolah yang tersebar di wilayah DKI dan Jawa Barat.
Semenjak pandemi memang pembelajaran yang diterima oleh siswa berjalan kurang maksimal, dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi AXC untuk dapat meningkatkan kompeternsi para siswa melalui program magang ini. Dsini para siswa dibekali beragam pengetahuan hingga penguasaan software agar nantinya dapat bermanfaat ketika mereka terjun ke industri secara langsung.
Berikut beberapa hasil karya siswa magang untuk jurusan Animasi

Untuk hasil karya lainnya bisa disimak di instagram @axc_exellence
]]>Bentuk kegiatannya meliputi pameran, pentas seni, dan talkshow. Pemerintah Kota Jakarta Utara pun menargetkan 100 ribu orang menghadiri kegiatan ini.
Menurut Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat umum tentang produk-produk yang dihasilkan siswa SMK Jakarta Utara.
“SMK melatih skill anak didik yang kemudian menjadi tenaga terlatih. Kegiatan ini perlu kita support dan keterlibatan dari semua unsur termasuk pihak swasta sangat dibutuhkan untuk bersama-sama memajukan dunia pendidikan,” ujar Ali.
Selain itu juga memberikan wawasan mengenai pembelajaran di SMK bagi siswa SMP dan menyediakan sarana unjuk prestasi bagi siswa SMK baik berupa produk unggulan maupun kreativitas sehingga siswa SMK untuk terus berkreasi di bidangnya masing-masing.
“Mereka tentunya akan lebih bersemangat lagi menciptakan berbagai inovasi yang sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing,” ucap Budi Sulistiono, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Utara.
Ketika disinggung mengenai perbedaan SMA dan SMK, Budi Sulistiono mengatakan SMA lebih mengarah kepada lulusannya bisa diterima di perguruan tinggi negeri dan swasta. Sedangkan SMK output-nya peserta didik berhasil terserap di dunia kerja.
“Keduanya disiapkan pemerintah untuk mendidik anak-anak agar menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas,” kata kata Budi Sulistiono
Sementara itu, Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Momon Sulaeman mengatakan bahwa Gebyar SMK Jakarta Utara sebagai wadah untuk memperkenalkan hasil karya siswa SMK sehingga dapat memotivasi peserta didik lainnya.