Hadir dalam kegiatan kali ini beberapa undangan dari Asosiasi Industri, Ikatan Ekosporti Importir, serta Perangkat Daerah sektor Industri dan Bappeda dari wilayah Jawa Barat bagian Selatan dan Cirebon-Patimban-Kertajati (Rebana).
Narasumber pada kegiatan ini, yaitu Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO), Rudy Dermawan Muliadi dan Sekretaris Eksekutif Asosiasi Produsen Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Anna Maria serta Sekretaris Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Chapter Bandung.
Kepala Bidang ILMATE Disperindag Jabar, Meidy Mahardani menyampaikan ,”Semoga dengan kajian ini dapat terpetakan potensi sumber bahan baku industri unggulan, mengurangi impor bahan baku, serta meningkatkan kerja sama antardaerah di Jawa Barat dan kemitraan antara IKM dengan Industri Besar.” Hal itu disampaikan ketika memberikan sambutan dan membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ke-2 Kajian Rantai Pasok Industri Jawa Barat.
Kegiatan ini dibuka dengan pemaparan hasil kajian Tim Ahli dari Pangripta Consulting yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan terkait rantai pasok komoditas industri dari berbagai narasumber, serta diskusi dengan peserta FGD.
Dalam paparannya, Ketua Umum APKOMINDO, Rudy Dermawan Muliadi menjelaskan mengenai perkembangan industri IT secara umum dan memberikan gambaran tentang peluang usaha ataupun investasi diindustri IT khususnya komputer diwilayah Jawa Barat. “Saat ini, peluang terbesar ada dibidang services, ini menjadi peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru, khususnya disektor IKM,” paparnya.
FGD kali ini merupakan yang kali kedua, setelah yang pertama diadakan FGD terkait Pemetaan Tenaga Kerja Industri diwilayah Jawa Barat, dimana Rudy mengatakan bahwa tantangan terbesarnya adalah menciptakan SDM unggul yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Acara ini dihadiri oleh para pejabat terkait, seperti Dr. Dodin R Nuryadin, Kepala Bidang SMK Disdik Prop Jabar, Hj. Dewi Nurhulaela, Kepala BP3 Wilayah V, penanggung jawab acara LKS Jabar 2017, para kepala BP3 se-wilayah Disdik Prop Jabar, Kepala Sekolah SMK baik Negeri maupun Swasta dari 27 kabupaten/kota, dll.
Kegiatan LKS ini akan dilaksanakan selama tiga hari, dari Selasa sampai Kamis (17-19 Oktober 2017) dan mempertandingkan 25 mata lomba.
Menurut Hadadi, LKS merupakan salah satu ajang untuk menguji kompetensi siswa SMK. “LKS tingkat Jabar ini merupakan ajang untuk mengevaluasi, bukan hanya siswanya, tapi juga para guru dan kepala sekolahnya. Dengan kegiatan ini kita bisa melihat sekolah mana yang punya keseriusan dalam mempersiapkan anak didiknya sehingga mempunyai kemahiran dan kemampuan yang kompeten,” ujar Hadadi.
Dewi Nurhulaela dalam laporannya menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti LKS tingkat Jawa Barat 2017, diikuti oleh 500 peserta, 430 pembimbing, 75 juri, 18 penanggungjawab, 40 panitia propinsi serta 58 orang panitia daerah.
Dewi menambahkan bahwa kegiatannya sendiri dilaksanakan di enam SMK, tiga di Kabupaten Cirebon, seperti di SMKN 1 Kedawung, SMKN 1 Mundu dan SMKS Farmasi Muhammadiyah. Sisanya di SMKN 1 Kota Cirebon, SMKN 2 Kota Cirebon dan SMKS Wahidin Kota Cirebon.
“Mudah-mudahan dari LKS tingkat Jawa Barat akan lahir juara-juara yang berkualitas untuk mewakili Jabar di tingkat nasional bahkan internasional. Selain itu mendukung upaya ‘Jabar Kahiji’ di LKS tingkat nasional 2018. Kini ada enam alumni SMK di Jabar yang mewakili Indonesia di kegiatan World Skill yang diselenggarakan dari tanggal 14-20 Oktober 2017, di Abu Dabu, Uni Emirat Arab,” tambah Dewi.