“Ya ini Alhamdulilah perlu kita apresiasi kepada Sudin Pendidikan 1 dan 2, karena kegiatan pertama kali diadakan di tingkat kota se-DKI Jakarta. Animo peserta juga tinggi,” kata Syamsudin, saat ditemui usai pembukaan Gebyar SMK di Plaza Barat Kantor Walikota Jakarta Utara, Rabu (23/1/2019).
Dia berencana, acara ini dijadikan sebagai agenda tahunan. Acara itu dapat memotivasi semangat para pelajar SMK berkreasi dengan baik, sehingga kedepannya siap untuk bekerja pada berbagai perusahaan dan menciptakan lapangan usaha. “Karena SMK ini lulusannya bisa langsung bekerja di perusahaan yang disalurkan. Kita harus memfasilitasi mereka (pelajar) untuk berkreasi sesuai dengan minat dan bakat masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto mengapresiasi Gebyar SMK yang digelar Pemerintah Kota Jakarta Utara. Acara tersebut dinilainya setara dengan penyelenggaraan pada tingkat Nasional.
“Acara seperti ini dimiliki pada lomba keterampilan SMK yang dilaksanakan berjenjang dari tingkat wilayah, provinsi hingga tingkat nasional. Tapi baru kali ini diadakan di tingkat wilayah, tapi rasanya seperti tingkat nasional. Ini luar biasa,” kata Bowo.
Atas nama Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dia juga mengapresiasi kepada seluruh SMK di Jakarta Utara atas inisiasi penyelenggaraan acara ini. Hal tersebut sebagai langkah sekolah dalam rangka penyesuaian diri pada ujian nasional dan proses penerimaan peserta didik baru. Tak terhindarkan sekolah masa kini harus membranding dari sisi promosi dan produk. Sehingga dapat menarik minat pelajar lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-derajat untuk masuk ke SMK.
“SMK juga harus bisa menyesuaikan revolusi industry 4.0 yang tidak lagi menggunakan cara konvensional. Harus mengikuti perkembangan zaman,” tutupnya.
Ketua Panitia Gebyar SMK Diding Wahyudin menambahkan, acara ini bertujuan agar pelajar mampu menghadapi persaingan global era milenial, dan menghasilkan produk unggulan inovatif. Sehingga kedepannya dapat hidup mandiri dan menciptakan lapangan usaha.
Dalam acara tersebut, dilaksanakan penandatanganan MoU antara Pemkot Jakut dan perusahaan GoJek. Kerjasama itu dimaksudkan sebagai pengenalan aplikasi pembayaran GoPay kepada para pelajar.
Turut dihadir pula Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim berserta jajaran, termasuk Kasudin Pendidikan 1 dan 2.
Bentuk kegiatannya meliputi pameran, pentas seni, dan talkshow. Pemerintah Kota Jakarta Utara pun menargetkan 100 ribu orang menghadiri kegiatan ini.
Menurut Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat umum tentang produk-produk yang dihasilkan siswa SMK Jakarta Utara.
“SMK melatih skill anak didik yang kemudian menjadi tenaga terlatih. Kegiatan ini perlu kita support dan keterlibatan dari semua unsur termasuk pihak swasta sangat dibutuhkan untuk bersama-sama memajukan dunia pendidikan,” ujar Ali.
Selain itu juga memberikan wawasan mengenai pembelajaran di SMK bagi siswa SMP dan menyediakan sarana unjuk prestasi bagi siswa SMK baik berupa produk unggulan maupun kreativitas sehingga siswa SMK untuk terus berkreasi di bidangnya masing-masing.
“Mereka tentunya akan lebih bersemangat lagi menciptakan berbagai inovasi yang sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing,” ucap Budi Sulistiono, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Utara.
Ketika disinggung mengenai perbedaan SMA dan SMK, Budi Sulistiono mengatakan SMA lebih mengarah kepada lulusannya bisa diterima di perguruan tinggi negeri dan swasta. Sedangkan SMK output-nya peserta didik berhasil terserap di dunia kerja.
“Keduanya disiapkan pemerintah untuk mendidik anak-anak agar menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas,” kata kata Budi Sulistiono
Sementara itu, Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Utara, Momon Sulaeman mengatakan bahwa Gebyar SMK Jakarta Utara sebagai wadah untuk memperkenalkan hasil karya siswa SMK sehingga dapat memotivasi peserta didik lainnya.