Jurusan ini membekali peserta didik dengan ilmu kelistrikan agar mampu merawat dan memperbaiki Alat Rumah Tangga Listrik dan Teknik Pendingin, serta menggulung ulang motor listrik agar lulusannya dapat bekerja, baik secara mandiri maupun di Dunia Industri.
Pesatnya perkembangan teknologi, dimana saat ini Internet of Things telah masuk dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Penerapan nyata IoT dalam kehidupan sehari-hari membuka kemungkinan terbentuknya ‘dunia’ yang serba mudah. Mulai dari kemampuan untuk mematikan AC, menyalakan lagu favorit hingga pengaturan pencahayaan dengan secara otomatis.
Perkembangan teknologi yang pesat ini membuat SMK Taman Siswa 2 merasa perlu meng-upgrade kemampuan peserta didik, khususnya di jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik untuk mampu mengadaptasi teknologi IoT kedepannya melalui program Kelas Industri.
SMK Taman Siswa 2 bekerjasama dengan APKOMINDO eXcellent Center untuk menghadirkan pembelajaran IoT di jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk membentuk SDM yang berkualitas dan unggul dibidang teknologi. Pada tahun 2022 ini merupakan tahun kedua kerjasama ini berjalan.
Berikut video profile dari SMK Taman Siswa 2
]]>“Peluang Indonesia menjadi ekosistem IoT sangat besar. Potensi ini juga bisa dilihat dari jumlah pengguna internet di Tanah Air yang lebih dari 140 juta orang. Intinya, transformasi industri 4.0 adalah kunci sukses pembangunan Indonesia pada masa mendatang,’’ kata Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin, R. Janu Suryanto di Jakarta, Senin (6/5).
Janu menyampaikan, implementasi industri 4.0 juga dinilai akan mendorong peningkatan investasi oleh perusahaan, terutama yang terkait dengan penggunaan teknologi terkini seperti IoT. Langkah tersebut diyakini mendukung peningkatan pada produktivitas dan daya saing di sektor manufaktur serta dapat menciptakan ekosistem inovasi.
“Oleh karena itu, Indonesia jangan hanya jadi pasar dari ekonomi digital, tetapi juga memanfaatkan pengembangan ekonomi digital tersebut sehingga industrinya semakin tumbuh dan berdaya saing,” ujarnya. Adapun lima teknologi utama yang menopang pembangunan sistem industri 4.0, yaitu IoT, artificial intelligence (AI), human–machine interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D printing.
Janu menambahkan, penerapan industri 4.0 merupakan upaya untuk melakukan otomatisasi dan digitalisasi pada proses produksi, dengan ditandai meningkatnya konektivitas, interaksi, serta batas antara manusia, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen melalui teknologi informasi dan komunikasi.
“Digitalisasi di sektor industri akan membawa perubahan terhadap sistem manufaktur, dengan dipengaruhi oleh gelombang teknologi baru,” jelasnya. Dalam hal ini, misalnya, bagian produksi akan mengalami transformasi yang didorong oleh teknologi berorientasi pelanggan. Selain itu, teknologi tersebut juga menyediakan peluang untuk sistem produksi dan model bisnis baru yang fleksibel.
Guna memaksimalkan pemanfaatan teknologi terkini, perlu mengidentifikasi keterampilan baru yang dibutuhkan. Untuk itu, penting melakukan upaya peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) industri. “Pada era transformasi ini, pemerintah telah berusaha keras menyiapkan SDM yang mumpuni dalam menyongsong industri 4.0,” tuturnya.
]]>“Jika hanya transfer ilmu, guru bisa digantikan oleh teknologi. Guru zaman sekarang harus mampu menginspirasi, memberi sugesti dan memotivasi siswa agar mampu bersaing di era revolusi industri,” ucap Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Asep Suhanggan dalam kegiatan “Revitalisasi SMK melalui Pemanfataan Internet of Things (IOT) untuk Menyongsong Era Industri 4.0” di Simply Valore Hotel, Kota Cimahi, Rabu, 19 Desember 2018. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Bidang GTK Dinas Pendidikan Jawa Barat yang dipesertai oleh perwakilan siswa dan kepala sekolah SMK yang ada di Jawa Barat.
Asep menambahkan, salah satu hal yang bisa dilakukan oleh satuan pendidikan adalah menyiapkan karakter siswa yang adaptif dengan perkembangan zaman dengan tidak melulu menjadikan kecerdasan koginitif sebagai patokan. “Tapi harus mengedepankan proses kreativitas sebagai pembiasaan. Menanamkan kebiasaan kreatif di segala bidang adalah tujuan pendidikan hari ini agar mampu bersaing,” tutur Asep.
Selain itu, salah satu hal yang harus dilakukan guru di zaman revolusi industri saat ini adalah menjadikan realitas yang ada sebagai bahan ajar. Dia mengambil contoh dari yang dilakukan Guru SMAN 4 Bandung, Endang Yuli Purwanti yang meraih penghargaan The Most Influential Aparatur Sipil Negara (ASN) Inspiratif tingkat Nasional tahun 2018. “Beliau berhasil mengajarkan realitas yang ada di luar menjadi pembelajaran, tidak mensterilkan kelas dari dunia luar, itu salah satu ciri yang harus dimiliki guru zaman sekarang,” ucap Asep.
Melalui revolusi industri 4.0, SMK menjadi salah satu titik fokus Dinas Pendidikan Jawa Barat, karena menurut Asep, kompetensi keahlian di segala bidang yang dimiliki SMK akan menunjang perkembangan pemanfaatan teknologi yang dinamakan IOT tersebut. “IOT harus dikembangkan di seluruh satuan pendidikan yang sedang melakukan revitalisasi,” kata Asep.
Big data, memungkinkan pengguna tak sekadar menganalisa alasan terjadinya sesuatu, tapi juga mampu mengambil keputusan secara real-time sehingga dapat meningkatkan hasil bisnis. Para pengguna Big Data adalah industri yang kaya data seperti perusahaan jasa keuangan. Tak hanya itu, pemerintah maupun peneliti medis, termasuk perusahaan pertanian juga memafaatkan teknologi ini untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Revolusi big data sendiri saat ini disebut telah berada pada tahap yang lebih besar dibandingkan revolusi industri di masa lalu. Lantas, seperti apa pengaruh big data pada tahun ini, baik bisnis maupun perseorangan? Menurut Daniel Ng, Senior Director APAC Cloudera, menyebut ekosistem data akan dimulai tahun ini.
Pergeseran pasar dan pesatnya perkembangan teknologi dalam mentransformasi bisnis membuat perusahaan tanpa tenaga profesional dengan teknologi terkini akan tertinggal. Tahun lalu, swasta dan pemerintah telah bersama-sama membangun lingkungan yang mendukung teknologi dan kemampuan data. Guna mengimbangi dan menciptakan tenaga kerja di bidang tersebut, pada 2017 pemerintah bersama institusi akademis diharapkan dapat menghadirkan open data dan program pelatihan keterampilan.
Di samping itu, dengan dunia yang semakin terkoneksi dan didukung perangkat yang kian pintar, sistem otonomos dipilih sebagai tahap selanjutnya dalam revolusi big data. Machine Learning memungkinkan penciptaan algoritma kompleks untuk mendorong perilaku yang tak biasa.
“Sejauh ini, pengolahan data Internet of Things (IoT) memungkinkan pengguna memperoleh lebih banyak informasi data dan informasi mutakhir secara real-time. Pada 2017, big data akan terus memainkan peran besarnya dalam mengembangkan algoritma untuk menjadi kekuatan pendukung sistem otonomos,” ujar Daniel Ng.
Big data juga memainkan peran penting dalam melindungi perusahaan dan aset dari ancaman cyber. Perang terhadap kejahatan cyber di masa depan akan sangat bergantung pada pemanfaatan data. Pelanggaran keamanan yang semakin canggih dan masalah privasi akan menjadi pusat perhatian, terutama hal yang tak bisa dicegah atau diatasi dengan teknologi keamanan lama atau tradisional.
Untuk tahun ini, perusahaan diharapkan dapat lebih fokus pada implementasi platform keamanan cyber yang terukur. Selain itu, penerapan machine learning untuk mendeteksi anomali akan memungkinkan perusahaan untuk terus mendeteksi perilaku mencurigakan di end point secara lebih cepat dan akurat.
Sumber: APAC Cloudera