Sekolah-sekolah yang tergabung dalam SMK Corner antara lain SMK Taman Siswa 2 Jakarta, SMK Taruna Bhakti Depok, SMA Kristen Kanaan dan SDN Regol 10 Garut.
SMK Taman Siswa 2 memamerkan Game Logika untuk anak-anak. Game ini dibuat untuk mengetahui anak mempunyai bakat apa saja serta menambah pengetahuan anak-anak. Game yang diperuntukkan untuk anak dari umur 4-6 tahun ini dibuat hanya dalam waktu 2 minggu untuk pameran Indocomtech ini.
Tidak hanya itu, SMK Taman Siswa 2 juga memamerkan PC rakitan dengan casing yang terbuat dari bahan fiber transparan. Dengan casing transparan ini, pengunjung dapat melihat isi di dalam PC. Ide dan desain karya siswa SMK Taman Siswa 2 ini dibuat dalam waktu 1 bulan.
Ada juga satu stand yang menarik perhatian, yakni stand SD Negeri Regol 10 Garut. Mereka memamerkan Saron Simulator. Simulator ini dibuat menggunakan coding Scratch yang dihubungkan dengan satu perangkat bernama Mackey-mackey. Saat mengaplikasikannya, pemain harus memegang kabel disebelah kiri dan menekan tembaga, kemudian suara musik akan keluar dari laptop.
Setelah SDN Regol 10, ada stand milik SMA Kristen Kanaan Tangerang. Mereka menampilkan satu karya unik yaitu helm anti ngantuk. Cara kerja dari helm ini adalah jika orang yang menggunakan helm ini, kepalanya mulai miring, maka akan keluar suara untuk membangunkan atau menjaganya agar tetap terjaga. Tidak hanya menampilkan helm, SMA Kristen Kanaan juga menampilkan simulasi smartcity di stand mereka.
Sekolah keempat yang ikut hadir di SMK Corner ini adalah SMK Taruna Bhakti Depok. Mereka menampilkan hasil karya berupa alat penyiram otomatis. Alat ini akan bekerja menyiramkan air ketika tanah mulai kerin
g, dan akan berhenti ketika tanah telah basah.
Hadirnya sisi edukasi di tengah pameran Indocomtech memberikan nuansa yang berbeda selama penyelenggaraan pameran Indocomtech hingga tahun ke 26 ini.
“Bicara tentang Indocomtech selalu ada teknologi, ritel, B2B, dan tahun ini berkembang dengan adanya edukasi yang kami undang ada 20 sekolah di Jabodetabek, ini merupakan dukungan kami terhadap sekolah. Ada SMK Corner untuk menampilkan karya-karya di bidang teknologi. Ternyata sambutan dari institusi pendidikan cukup tinggi, bahkan ada SD dari Garut yang menampilkan karya teknologi,” ujar Rudi D. Muliadi, Ketua APKOMINDO pada 31 Oktober 2018 di konferensi pers Indocomtech.
“Indocomtech 2018 terasa beda dengan adanya sisi edukasi dalam bidang fintech, IoT, blockchain, robotics, dan prototype serta didukung oleh sejumlah komunitas seperti Komunitas Printing Indonesia (KOPI), komunitas Republic of Games dan lainnya,” tambah Rudi.
Pada hari pertama, Activity Room telah dipenuhi pengunjung untuk menyimak seminar Expand Your Creativity with Digital Printing yang dibawakan oleh Rudi Susanto dari Komunitas Printing Indonesia.
Dihari kedua, program edukasi mengenai teknologi informasi dan komunikasi di Activity Room Indocomtech 2018 dimulai dengan Diskusi Edukasi 4.0 Tantangan dan Solusinya by Apkomindo Excellent Center.
Sementara, menginjak hari ketiga, Activity Room kembali dipenuhi peserta workshop yang mayoritas hadir dari kalangan Pendidikan. Workshop ini menghadirkan tema Digital Kreatif Untuk Kewirausahaan dan dibawakan langsung oleh Ketua Umum APKOMINDO, Rudi D. Muliadi. Workshop ini berlangsung hingga sore hari dan diselingi dengan paparan dari Lina Mariani dari EPSON yang memperkenalkan Trend Cetak Sublim bagi kalangan UKM.
Ada p
ula seminar tentang teknologi Blockchain yang diadakan pada 4 November 2018. Indocomtech 2018 kali ini diikuti oleh lebih dari 250 eksibitor dari bidang telekomunikasi, komputer, software, games, smartphone, produk elektronik, serta aksesoris.
“Indocomtech sudah 26 kali kita laksanakan, ini merupakan sebuah prestasi untuk kita. Kali ini juga ada partisipan dari luar negeri,” kata Hidayat Tjokrodjojo, Ketua Yayasan Apkomindo Indonesia membuka sambutan dalam acara Opening Ceremony.
Lebih lanjut dia mengatakan, jika Indocomtech kali ini tidak hanya pameran komputer biasa saja. Akan tetapi ingin memberi edukasi dalam era digital sekarang ini sehingga mengambil tema “Technology for Everyone”.
Sementara itu, Dirjen Telekomunikasi Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo, Firmansyah Lubis mengatakan jika pemerintah melalui Kemkominfo mengapresiasi sekali yang digagas oleh Indocomtech.
“Tentu saja kegiatannya ini menjadi pembelajaran dan juga menginspirasi perkembangan teknologi ke depan, selain itu solusi bisnisnya juga sangat penting,” kata dia. Beliau juga mengatakan jika setiap industri harus berevolusi dan mengikuti dengan perkembangan zaman. “Maka dari itu, Indocomtech menjadi wadah bagi para pelaku industri untuk berkembang,” imbuhnya.
Selain melangsungkan berbagai pameran perangkat elektronik dengan berbagai diskon, terdapat juga stand B2B dari berbagai exhibitor lokal dan internasional, serta berbagai seminar edukasi tentang teknologi. Ada pula kunjungan dari sekira 22 sekolah-sekolah dari Jabodetabek, Pandeglang, dan Bandung untuk study tour.
Salah satu yang membuat pameran Indocomtech kali ini terasa berbeda adalah hadirnya beberapa sekolah yang memamerkan hasil karya peserta didiknya. Tidak hanya dari sekolah menengah, bahkan sekolah dasar pun turut hadir untuk memamerkan karya mereka kepada pengunjung. Sekolah-sekolah yang hadir antara lain SMK Taman Siswa 2, SDN Regol 10 Garut, SMA Kristen Kanaan Tangerang dan SMK Taruna Bhakti Depok.
Industri IT & Digital Lifestyle sendiri merupakan industri yang cepat berkembang dan harus diikuti setiap waktu. Teknologi kini jadi sesuatu yang lumrah dimiliki bagi setiap orang, produk dari berbagai brand dan harga miring kini jadi banyak pilihan yang dapat dijangkau oleh masyarakat di era ini. Kondisi ini secara tidak langsung memberikan peluang tersendiri bagi pelaku industri IT & Digital Lifestyle untuk berlomba-lomba memberikan penawaran yang menarik bagi khalayak ramai.
Peluang yang besar tidak selalu menjadi bagian yang menyenangkan saat berbisnis di industri ini, tantangan yang cukup ketat pun juga membayangi para pelaku di industri komputer dan teknologi. Kini, banyak brand dari berbagai macam wearable device yang berlomba-lomba untuk berkompetisi untuk mendapatkan perhatian market mulai dari segi harga, kualitas, hingga media untuk menjual. Tidak heran kan, kalau saat ini berbagai inisiatif dan upaya marketing dilakukan untuk menarik perhatian market mulai dari media sosial, jasa influencer, hingga iklan berbayar.
Tentunya para pelaku industri ini sibuk untuk bersaing satu sama lain sehingga peluang untuk bekerja sama menjadi terlupakan. Melalui ajang pameran ini, Indocomtech hadir sebagai solusi bagi para pelaku industri komputer dan teknologi untuk membangun kerja sama profesional antar sesama untuk mencetuskan inovasi dalam menghadirkan hingga mendistribusikan produk berkualitas kepada target market.
Indocomtech juga berkesempatan untuk mempertemukan para pelaku ini face-to-face bukan cara kuno yang harus dihilangkan, melalui pameran ini para pelaku dapat membangun hubungan bisnis yang lebih inovatif dengan cara yang casual dan friendly untuk mendapatkan partner-partner strategis.
]]>