Dengan makin maraknya penggunaan internet saat ini, makin banyak pula informasi-informasi yang beredar, tidak hanya informasi yang benar, informasi palsu pun juga banyak sekali beredar. Untuk mengatasi banyaknya informasi-informasi palsu yang beredar, pemerintah mengeluarkan payung hukum melalui satu undang-undang berupa UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Upaya sosialisasi untuk menggunakan internet secara sehat juga terus digaungkan oleh KOMINFO melalui satu program InCAKAP(Internet Cerdas Kreatif dan Produktif). Dan untuk mensosialisasikan program tersebut kepada remaja usia sekolah, pada hari Selasa 08 Agustus 2017, KOMINFO mengadakan satu event bertajuk Edukasi Penggunaan Internet Cerdas Kreatif Produktif dan Sistem Whitelist Nusantara. Event berupa seminar dan diskusi ini diadakan di SMA Negeri 50 Jakarta Timur dan dihadiri perwakilan dari sekolah lain seperti SMA Negeri 61, SMA Negeri 71, SMA Negeri 91 dan SMA Negeri 44 Jakarta Timur.
Acara dibuka oleh Bapak H. Fathurin Zen, Kepala Bidang SMP/SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Setelah sambutan dan pembukaan, acara dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan beberapa narasumber, Ibu Septriana Tangkary, SE.MM dari KOMINFO, Bapak Dea dari BNN dan Bapak LetKol Inf. Achmad Indra, S, SE dari Kementrian Pertahanan dan Keamanan.
Bapak Dea dari BNN menjelaskan dalam presentasinya betapa berbahayanya penggunaan narkoba. Dan juga menjelaskan asal muasal dan bagaimana narkoba itu dibuat. Bahkan saat ini, dengan kecanggihan teknologi serta koneksi internet, narkoba telah pula diperjual belikan secara online.
Dalam paparannya, Ibu Septri menjelaskan seputar Internet Sehat dan pentingnya bagi pelajar untuk berinovasi. Tidak hanya menggunakan internet untuk menonton Youtube atau beraktifitas di media sosial, tetapi bisa lebih dari itu, seperti membuat aplikasi-aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Narasumber terakhir, Bapak LetKol Inf. Achmad Indra mencoba mengangkat semangat nasionalisme para pelajar melalui paparannya mengenai Bela Negara. Event ditutup dengan pengenalan tentang budaya Korea oleh International ICT Volunteer asal Korea Selatan. Acara terakhir ini mendapat sambutan yang meriah dari para siswa, mengingat demam K-Pop yang sedang mendunia. Acara ditutup dengan sesi foto bersama.
Upaya edukasi internet sehat pada pelajar sangat diperlukan ditengah maraknya dampak negatif dalam penggunaan internet saat ini. Melalui program REGOS, diharapkan dapat merubah pola pikir remaja dalam menggunakan fasilitas internet dan menggunakannya untuk hal-hal yang bersifat positif dan produktif.
Setelah beberapa ha
ri lalu tim IIV mengunjungi SMK 3 Perguruan Cikini yang berlokasi di Jl. Srengseng Sawah, kini tim IIV dan tim AXC melanjutkan kunjungannya ke SMKN 56 Pluit.
Disini tim IIV yang beranggotakan mahasiswa dan mahasiswa asal Korea Selatan ini memperkenalkan “Korean Culture & Language Education” serta pelatihan aplikasi produktif dan kreatif yaitu “Scratch Programming”. Aplikasi ini mengajarkan para siswa/siswi di sekolah yang mereka kunjungi untuk menjadi programmer dengan cara yang menyenangkan dan mudah digunakan.
Kegiatan Relawan TIK Goes to School ini akan berlangsung mulai dari 17 Juli hingga 16 Agustus 2017 dan akan mengunjungi sekolah-sekolah yang berada di Jakarta, Depok, Bogor, Jepara, dan Banjarmasin.

Rombongan REGOS yang berkolaborasi dengan International ICT Volunteer (IIV) yang beranggotakan Mahasiswa/i dari Korea Selatan ini bersama-sama menjalankan misi untuk memberikan sosialisasi Internet Cerdas, Kreatif, dan Produktif (INCAKAP) yang juga merupakan program dari KEMKOMINFO.
Ditengah gempuran dampak-dampak negatif dalam penggunaan internet saat ini, yang terlihat dengan maraknya “Cyber Bullying”, Informasi Hoax, Informasi Sara, serta Provokatif. Memang diperlukan suatu upaya yang dapat mengedukasi para generasi muda saat ini dalam berinteraksi dengan Internet.
Kegiatan ini diharapkan dapat merubah pola pikir remaja generasi masa kini untuk dapat menggunakan fasilitas internet agar lebih bijak dalam menggunakannya untuk hal-hal yang bersifat positif dan produktif. Terutama pada media sosial.
Dalam program INCAKAP tersebut, Tim REGOS bersama IIV juga turut mensosialisasikan “Korean Culture & Language Education” serta pelatihan aplikasi produktif dan kreatif yaitu “Scartch Programming”, yang mana aplikasi tersebut akan mengajarkan para siswa/siswi di sekolah yang mereka kunjungi untuk menjadi programmer namun dengan aplikasi yang menyenangkan dan mudah digunakan.
Dalam kunjungan mereka ke SMK Per
guruan Cikini yang berlokasi di Jl. Srengseng Sawah, Jakarta Selatan ini diagendakan berlangsung dari tanggal 17 Juli hingga 18 Juli 2017, kegiatan dimulai dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore yang diikuti sekitar 167 Siswa/i sekolah tersebut.
Kegiatan Relawan TIK Goes to School ini akan berlangsung mulai dari 17 Juli hingga 16 Agustus 2017 dan akan mengunjungi sekolah-sekolah yang berada di Jakarta, Depok, Bogor, Jepara, dan Banjarmasin.
Teknologi yang serba canggih di era digital saat ini, seakan sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat luas. Semua orang berlomba untuk saling menggunakan teknologi modern yang sesuai dengan perkembangan zaman. Sayangnya, kemajuan teknologi ini tidak mengakomodir semua lini dengan baik khususnya bidang pendidikan. Pendidikan TIK yang diselenggarakan di sekolah maupun lembaga-lembaga pendidikan lain yang ada saat ini belum sepenuhnya mendukung upaya penggunaan dan pemasyarakatan teknologi tersebut.
TIK sudah menjadi satu magnet penggerak perubahan bidang pendidikan dan mereka adalah suatu bagian integratif dari kebijakan dan rencana pendidikan nasional. Bukti yang berkembang menunjukkan semakin banyak negara yang mulai melengkapi sekolah mereka dengan kegiatan siswa, guru, dan materi pembelajaran yang berbasis komputer.

Berbekal latar belakang tersebut, Relawan TIK Indonesia bekerjasama dengan International ICT Volunteers yang terdiri dari mahasiswa/mahasiswi dari Korea Selatan memberikan satu wadah pelatihan yang ditujukan untuk guru beserta siswa melalui program REGOS (Relawan TIK Goes to School) tahun 2017.
Diadakannya program REGOS ini bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan internet secara CAKAP(Cerdas, Kreatif dan Produktif) serta meningkatkan kompetensi guru dalam penggunaan TIK. Tujuan lainnya adalah untuk membantu sekolah mempersiapkan diri dalam pelaksanaan UNBK serta berpartisipasi dalam program Kementerian Kominfo RI dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Energi Digital Asia 2020.
Tahun 2017 ini, program REGOS diadakan di 5 kota antara lain Jakarta, Bogor, Depok, Jepara dan Banjarmasin. Program ini menyasar guru, siswa/siswi mulai jenjang SMP hingga SMA/SMK serta komunitas-komunitas yang ingin mengembangkan pemberdayaan diri di sektor TIK.
Kegiatan yang akan dilakukan mulai tanggal 17 Juli hingga 15 Agustus 2017 ini berupa sosialisasi dan pelatihan Agen Perubahan Informatika melalui Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif (INCAKAP), sharing informasi umum untuk pengembangan wawasan serta Bimbingan Teknis dan kompetisi dalam penggunaan software/ aplikasi bahasa pemrograman visual (SCRATCH) untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar yang lebih kreatif dan mutakhir.
