Dan diakhir program kegiatan, AXC(APKOMINDO eXcellent Center) bekerja sama dengan Relawan TIK, PT. Bonet, ITU(International Telecommunication Union) dan disupport oleh Kominfo dan Universitas Trisakti menyelenggarakan Scratch Day. Digelar di Gedung E, Lantai 5, Universitas Trisakti, Grogol-Jakarta, Scratch Day menghadirkan karya-karya siswa SMK/SMA yang telah mendapat pengajaran Scratch.
Acara dibuka denga
n sambutan dari perwakilan Relawan TIK Indonesia, Hani Purnawanti. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Rudy D Muliadi, Ketua Umum Apkomindo dan ditutup dengan sambutan dari Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo, Ibu Septriana Tangkary, SE. MM.
Sebanyak kurang lebih 12 tim dari sekolah yang memamerkan karya mereka baik berupa games maupun animasi. Sekolah-sekolah tersebut antara lain SMK Al Hasra, SMKN 1 Leuwiliang, SMK Tadika Pertiwi, SMK 3 PerCik, SMK Yadika 12, SMK IT Raflesia, SMK Multicomp, SMA Lazuardi GIS, SMK Madya Depok, SMK Taruna Bhakti dan SMKN 3 Jepara.
Para siswa dari sekolah-sekolah tersebut menampilkan hasil karya mereka yang dibuat dengan aplikasi Scratch. Karya yang dilombakan terb
agi dalam 2 kategori yaitu kategori Game dan kategori Animasi. Karya-karya ini dipresentasikan dan dinilai oleh 3 juri yang terdiri dari para relawan ICT Korea. “Apa yang ditampilkan oleh mereka sungguh diluar dugaan, ide mereka sangat bagus dan kami berfikir untuk mengembangkan karya mereka lebih tinggi lagi,”ujar Septriana Tangkary.
Ini membuktikan bahwa pemuda Indonesia mampu untuk unjuk karya bukan sekedar menjadi penikmat saja. “Perkenalkan kekayaan alam dan budaya Indonesia kepada dunia luar melalui aplikasi. Saatnya kita manfaatkan teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang kreatif dan produktif,” sambung Septriana. Lebih lanjut, Septriana juga menjanjikan untuk membawa karya anak-anak SMK ini ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
Senada dengan Septriana, Rudy D. Muliadi, Ketua Umum APKOMINDO mengatakan bahwa karya anak-anak SMK ini sangat luar biasa. “Menarik, hanya dalam waktu 2 hari mereka dapat membuat satu karya yang luar biasa,” tambah Rudy Muliadi. Meski masih terdapat beberapa kekurangan tapi itu dapat dimaklumi karena keterbatasan waktu yang diberikan.
Setelah semua karya dipresentasikan, tim juri memutuskan bahwa yang berhak menjadi juara 1 untuk kategori Games berasal dari SMKN 3 Jepara, dan untuk kategori Animasi dimenangkan para siswa dari SMKN 1 Leuwiliang. Masing-masing pemenang mendapatkan trophy, piagam dan uang pembinaan.
Sementara, pada hari yang sama, Rudy Muliadi juga berkesempatan untuk mensosialisasikan program REGOS ini kepada sekitar 300 mahasiswa baru Teknik Industri Universitas Trisakti. Para mahasiswa baru ini juga berkesempatan untuk mendengarkan pengalaman para relawan Korea dalam mensosialisasikan Scratch di sekolah-sekolah secara langsung.
Dalam REGOS 2017 kali ini, tidak kurang 5000 siswa dari 50 sekolah mendapatkan pencerahan tentang materi INCAKAP(Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif) dan aplikasi coding SCRATCH sambil bertukar informasi budaya.
Kali ini, pelatihan diadakan di Fabrication Lab Trisakti, Gedung E, Grogol. Pelatihan kali ini diikuti oleh peserta yang mayoritas berprofesi sebagai dosen di Fakultas Teknik Informatika. Tim ICT Volunteers yang digawangi Park SunJung, Lee SungMin, Lee Gyu Min, dan Jung Sae Han ini mengajarkan aplikasi Scratch kepada para peserta.
Pelatihan ini diselenggarakan dari jam 9 pagi hingga pukul 4 sore dan direncanakan berlangsung selama 3 hari dengan peserta yang berbeda setiap harinya. Seusai acara, beragam komentar positif dilontarkan peserta training. “Sayang hanya sebentar, tapi terimakasih banyak telah membagi ilmunya, tetap semangat dan sukses,” ungkap Mukhamad Aziz, salah satu peserta training.
Ibu Nadia Tarsant
o, Kepala Fabrication Lab Trisakti juga menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bagus dan menjadi ilmu baru yang dapat diajarkan kepada mahasiswa dan pelajar. Terlebih pengajarnya berasal dari Korea, dimana saat ini drama Korea sedang diminati anak muda, sehingga pasti akan lebih berkesan.
Upaya edukasi internet sehat pada pelajar sangat diperlukan ditengah maraknya dampak negatif dalam penggunaan internet saat ini. Melalui program REGOS, diharapkan dapat merubah pola pikir remaja dalam menggunakan fasilitas internet dan menggunakannya untuk hal-hal yang bersifat positif dan produktif.
Setelah beberapa ha
ri lalu tim IIV mengunjungi SMK 3 Perguruan Cikini yang berlokasi di Jl. Srengseng Sawah, kini tim IIV dan tim AXC melanjutkan kunjungannya ke SMKN 56 Pluit.
Disini tim IIV yang beranggotakan mahasiswa dan mahasiswa asal Korea Selatan ini memperkenalkan “Korean Culture & Language Education” serta pelatihan aplikasi produktif dan kreatif yaitu “Scratch Programming”. Aplikasi ini mengajarkan para siswa/siswi di sekolah yang mereka kunjungi untuk menjadi programmer dengan cara yang menyenangkan dan mudah digunakan.
Kegiatan Relawan TIK Goes to School ini akan berlangsung mulai dari 17 Juli hingga 16 Agustus 2017 dan akan mengunjungi sekolah-sekolah yang berada di Jakarta, Depok, Bogor, Jepara, dan Banjarmasin.

Rombongan REGOS yang berkolaborasi dengan International ICT Volunteer (IIV) yang beranggotakan Mahasiswa/i dari Korea Selatan ini bersama-sama menjalankan misi untuk memberikan sosialisasi Internet Cerdas, Kreatif, dan Produktif (INCAKAP) yang juga merupakan program dari KEMKOMINFO.
Ditengah gempuran dampak-dampak negatif dalam penggunaan internet saat ini, yang terlihat dengan maraknya “Cyber Bullying”, Informasi Hoax, Informasi Sara, serta Provokatif. Memang diperlukan suatu upaya yang dapat mengedukasi para generasi muda saat ini dalam berinteraksi dengan Internet.
Kegiatan ini diharapkan dapat merubah pola pikir remaja generasi masa kini untuk dapat menggunakan fasilitas internet agar lebih bijak dalam menggunakannya untuk hal-hal yang bersifat positif dan produktif. Terutama pada media sosial.
Dalam program INCAKAP tersebut, Tim REGOS bersama IIV juga turut mensosialisasikan “Korean Culture & Language Education” serta pelatihan aplikasi produktif dan kreatif yaitu “Scartch Programming”, yang mana aplikasi tersebut akan mengajarkan para siswa/siswi di sekolah yang mereka kunjungi untuk menjadi programmer namun dengan aplikasi yang menyenangkan dan mudah digunakan.
Dalam kunjungan mereka ke SMK Per
guruan Cikini yang berlokasi di Jl. Srengseng Sawah, Jakarta Selatan ini diagendakan berlangsung dari tanggal 17 Juli hingga 18 Juli 2017, kegiatan dimulai dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore yang diikuti sekitar 167 Siswa/i sekolah tersebut.
Kegiatan Relawan TIK Goes to School ini akan berlangsung mulai dari 17 Juli hingga 16 Agustus 2017 dan akan mengunjungi sekolah-sekolah yang berada di Jakarta, Depok, Bogor, Jepara, dan Banjarmasin.
Teknologi yang serba canggih di era digital saat ini, seakan sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat luas. Semua orang berlomba untuk saling menggunakan teknologi modern yang sesuai dengan perkembangan zaman. Sayangnya, kemajuan teknologi ini tidak mengakomodir semua lini dengan baik khususnya bidang pendidikan. Pendidikan TIK yang diselenggarakan di sekolah maupun lembaga-lembaga pendidikan lain yang ada saat ini belum sepenuhnya mendukung upaya penggunaan dan pemasyarakatan teknologi tersebut.
TIK sudah menjadi satu magnet penggerak perubahan bidang pendidikan dan mereka adalah suatu bagian integratif dari kebijakan dan rencana pendidikan nasional. Bukti yang berkembang menunjukkan semakin banyak negara yang mulai melengkapi sekolah mereka dengan kegiatan siswa, guru, dan materi pembelajaran yang berbasis komputer.

Berbekal latar belakang tersebut, Relawan TIK Indonesia bekerjasama dengan International ICT Volunteers yang terdiri dari mahasiswa/mahasiswi dari Korea Selatan memberikan satu wadah pelatihan yang ditujukan untuk guru beserta siswa melalui program REGOS (Relawan TIK Goes to School) tahun 2017.
Diadakannya program REGOS ini bertujuan untuk mensosialisasikan penggunaan internet secara CAKAP(Cerdas, Kreatif dan Produktif) serta meningkatkan kompetensi guru dalam penggunaan TIK. Tujuan lainnya adalah untuk membantu sekolah mempersiapkan diri dalam pelaksanaan UNBK serta berpartisipasi dalam program Kementerian Kominfo RI dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Energi Digital Asia 2020.
Tahun 2017 ini, program REGOS diadakan di 5 kota antara lain Jakarta, Bogor, Depok, Jepara dan Banjarmasin. Program ini menyasar guru, siswa/siswi mulai jenjang SMP hingga SMA/SMK serta komunitas-komunitas yang ingin mengembangkan pemberdayaan diri di sektor TIK.
Kegiatan yang akan dilakukan mulai tanggal 17 Juli hingga 15 Agustus 2017 ini berupa sosialisasi dan pelatihan Agen Perubahan Informatika melalui Internet Cerdas, Kreatif dan Produktif (INCAKAP), sharing informasi umum untuk pengembangan wawasan serta Bimbingan Teknis dan kompetisi dalam penggunaan software/ aplikasi bahasa pemrograman visual (SCRATCH) untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar yang lebih kreatif dan mutakhir.
