Peluncuran Buku Profil SMK dilakukan oleh Askesra Setda DKI Jakarta Ibu Widiastuti yang ditandai dengan penandatanganan “GiantBook” Profil SMK DKI Jakarta. Dalam sambutannya Widiastuti menyampaikan bahwa kegiatan ini sungguh luar biasa karena telah melibatkan berbagai stake holder dan menampilkan karya yang hebat sehingga berharap ini bisa menjadi momentum bagi Dinas Pendidikan khususnya SMK untuk menyiapkan diri dalam menghadapi Jakarta sebagai kota global.
Acara ini dimeriahkan juga oleh para peserta didik SMK yang menampilkan “fashion show” bahkan Ibu Askesra juga ikut tampil memeragakan kain batik hasil karya peserta didik bersama Plt. Kepala Dinas Pendidikan yang mendapat sambutan meriah dari para undangan yang memenuhi aula Ki Hajar Dewantara. Selanjutnya Ibu Askesra meninjau stand pameran produk SMK dari seluruh Suku Dinas Pendidikan Wilayah yang menampilkan keunggulan produk-produk SMK mulai dari Motor Listrik, Kuliner, Kriya (kerajinan) , Lukisan, Tata Kecantikan.
Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan menampilkan karya-karya kreatif para peserta didik SMK dengan menampilkan berbagai atraksi seni antara lain Band, Tari, Teater, Lenong, Solo Vocal, Puisi dan berbagai atraksi lainnya sehingga menjadi sajian atraktif dan menghibur bagi para tamu undangan mulai dari pagi hingga siang hari.
Kegiatan ini merupakan Kolaborasi antara Bidang SMK, Kursus, dan Pelatihan Disdik DKI Jakarta dengan PT Penerbit Erlangga, salah satu yang spesial pada acara tersebut adalah peluncuran enam buku terbitan Penerbit Erlangga hasil karya guru – guru SMK. Adapun buku – buku baru tersebut berjudul Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Prinsip Dasar Desain dan Komunikasi, Teknologi Perkantoran, Perangkat Lunak Desain, Komputer Akuntansi pada Perusahaan Dagang dengan Accurate, dan Bupena Merdeka Matematika untuk SMK/MAK Kelas XI. Selain enam buku tersebut, sebelumnya terdapat beberapa buku lainnya yang juga hasil karya para guru SMK yang menjadi bahan ajar para guru SMK se-Indonesia.
]]>Saat ini hanya 63 SMK merupakan milik pemerintah DKI Jakarta, sedangkan 527 sisanya adalah milik swasta.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menganggarkan Rp2,3 triliun untuk pembangunan 10 SMK baru. Dana itu juga untuk merenovasi 137 sekolah.
“Total biaya pembangunan 10 SMK Negeri baru dan renovasi total 137 sekolah dianggarkan Rp 2,3 triliun,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto di Jakarta, Jumat (18/1).
Menurut Bowo, pembangunan 10 SMK baru tersebut menggunakan skema single years. Artinya, proses pembangunan harus selesai tahun tersebut dan perpanjangan waktu sesuai ketentuan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan paling lambat awal Mei mendatang sudah bisa tanda tangan kontrak dan memulai pembangunan.
Pelaksanaan Pencanangan Implementasi Revitalisasi SMK merupakan perwujudan keinginan Pemprov DKI Jakarta dalam menindaklanjuti adanya Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan(SMK).
Dalam sambutannya, Anies menjelaskan, Indonesia tumbuh dan berkembang dari karya terampil orang-orang yang dilatih di lembaga pendidikan terutama SMK. “Maka dari itu, penting bagi semua pihak untuk membantu mengembangkan SMK. Kebanyakan dari kita tahunya beres. Padahal ada proses pendidikan dan pelatihan dari para anak-anak kita salah satunya di SMK, maka dari itu Pemprov DKI akan mendukung penuh program ini,” ujar Anies
Anies Baswedan juga menyatakan kesiapan Provinsi DKI Jakarta sebagai percontohan revitalisasi SMK. “Pak Menteri, izinkan kami sampaikan bahwa Jakarta siap apabila Kemendikbud menjadikan Jakarta sebagai salah satu lahan pilot project-nya. Kenapa DKI? Tidak ada kota di Indonesia yang memiliki dunia usaha sebanyak Jakarta. Tidak ada,” kata Anies.
Sementara itu, dalam sambutannya Mendikbud, Prof. Dr. Muhadjir Effendy mengatakan, Provinsi DKI Jakarta bisa menjadi pilot project atau proyek percontohan dalam mengimplementasikan program Revitalisasi SMK. “Ini adalah salah satu provinsi yang mengawali pencanangan ini, dan tentu saja saya mendukung penuh untuk dijadikan piloting,” ujar Mendikbud.
Program Revitalisasi SMK salah satunya bertujuan untuk menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK sesuai dengan kompetensi kebutuhan pengguna lulusan dan kebutuhan pasar kerja atau dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Revitalisasi SMK juga mengubah pembelajaran dari supply driven ke demand driven hingga menyiapkan tamatan SMK yang adaptif terhadap perubahan untuk menjadi SDM yang terampil bekerja dan berwirausaha.
Pencanangan revitalisasi SMK ini ditandai dengan penyerahan tamatan SMK DKI Jakarta sebagai karyawan kepada 100 (seratus) perusahaan yang menjadi mitra SMK DKI Jakarta. Kebekerjaan tamatan SMK sangat penting dan menjadi salah satu tujuan revitalisasi SMK. Karena perlu dilakukan peningkatan kerja sama sekolah dengan DUDI dalam penyelenggaraan pembelajaran di sekolah dan industri dengan menerapkan kelas-kelas khusus industri dan rekrutmen.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto mengatakan, program revitalisasi SMK terdiri dari, penataan kompetensi keahlian pada SMK dengan membuka kompetensi keahlian baru yang tumbuh pada era ekonomi digital (digital economy)/e-Commerce. Lalu menambah daya tampung Peserta Didik Baru pada SMK Negeri sehingga akan ada peningkatan secara signifikan dari 22 persen (dari populasi peserta didik SMK keseluruhan) menjadi 45 persen di 2022.
Acara pencanangan juga dihadiri oleh perwakilan dari dunia industri dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Jumlah tamatan SMK di DKI Jakarta pada tahun pelajaran 2017/2018 yang langsung direkrut bekerja di berbagai perusahaan pada tahun kelulusan (0 tahun 0 bulan) sebanyak 2.877 orang.