Bahkan Nadiem Makarim selaku Mendikbud mengatakan bahwa nikah massal ini bukan sekedar perjanjian kerjasama atau MoU, melainkan kerja sama yang erat dan mendalam sehingga lulusan bisa terserap sebanyak-banyaknya karena kualitas dan kompetensinya yang sesuai dengan dunia usaha dan dunia industri. “Vokasi baru akan lengkap dengan kehadiran praktisi dan kurikulum yang mengikuti kebutuhan industri,” tutur Nadiem.
Kemudian bagaimana men-sinergikan kebutuhan industry dengan vokasi? APKOMINDO eXcellent Center melalui program acara Ruang Vokasi yang dikemas secara online menghadirkan talkshow dengan judul Membangun Sinergi Industri dan Vokasi. Hadir sebagai keynote speaker adalah Deden Saeful Hidayat, Kepala Bidang PSMK Dinas Pendidikan Jawa Barat. Hadir pula, kepala sekolah SMK Taruna Bhakti, Ramadin Tarigan.
Dari kalangan industry hadir Merry Harun – Canon Business Director PT. Datascrip, Lina Mariani – Senior Manager Commercial & Industry Dept. PT. Epson Indonesia, Tommy Chandra – Business Unit Director Bhinneka, Busman EW – Owner Sentral Komputer dan Fahreza Madali – Owner Reza Printing.
Dalam kesempatan ini, Deden menjelaskan mengenai kebijakan pembangunan pendidikan, khususnya di wilayah Jawa Barat. Lebih lanjut, Ramadin Tarigan menjelaskan permasalahan-permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan. Bahwa terkadang kompetensi yang dimiliki siswa tak sesuai dengan yang diharapkan oleh industri, tetapi disisi lain, industri juga tidak memberikan kontribusi terhadap mutu layanan sekolah.
Pihak industri yang diundang dalam acara ini pun menyatakan bahwa ada yang kurang dalam siswa lulusan SMK, jika secara hard skill ada yang terlihat menonjol tetapi tidak dibarengi soft skill yang memadai, artinya kesiapan mental dan perilaku, ini yang harus ditingkatkan. Tommy Chandra secara bijak menyatakan bahwa pelaku industri juga mempunyai tanggung jawab untuk membantu dunia pendidikan agar SDM-nya makin maju.
Hal yang paling penting dan disepakati bersama adalah sinkronisasi kurikulum atau penyusunan kurikulum bersama antara vokasi dan industri agar tidak ada ketimpangan. Agar nantinya lulusan juga lebih mudah beradaptasi di dunia kerja, sehingga perusahaan tidak perlu lagi membimbing atau men-training mereka.
Seperti disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto bahwa ada lima syarat minimal agar link&match antara pendidikan vokasi dan dunia industri dapat tercapai.
Bagi anda yang ingin melihat tayangan Ruang Vokasi, Membangun Sinergi Industri dan Vokasi dapat menyimak melalui Youtube Channel Apkomindo Info https://www.youtube.com/watch?v=SCBvlnQNp8Y
Dengan kemudahan akses internet saat ini, merupakan keuntungan tersendiri dalam memberikan informasi melalui sebuah website. Saat ini website sudah merupakan konsumsi publik sehari-hari untuk berbagai keperluan dengan semakin meluasnya pengguna internet di Indonesia. Website merupakan teknologi informasi terbaik saat ini sebagai sarana pertukaran informasi kepada konsumen atau klien secara mudah, cepat, dan tanpa batas jarak maupun waktu.
Melihat pentingnya seb
uah website sebagai media pemberi informasi, maka APKOMINDO bekerjasama dengan BONET menggandeng Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat khususnya Direktorat PSMK mencoba merealisasikan adanya satu website bagi Sekolah Menengah Kejuruan di wilayah Jawa Barat. Website ini nantinya akan memberikan informasi terkait SMK-SMK yang ada diwilayah Jawa Barat.
Pada portal SMK ini nantinya akan tersedia informasi seperti Profil SMK, Karya Guru SMK, Produk SMK dan berbagai berita terkait SMK. Sebagai informasi, jumlah SMK di wilayah Jawa Barat baik negeri maupun swasta merupakan yang terbanyak di Indonesia dengan jumlah berkisar di angka 3000 sekolah.
Dan pada tanggal 13 Maret yang lalu, tim APKOMINDO dan BONET hadir untuk memberikan sosialisasi mengenai portal SMK ini dihadapan para Kepala Sekolah SMK yang hadir untuk mendampingi siswanya dalam event Lomba Kompetensi Siswa(LKS) yang diadakan di SMKN 2 Tasikmalaya. Pada kesempatan ini, para Kepala Sekolah menyambut baik gagasan portal untuk SMK ini karena dapat memberikan informasi secara menyeluruh kepada masyarakan luas. Nantinya, tiap SMK akan memiliki admin untuk mengelola portal bagi sekolahnya masing-masing.
Diharapkan portal ini dapat dilaunching sebelum LKS SMK 2018 digelar di wilayah Bekasi pada bulan Oktober mendatang. SMK Bisa!!