Upaya ini merupakan bagian dari strategi global Dell untuk rantai pasokan yang ramah lingkungan. Dengan program percontohan daur ulang sampah plastik laut yang dilakukan oleh Dell, diharapkan bisa mengurangi 7,25 metrik ton plastik mencemari lautan.
“Inisiatif kemasan baru ini menunjukkan bahwa aplikasi bisnis global untuk menanggulangi sampah plastik laut yang memberikan hasil positif bagi bisnis kita dan planet ini ada dan nyata,” ujar Kevin Brown, Chief Supply Chain Officer Dell.
Program percontohan Dell ini merupakan hasil dari keberhasilan studi kelayakan yang diluncurkan pada bulan Maret 2016 di Haiti. Dan, untuk membantu memastikan kemasan tersebut tidak kembali ke lautan, Dell akan membubuhkan cap simbol daur ulang nomor 2 pada setiap lembar kemasan, yang artinya lembaran tersebut masuk dalam kategori high-density polyethylene/HDPE atau kategori yang umumnya dapat didaur ulang di banyak lokasi.
Tim Packaging Dell mendesain dan mencari bahan untuk kemasan produk Dell yang lebih dari 93 persen berat kemasannya dapat didaur ulang sehingga kemasan tersebut dapat digunakan kembali sebagai bagian dari circular economy.
Laptop Dell terbaru ini telah dirilis di Indonesia pada 18 Juli 2017. Menurut Catherine Lian, Managing Director Dell EMC Indonesia, alas kemasan itu terbuat dari sampah plastik laut yang dikumpulkan di perairan dan pantai dengan komposisi sebesar 25 persen. Sebesar 75 persen sisanya berasal dari bahan plastik HDPE lainnya seperti botol dan tempat makan plastik.
“Kami vendor pertama yang menggunakan bahan ramah lingkungan untuk kemasan,” kata Catherine Lian di acara peluncuran Dell XPS 13 2-in-1. Selain itu, Catherine menegaskan bahwa penggunaan bahan daur ulang ini tidak berdampak pada harga produk. Meski pembuatan alas kemasan daur ulang ini membutuhkan teknisi khusus.
Lebih lanjut, pihak Dell mengungkapkan bahwa program percontohan daur ulang plastik laut ini akan mencegah 16.000 pon atau lebih dari 7.250 kg plastik masuk ke laut. Untuk diketahui, sejak 2008, Dell telah menggunakan plastik bekas pakai yang didaur ulang dalam produk komputer desktop mereka. Per Januari 2017, Dell telah berhasil mencapai target tahun 2020 untuk menggunakan 22.680 metrik ton bahan daur ulang dalam produk-produknya.
Latitude 3189 juga menyematkan keyboard water-resistant, bodi yang solid, anti goncangan jatuh ringan, dan fleksibilitas bentuk menjadi tablet maupun laptop. Ini menegaskan kesesuaiannya dengan kebutuhan pendidikan di sekolah. Untuk meningkatkan performa, Dell memberikan dua pilihan dapur pacu. Pilihan pertama adalah prosesor Intel Celeron N3350 2.4 GHz dengan RAM 2GB dan pilihan kedua Intel Pentium N4200 2.5 dengan RAM 4GB. Keduanya pilihan ini memiliki memori yang sama, yaitu 128GB SSD. Serta diberikan konektivitas jack headphone/microphone, USD Card Reader, 2 buah USB 3.1 dan HDMI.
Kelebihan utama dari laptop Windows 10 ini adalah kesesuaiannya dengan dunia pendidikan. Bukan hanya fitur-fitur yang diberikan saja, Dell menyediakan pula aksesoris untuk sekolah. Aksesoris tersebut diperuntukkan bagi guru yang ingin men-charge 36 buah Latitude 3189 secara bersamaan. Laptop-tablet yang akan berjalan pada Windows 10 ini akan dijual di Indonesia dengan harga mulai Rp. 7.300.000,-.