Untuk memahami alasannya, kita perlu menyingkirkan referensi tentang bagaimana robot mencuri pekerjaan manusia. Inovasi dan penggunaan alat untuk menjadikan hidup lebih mudah merupakan kemajuan di dalam sejarah, yang sudah melewati revolusi pertanian dan industri. Kita sekarang berada di era revolusi data, dan seiring waktu berjalan, beberapa peranan memang akan berubah.
Tapi kemajuan ini juga membawa lapangan pekerjaan baru, model bisnis baru, dan industri baru. Bukannya membuat kita terkucil, machine learning justru akan memudahkan manusia dan menjadikan kita lebih efektif. Machine learning sudah ada di sekitar kita termasuk perangkat lunak di telepon kita, di mobil dan rumah, serta di tempat kerja. Perangkat lunak ini membantu kita mengakses informasi dan menghasilkan keputusan yang lebih baik serta terinformasi, bahkan lebih cepat.
Menurut Gartner, teknologi AI akan terdapat di hampir semua produk perangkat lunak di tahun 2020 nanti, hal ini menjadikannya momen yang seru dan menentukan bagi penyedia perangkat lunak dan perjalanan yang krusial bagi perusahaan yang membeli perangkat lunak ini.
Media mungkin tertarik dengan berita tentang robot atau mobil tanpa awak, dan ini memang akan jadi sesuatu yang dikembangkan dalam beberapa tahun ke depan. Tapi machine learning mengubah dunia sekitar kita dalam cara yang sangat signifikan. Kemampuannya untuk mengurangi waktu dan meningkatkan keefektifan keputusan kita mungkin tidak semenarik berita tentang mobil tanpa awak, tapi itulah yang menjadikan machine learning sebagai teknologi penentu.
Perusahaan yang memanfaatkan kekuatan machine learning akan maju dengan pesat, karena mereka mampu mengambil keputusan yang lebih cepat dan efisien. Perusahaan tidak bisa lagi hanya duduk dan menunggu, atau mereka bisa tertinggal.
“Pengadopsian machine learning tumbuh bersama dengan komputasi cloud, untuk alasan yang bagus. Integrasi aplikasi, platform, dan infrastruktur cloud yang mulus itu penting untuk pertumbuhan dan keefektifan machine learning,” kata Chris Chelliah, Group Vice President and Chief Architect, Core Technology and Cloud, Oracle Asia Pacific. “Integrasi yang mulus ini akan membuka akses machine learning ke kolam data yang lebih luas, menyingkirkan silos, dan menggambar data dari seluruh perusahaan serta jaringannya.”
Algoritma yang menjalankan machine learning membutuhkan data sebanyak mungkin, dari dari sumber sebanyak mungkin. Semakin banyak data yang diolah, semakin cerdas machine learning itu, sehingga keputusan yang diambil pun lebih baik lagi.
Teknologi cloud yang semakin matang menambah alasan mengapa 2018 menjadi tahun yang tepat untuk machine learning. Cloud adalah bagian penting dari semua strategi IT bisnis, mendorong transformasi digital dan kemampuan untuk mengeksploitasi nilai sebuah data. Jika big data menjanjikan banyak hal di dalam transformasi digital, sementara cloud menyediakan fondasi untuk transformasi digital, maka machine learning merupakan alat pertama untuk membuat semua itu berskala.
Strategi sangat penting di sini. Kunci untuk mendapatkan manfaat machine learning adalah dengan menggunakan aplikasi yang memberikan nilai strategis jangka panjang, yang mentransformasi proses fungsional atau kritikal di dalam bisnis, bukannya memberikan faktor ‘wow’ yang hanya berlangsung sebentar saja. Tahun 2018 adalah tahun yang tepat bagi bisnis untuk mengeksplorasi dan membuka nilai machine learning.
Dampak positif tranformasi kini juga makin banyak mendapatkan pengakuan dari para pelaku bisnis dan pengelola IT. Berdasarkan hasil riset terhadap para CIO yang dilakukan Gartner baru-baru ini mengemukakan bahwa dari total anggaran belanja IT di perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan Asia Tenggara, lebih dari seperempatnya dibelanjakan untuk keperluan digitalisasi. Angka ini diprediksi akan meningkat hingga 10 persen di tahun 2018.
“Jelas sudah bahwa transformasi digital benar-benar mampu melahirkan hasil serta capaian bisnis yang nyata serta terukur. Diharapkan, fakta ini kian mendorong lebih banyak perusahaan yang akan memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan potensi bisnis mereka seluas mungkin,” ujar Cin Cin Go, Country Manager VMware untuk Indonesia.
Cloud sebagai Enabler Terwujudnya Transformasi Digital Sejati
Cloud ibaratnya adalah jantung dalam penyelenggaraan transformasi digital yang sesungguhnya. Dengan adanya fakta bahwa lebih dari 60 persen perusahaan di Asia Tenggara berencana mengadopsinya, baik secara on-premises maupun berbasis cloud, maka tersedianya sebuah lingkungan IT multi-cloud menjadi faktor pemampu utama yang kian penting dalam mewujudkan keberhasilan bisnis.
Dalam rangka untuk terus dapat menghadirkan layanan-layanan cloud terunggul, bertepatan dengan berlangsungnya perhelatan akbar VMworld baru-baru ini, VMware juga meluncurkan serangkaian produk dan layanan termutakhirnya. Peluncuran tersebut diprioritaskan untuk menyuguhkan kemudahan dalam penyelenggaraan layanan cloud, yakni melalui kemitraan yang dijalin bersama penyedia-penyedia public cloud, seperti Amazon Web Services (AWS), IBM Cloud, serta lebih dari 4.300 penyedia layanan cloud secara global. Langkah strategis ini diharapkan dapat menunjang tersedianya infrastruktur yang makin konsisten untuk semua cloud, bahkan bagi cloud yang tidak berbasis pada teknologi-teknologi VMware sekalipun.
Pendekatan People-First dalam Mengusung Mobilitas
Konsep dalam bekerja kini tengah mengalami evolusi. Dengan meningkatnya penerapan cara kerja yang tak lagi terpaku pada tempat, pendekatan mobilitas dengan konsep people-first dirasa begitu esensial. Dengan sejumlah end-point tersebar di berbagai lokasi berbeda, serta dengan berbasiskan pada perangkat keras dan lunak yang juga beragam, strategi pengelolaan aplikasi dan perangkat kini tak lagi silo. Platform digital workspace masa depan dengan konsep pendekatan tersebut mampu memberi suguhan pengalaman penggunaan yang simpel dan aman, baik bagi pengguna akhir maupun bagi tim pengelola IT.
Guna mendukung pemberdayaan digital workspace masa depan secara lebih jauh lagi, VMware memperluas suguhan solusi VMware Workspace ONE
guna menghadirkan dukungan platform dan endpoint yang lebih luas lagi bagi pengguna akhir, maupun bagi tim pengelola IT di perusahaan. Solusi Workspace ONE
ini diharapkan dapat makin memperluas suguhan pengalaman native client hingga ke lingkungan iOS, Android, macOS, Windows 10, maupun Chromebooks, sehingga memungkinkan pengguna akhir untuk mengakses seluruh kebutuhan kerja mereka dari satu sistem digital workspace terpadu. Untuk memangkas kompleksitas, khususnya bagi tim pengelola IT, Workspace ONE juga akan melakukan unifikasi pada proses-proses pengelolaan konteks, identitas, maupun pengelolaan perangkat, menjadi satu konsol pengelolaan yang lebih ramping.
Data Center Berstandar Masa Depan
Data center saat ini telah mengalami modernisasi menjadi kunci ditingkatkannya performa dan efisiensi sumber-sumber daya IT, maupun tingkat kesediaan layanan dan bangunan keamanan bagi masing-masing aplikasi kritikal untuk bisnis.
Untuk mendukung modernisasi data center, VMware baru-baru ini mengumumkan peluncuran Integrated OpenStack dan VMware vRealize® Network Insight
. Peluncuran ini merupakan bentuk komitmen VMware untuk meningkatkan agility bisni, serta memperkenalkan peningkatan kapabilitas keamanan dan jaringan yang disematkan di dalamnya.
Selain itu, VMware juga memperkenalkan solusi VMware vSAN yang menawarkan kemampuan untuk melakukan penghematan biaya serta mengurangi kompleksitas dalam pengumpulan, penyimpanan dan pemrosesan data. Penawaran ini diharapkan juga mampu mendukung terselenggaranya beragam inisiatif terkait Internet of Things (IoT), terutama di bidang pertahanan keamanan, minyak dan gas, manufaktur dan bisnis ritel.
Paradigma Digital di Era Baru
Teknologi tak lagi sekadar soal optimalisasi biaya kepemilikan atau operasional. Namun, juga tentang bagaimana menciptakan inovasi dan mendorong pertumbuhan bisnis. Cloud – berbasis privat, publik, maupun hybrid, kini telah menjadi sebuah keniscayaan. Pemanfaatan cloud untuk mendukung perusahaan dalam meningkatkan laju bisnis dan fleksibilitas menunjukkan peningkatan yang menggembirakan, baik dari cara maupun bentuknya. Meskipun demikian, mengelola pengguna, sumber-sumber daya, maupun aplikasi di semua ragam cloud, memunculkan tantangan-tantangan tersendiri, seperti soal tata kelola dan kontrol, provisi dan penempatan workload, pengelolaan kapasitas, portabilitas dan kebutuhan untuk memonitor performa, serta transparansi biaya di seluruh cloud.
“Melalui paradigma digital di era baru ini, kami berkomitmen untuk terus memberdayakan pelanggan kami agar mampu meraih kesuksesan bisnis berkat solusi yang dirancang khusus untuk dapat memenuhi setiap kebutuhan bisnis dan industri secara spesifik,” pungkas Cin Cin Go.