Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Kadisdik Jabar, Wahyu Mijaya beserta seluruh Kepala Bidang Disdik Jabar secara simbolis. Kadisdik menjelaskan, transformasi ini adalah upaya Disdik Jabar untuk terus bergerak mengikuti perubahan zaman dengan penuh persiapan. “Kita memiliki keinginan baik untuk masa depan. Ini adalah upaya kita menyusun rencana dan menata langkah untuk masa depan,” katanya.
Ia memaparkan, ada empat paradigma yang menjadi landasan transformasi pendidikan hari ini, yakni dynamic governance, network governance, whole of governance, dan digital governance. “Dari empat paradigma itu, kita lakukan beberapa langkah yang dijadikan transformasi pendidikan di Jabar,” ujarnya.
Adapun dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia yang unggul, Disdik Jabar menargetkan satu guru/tenaga kependidikan memiliki kompetensi yang dikuasai melalui sertifikasi keahlian. “Jadi, ini bukan hanya tentang logo atau tagline baru, tapi tentang semangat menghadapi proses perubahan yang harus diantisipasi, itu spiritnya,” imbuhnya.
Dalam acara ini juga dilangsungkan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara industry dengan sekolah vokasi dalam hal ini SMK. Ada beberapa industri yang hadir dan melakukan penandatanganan, termasuk APKOMINDO yang diwakili langsung oleh Ketua Umumnya, Rudy Dermawan Muliadi.
Sementara itu, Plt. Sekdisdik Jabar, Deden Saepul Hidayat mengatakan, transformasi ini merupakan kolaborasi antarsemua bidang dan UPTD di Disdik Jabar. “Inovasi yang dihadirkan mencakup kolaborasi pendidikan, integrasi pendidikan, akses pendidikan, dan sumber daya manusia yang kompeten,” ungkapnya.
Kegiatan yang diselenggarakan secara luring dan daring ini juga dihadiri oleh Kepala Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Barat, Mohamad Hartono, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah Jabar, kepala dinas pendidikan kab./kota se-Jabar, serta perwakilan pengawas sekolah, kepala sekolah, siswa, perwakilan dunia usaha/industri, dan tamu undangan lainnya.
]]>APKOMINDO sendiri telah menjalin kerjasama dengan SMK Tamansiswa 2 dalam bentuk Kelas Industri AXC Tech Academy. Dengan adanya Kelas Industri ini diharapkan para peserta didik Teknik Instalasi Tenaga Listrik memperoleh ilmu tentang IoT(Internet of Things) sehingga dapat meningkatkan kompetensi serta menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi saat ini.
Pada hari Rabu kemarin, SMK Tamansiswa 2 berkesempatan mengunjungi PT. RAUM (Ruang Asri Untuk Mu) yang berlokasi di Tembusan Kalimalang Jakasampurna, Bekasi. PT. RAUM merupakan satu perusahaan kontraktor interior dan arsitektur yang telah berdiri selama 25 tahun. Perusahaan yang mulai beroperasi sejak 1998 ini telah mendapat kepercayaan dari customer swasta, BUMN maupun perorangan dengan lebih dari 500 projek interior gedung yang telah dikerjakan.

Dalam kesempatan kunjungan kemarin, para peserta didik SMK Tamansiswa 2 mendapat pembelajaran tentang proses konstruksi yang tentunya juga melibatkan instalasi kelistrikan. Selain itu, para siswa juga mendapat materi kelistrikan dari Direktur PT. Bina Service, bapak Gunawan Harsaputra dan juga dari Direktur PT. Zhalka. Dengan adanya kunjungan industri ini, diharapkan para siswa dapat meningkatkan skill dan kompetensinya.

Jurusan ini membekali peserta didik dengan ilmu kelistrikan agar mampu merawat dan memperbaiki Alat Rumah Tangga Listrik dan Teknik Pendingin, serta menggulung ulang motor listrik agar lulusannya dapat bekerja, baik secara mandiri maupun di Dunia Industri.
Pesatnya perkembangan teknologi, dimana saat ini Internet of Things telah masuk dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Penerapan nyata IoT dalam kehidupan sehari-hari membuka kemungkinan terbentuknya ‘dunia’ yang serba mudah. Mulai dari kemampuan untuk mematikan AC, menyalakan lagu favorit hingga pengaturan pencahayaan dengan secara otomatis.
Perkembangan teknologi yang pesat ini membuat SMK Taman Siswa 2 merasa perlu meng-upgrade kemampuan peserta didik, khususnya di jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik untuk mampu mengadaptasi teknologi IoT kedepannya melalui program Kelas Industri.
SMK Taman Siswa 2 bekerjasama dengan APKOMINDO eXcellent Center untuk menghadirkan pembelajaran IoT di jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk membentuk SDM yang berkualitas dan unggul dibidang teknologi. Pada tahun 2022 ini merupakan tahun kedua kerjasama ini berjalan.
Berikut video profile dari SMK Taman Siswa 2
]]>Untuk itu AXC(Apkomindo eXcellent Center) sebagai mitra industri pendamping SMK, turut serta dalam memberikan pembekalan baik secara teori maupun praktek dalam usaha pengembangan kompetensi bagi guru-guru SMK.
Salah satu yang dilakukan adalah program kunjungan industri bagi guru-guru SMK untuk melihat secara langsung bagaimana proses bisnis maupun proses produksi yang ada di industri. Selain itu, juga untuk melihat kompetensi-kompetensi aktual yang dibutuhkan oleh dunia industri saat ini.
Beberapa waktu yang lalu, team AXC mendampingi salah satu SMK PK jurusan DKV untuk melakukan kunjungan industri ke beberapa percetakan ternama. Dalam kunjungan tersebut para guru mendapatkan beragam wawasan di industri percetakan, mulai dari pengenalan bahan baku, proses penerimaan data, produksi, finishing hingga prospek bisnisnya.
Kunjungan industri ini bisa menjadi solusi guna menghadapi tantangan yang cukup besar bagi SMK dalam menyiapkan tenaga muda terampil dan siap pakai.

Pada Bulan September, kami Team APKOMINDO Excellent Center (AXC) diminta untuk menjadi pendamping bagi SMK Pusat Keunggulan(SMK PK) dari bermacam kompetensi. Kemendikbudristek melalui Dirjen Vokasi berharap SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) dapat menjadi sekolah yang menghasilkan lulusan yang siap terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan Pendidikan vokasi dengan Industri dan Dunia Kerja.
Untuk itu, AXC menyambut tantangan ini dengan penuh antusias. Dan dalam rangka meningkatkan kompetensi baik bagi guru maupun siswa, AXC kemudian memberikan pembekalan kepada SMK PK baik kepada guru maupun siswa sesuai dengan kompetensi yang diajukan.

Hal ini pula yang dilakukan Apkomindo eXcellent Center(AXC), program edukasi yang diinisiasi oleh APKOMINDO(Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia). Kegiatan prakerin di AXC sudah berjalan 2 tahun kebelakang. Pada tahun ini, kembali AXC menerima siswa prakerin, bahkan tahun ini AXC cukup banyak menerima siswa dari berbagai kompetensi keahlian, seperti TKJ, TEI, DKV, RPL, Multimedia dan Animasi.
Untuk jurusan Multimedia dan Animasi, mereka diberikan project pembuatan film animasi 2D. Siswa-siswa yang melakukan prakerin terdiri dari siswa animasi dari SMKN 71 Jakarta dan siswa Multimedia dari SMKN 7 Jakarta. Dalam prakerinnya mereka dibimbing oleh kakak-kakak mentor dari UNJ.
Prakerin yang diadakan di AXC berjalan selama kurang lebih 4 bulan, terhitung sejak bulan Februari hingga Mei 2021. Dengan tetap menjaga prokes, siswa yang terbagi dalam beberapa divisi seperti Storyboard, Layout, Concept Artist, Animator dan Editor ini bekerja secara bergantian.
Beragam pengetahuan dasar tentang industri animasi dan multimedia diberikan kepada para siswa agar mereka dapat mulai mengasah ‘passion’ mereka sejak dini. Pendidikan di SMK memang menyiapkan lulusan yang siap bekerja di perusahaan atau industri. Tidak hanya itu, para siswa PKL juga sempat mendapatkan pengalaman dengan memperoleh pembekalan langsung dari CEO Anantarupa Studio, bapak Ivan Chen, tentang bagaimana bekerja diindustri kreatif.
Setelah menjalani prakerin selama 4 bulan, pada tanggal 2 Mei yang lalu, dilaksanakan penutupan prakerin secara resmi. Dalam acara tersebut, para siswa berkesempatan untuk memamerkan hasil karya mereka dan memberikan presentasi tentang apa saja yang mereka kerjakan secara bergantian. Dalam kesempatan tersebut, ditayangkan pula trailer film animasi 2D hasil karya mereka yang diberi judul “AMERTA.”
Pada akhir acara, dilakukan penyerahan plakat sebagai tanda terimakasih dari SMKN 71 Jakarta kepada ketua umum APKOMINDO, bapak Rudy D. Muliadi dan juga kenang-kenangan dari para siswa kepada kakak-kakak mentor mereka.
]]>Bahkan Nadiem Makarim selaku Mendikbud mengatakan bahwa nikah massal ini bukan sekedar perjanjian kerjasama atau MoU, melainkan kerja sama yang erat dan mendalam sehingga lulusan bisa terserap sebanyak-banyaknya karena kualitas dan kompetensinya yang sesuai dengan dunia usaha dan dunia industri. “Vokasi baru akan lengkap dengan kehadiran praktisi dan kurikulum yang mengikuti kebutuhan industri,” tutur Nadiem.
Kemudian bagaimana men-sinergikan kebutuhan industry dengan vokasi? APKOMINDO eXcellent Center melalui program acara Ruang Vokasi yang dikemas secara online menghadirkan talkshow dengan judul Membangun Sinergi Industri dan Vokasi. Hadir sebagai keynote speaker adalah Deden Saeful Hidayat, Kepala Bidang PSMK Dinas Pendidikan Jawa Barat. Hadir pula, kepala sekolah SMK Taruna Bhakti, Ramadin Tarigan.
Dari kalangan industry hadir Merry Harun – Canon Business Director PT. Datascrip, Lina Mariani – Senior Manager Commercial & Industry Dept. PT. Epson Indonesia, Tommy Chandra – Business Unit Director Bhinneka, Busman EW – Owner Sentral Komputer dan Fahreza Madali – Owner Reza Printing.
Dalam kesempatan ini, Deden menjelaskan mengenai kebijakan pembangunan pendidikan, khususnya di wilayah Jawa Barat. Lebih lanjut, Ramadin Tarigan menjelaskan permasalahan-permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan. Bahwa terkadang kompetensi yang dimiliki siswa tak sesuai dengan yang diharapkan oleh industri, tetapi disisi lain, industri juga tidak memberikan kontribusi terhadap mutu layanan sekolah.
Pihak industri yang diundang dalam acara ini pun menyatakan bahwa ada yang kurang dalam siswa lulusan SMK, jika secara hard skill ada yang terlihat menonjol tetapi tidak dibarengi soft skill yang memadai, artinya kesiapan mental dan perilaku, ini yang harus ditingkatkan. Tommy Chandra secara bijak menyatakan bahwa pelaku industri juga mempunyai tanggung jawab untuk membantu dunia pendidikan agar SDM-nya makin maju.
Hal yang paling penting dan disepakati bersama adalah sinkronisasi kurikulum atau penyusunan kurikulum bersama antara vokasi dan industri agar tidak ada ketimpangan. Agar nantinya lulusan juga lebih mudah beradaptasi di dunia kerja, sehingga perusahaan tidak perlu lagi membimbing atau men-training mereka.
Seperti disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto bahwa ada lima syarat minimal agar link&match antara pendidikan vokasi dan dunia industri dapat tercapai.
Bagi anda yang ingin melihat tayangan Ruang Vokasi, Membangun Sinergi Industri dan Vokasi dapat menyimak melalui Youtube Channel Apkomindo Info https://www.youtube.com/watch?v=SCBvlnQNp8Y
Tak ingin ketinggalan, Indonesia juga memiliki film animasi karya anak bangsa. Para animator Indonesia telah banyak menghasilkan film animasi yang ditayangkan di bioskop maupun media-media elektronik lainnya. Beberapa karya animasi ini juga menghadirkan kisah-kisah yang menarik.
Bahkan yang lebih hebat, kisah-kisah menarik ini hadir melalui karya anak-anak SMK. Terbaru, satu serial animasi 3D akan turut meramaikan dunia film animasi di Indonesia. Satu karya siswa-siswa SMK Negeri 31 dan SMK PB Soedirman 2 Jakarta yang sedang melakukan kegiatan praktek kerja industri di APKOMINDO.
Serial animasi ini diberi judul Koko dan Mindo, dua anak kakak beradik yang memiliki passion di dunia IT. Satu serial edukasi dibidang teknologi yang memang sesuai dengan kondisi saat ini dimana semuanya serba digital.
Dalam kurun waktu 3 minggu mereka mampu menghasilkan 2 teaser serial Koko dan Mindo. Untuk episode perdana serial ini dijadwalkan akan rilis pada awal Maret 2020 melalui channel Youtube Koko dan Mindo.
Sebagai wadah karya mereka, APKOMINDO melalui program edukasi AXC(APKOMINDO eXcellent Center) merilis hadirnya AXC Animation Studio pada 19 Februari 2020. Kedepannya, AXC akan terus mengembangkan edukasi-edukasi di bidang TIK serta industry kreatif dan menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah vokasi maupun instansi-instansi terkait.
AXC Animation Studio dibuat sebagai wadah karya siswa-siswa SMK jurusan Animasi yang telah bekerjasama dengan AXC. Dengan adanya studio animasi ini, maka siswa-siswa SMK dapat melakukan praktek kerja industry ataupun magang di AXC Animation Studio.
AXC Animat
ion Studio mampu mengerjakan semua proses pengerjaan pembuatan animasi 3D, mulai dari naskah, storyboard, desain karakter, hingga menjadi produk film lengkap dengan efek visual dan pencahayaan. Studio ini juga didukung dengan praktisi-praktisi yang berpengalaman di industri animasi.
Saat ini, di AXC Animation Studio sedang berlangsung kegiatan praktek kerja industri(prakerin) dari siswa-siswa SMK Negeri 31 dan SMK PB Soedirman 2 Jakarta jurusan Animasi. Kegiatan praktek kerja industri ini rencananya akan berlangsung selama 3 bulan, mulai Februari hingga April 2020 mendatang.
Dalam waktu 3 minggu kegiatan prakerin, para siswa SMK ini mampu menghasilkan karya animasi 3D yang diberi judul Koko dan Mindo. Meskipun baru rilis dalam bentuk teaser tetapi para siswa SMK telah mampu menguasai sejumlah teknik animasi. Mulai dari modeling, texturing, rigging, layout, rendering, visual effect, lighting hingga animation.
Menurut rencana, episode perdana Koko dan Mindo akan tayang pada awal Maret melalui channel Youtube Koko dan Mindo. “Selanjutnya, diharapkan akan semakin banyak karya-karya berkualitas dan semoga APKOMINDO mampu menjadi jembatan penghubung antara sekolah dan industri, “ kata Rudy D. Muliadi, Ketua Umum APKOMINDO.
]]>