Pada hari Sabtu, 20 Januari 2017, Bank BRI secara resmi meluncurkan layanan virtual assistant chat yang diberi nama SABRINA (Smart BRI New Assistant) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. SABRINA dihadirkan sebagai sebuah terobosan baru untuk memenuhi kebutuhan nasabah melalui layanan yang cepat, akurat, aman, dan nyaman.
Dengan diluncurkannya SABRINA, nasabah tidak perlu lagi menunggu antrian ataupun menelepon CallBRI untuk mendapatkan layanan, nasabah cukup chatting bersama SABRINA dan SABRINA siap memberikan pelayanan secara langsung. “Kami senantiasa berupaya memberikan layanan optimal bagi nasabah. Inovasi kali ini kami harapkan semakin memudahkan dan mendekatkan nasabah dalam menggunakan layanan perbankan BRI.” ungkap Direktur Jaringan dan Layanan Bank BRI, Mohammad Irfan.
Layanan SABRINA memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) berbasis chat. Melalui aplikasi Facebook Messenger dan aplikasi Telegram, nasabah cukup mengklik like dan follow akun “BANK BRI” di Facebook Messenger atau mengakses Telegram dengan menginput @BANKBRI_ID_BOT. Tak hanya di kedua aplikasi ini, nantinya SABRINA juga akan hadir di aplikasi messaging lainnya.
Mengenai cara kerja penggunaan SABRINA, sejak greeting awal SABRINA menawarkan keramahan kepada nasabah layaknya Customer Service. Selain menginformasikan promo & kegiatan serta produk Bank BRI, SABRINA bisa mengarahkan lokasi Kantor Cabang BRI/ATM/top Brizzi serta layanan aduan.
Adapun layanan chat bot yang lazim digunakan saat ini terbagi menjadi 2 kategori. Pertama chat bot yang menawarkan percakapan layaknya manusia (humanis) karena diperkaya begitu banyak pola small talk (percakapan). Kedua, layanan chat bot yang berperan sebagai media penjualan produk karena diperkaya dengan carousel (tampilan gambar) dan button menu yang dapat dipilih oleh nasabah, namun dari sisi percakapan tidak lebih humanis dibandingkan kategori sebelumnya.
“Untuk memberikan kenyamanan penggunaan chat bot SABRINA kepada nasabah, kami menghadirkan layanan ini dengan mengkombinasikan kedua kategori tersebut.” pungkas Irfan.
Untuk memahami alasannya, kita perlu menyingkirkan referensi tentang bagaimana robot mencuri pekerjaan manusia. Inovasi dan penggunaan alat untuk menjadikan hidup lebih mudah merupakan kemajuan di dalam sejarah, yang sudah melewati revolusi pertanian dan industri. Kita sekarang berada di era revolusi data, dan seiring waktu berjalan, beberapa peranan memang akan berubah.
Tapi kemajuan ini juga membawa lapangan pekerjaan baru, model bisnis baru, dan industri baru. Bukannya membuat kita terkucil, machine learning justru akan memudahkan manusia dan menjadikan kita lebih efektif. Machine learning sudah ada di sekitar kita termasuk perangkat lunak di telepon kita, di mobil dan rumah, serta di tempat kerja. Perangkat lunak ini membantu kita mengakses informasi dan menghasilkan keputusan yang lebih baik serta terinformasi, bahkan lebih cepat.
Menurut Gartner, teknologi AI akan terdapat di hampir semua produk perangkat lunak di tahun 2020 nanti, hal ini menjadikannya momen yang seru dan menentukan bagi penyedia perangkat lunak dan perjalanan yang krusial bagi perusahaan yang membeli perangkat lunak ini.
Media mungkin tertarik dengan berita tentang robot atau mobil tanpa awak, dan ini memang akan jadi sesuatu yang dikembangkan dalam beberapa tahun ke depan. Tapi machine learning mengubah dunia sekitar kita dalam cara yang sangat signifikan. Kemampuannya untuk mengurangi waktu dan meningkatkan keefektifan keputusan kita mungkin tidak semenarik berita tentang mobil tanpa awak, tapi itulah yang menjadikan machine learning sebagai teknologi penentu.
Perusahaan yang memanfaatkan kekuatan machine learning akan maju dengan pesat, karena mereka mampu mengambil keputusan yang lebih cepat dan efisien. Perusahaan tidak bisa lagi hanya duduk dan menunggu, atau mereka bisa tertinggal.
“Pengadopsian machine learning tumbuh bersama dengan komputasi cloud, untuk alasan yang bagus. Integrasi aplikasi, platform, dan infrastruktur cloud yang mulus itu penting untuk pertumbuhan dan keefektifan machine learning,” kata Chris Chelliah, Group Vice President and Chief Architect, Core Technology and Cloud, Oracle Asia Pacific. “Integrasi yang mulus ini akan membuka akses machine learning ke kolam data yang lebih luas, menyingkirkan silos, dan menggambar data dari seluruh perusahaan serta jaringannya.”
Algoritma yang menjalankan machine learning membutuhkan data sebanyak mungkin, dari dari sumber sebanyak mungkin. Semakin banyak data yang diolah, semakin cerdas machine learning itu, sehingga keputusan yang diambil pun lebih baik lagi.
Teknologi cloud yang semakin matang menambah alasan mengapa 2018 menjadi tahun yang tepat untuk machine learning. Cloud adalah bagian penting dari semua strategi IT bisnis, mendorong transformasi digital dan kemampuan untuk mengeksploitasi nilai sebuah data. Jika big data menjanjikan banyak hal di dalam transformasi digital, sementara cloud menyediakan fondasi untuk transformasi digital, maka machine learning merupakan alat pertama untuk membuat semua itu berskala.
Strategi sangat penting di sini. Kunci untuk mendapatkan manfaat machine learning adalah dengan menggunakan aplikasi yang memberikan nilai strategis jangka panjang, yang mentransformasi proses fungsional atau kritikal di dalam bisnis, bukannya memberikan faktor ‘wow’ yang hanya berlangsung sebentar saja. Tahun 2018 adalah tahun yang tepat bagi bisnis untuk mengeksplorasi dan membuka nilai machine learning.