Lomba ini ditujukan untuk guru dan siswa yang berada di jenjang SMA, SMK dan SLB baik secara tim maupun perorangan. Proses tahapan lomba dilewatii melalui proses yang cukup panjang, dimulai dari Sosialisasi, Pendaftaran, Seleksi Berkas, Video Conference, Pembuatan Karya, Pengumpulan Hasil Karya, Seleksi Hasil Karya hingga Final dan malam penganugerahan.
Rudy D. Muliadi selaku Ketua Umum APKOMINDO turut serta dalam mensukseskan Anugerah ATIKAN 2019 dengan menjadi juri mata lomba 3D Modelling serta menjadi narasumber dalam berbagai workshop yang diadakan oleh Balai Tikomdik Dinas Pendidikan Jawa Barat. Para juri yang terlibat dalam 3D Modelling ini terdiri dari unsur Industri, Praktisi dan Akademisi.
Tercatat 64 peserta terdaftar mengikuti lomba 3D Modeliing ini, tetapi hanya 12 peserta yang memenuhi kualifikasi untuk terus maju ke tahapan selanjutnya. Setelah melalui proses seleksi hasil karya yang ketat, terpilih 6 finalis yang maju ke babak final untuk melakoni presentasi hasil karya.
Ke-6 finalis tersebut antara lain Erza Intan Lestari dari SMK Pasim Plus Sukabumi, Hafizal Rohman dari SMK Negeri 1 Cipeundeuy Subang, Fadila Sholihan dari SMK Negeri 2 Bandung, Yusuf Hafish Alim dari SMK Taruna Bhakti Depok, Muhammad Rahman dari SMK Plus Sukaraja dan Faraz Rijan Abdillah dari SMA Negeri 1 Garut.
Hafizal Rohman dari SMK Negeri 1 Cipeundeuy Subang menjadi peserta pertama yang melakukan presentasi hasil karya di depan para dewan juri. Rohman yang merupakan siswa jurusan teknik mesin membuat molding atau model cetakan untuk membuat rumah lampu.
Selanjutnya Fadila Sholihan dari SMKN 2 Bandung yang mem-presentasikan hasil karyanya.Fadila yang duduk dikelas XII jurusan Animasi ini membuat Thaumatrope yang merupakan dasar animasi. Thaumatrope adalah disk lingkaran kecil atau kartu dengan dua gambar yang berbeda di setiap sisi yang melekat pada seutas tali atau sepasang string berjalan melalui pusat. Ketika string diputar dengan cepat, kedua gambar yang ada akan bergerak seolah melakukan gerakan.
Pada kesempatan ketiga giliran Yusuf Hafish Alim dari SMK Taruna Bhakti Depok yang maju untuk mengenalkan karyanya kepada dewan juri. Yusuf membuat sebuah permainan yang diberi nama Rembaya. Permainan ini berupa peta Indonesia, dimana jika pemain melangkah mengikuti putaran dadu dan sampai pada satu provinsi, pemain akan mendapatkan kartu yang berisikan tentang adat dan budaya yang ada di provinsi tersebut. Semakin banyak kartu yang kita dapat, semakin besar peluang untuk menang.
Kesempatan berikutnya berturut-turut ada Erza Intan Lestari dari SMK Pasim Plus Sukabumi yang membuat miniature sebuah studio broadcasting. Selanjutnya ada Faraz Rijan Abdillah yang merupakan siswa SMA Negeri 1 Garut dengan karyanya Pembangkit Listrik Tenaga Angin. Dan Muhammad Rahman dari SMK Plus Sukaraja menjadi peserta terakhir yang melakukan presentasi.
Setelah melakukan penilaian yang didasarkan dari konsep, tingkat kesulitan karya, dan juga presentasi maka dewan juri memutuskan Yusuf Hafish Alim menjadi juara pertama dan disusul oleh Hafizal Rahman serta Fadila Sholihan yang menjadi juara kedua dan ketiga.
Pada tahun 2019 ini, Anugerah Atikan memiliki 7 mata lomba dibidang TIK yang dapat diikuti oleh guru, peserta didik maupun satuan pendidikan yang ada diwilayah Jawa Barat. Terdapat 2 mata lomba baru dalam Anugerah Atikan kali ini, yaitu 3D Modelling dan Visualisasi Pembelajaran AR.
Untuk lebih memperkenalkan 2 mata lomba baru ini, pada tanggal 9 hingga 11 September yang lalu, Tikomdik Jabar mengadakan satu acara bertajuk Sosialisasi Anugerah Atikan Creative Camp dengan mengundang 100 orang yang terdiri dari para guru peserta lomba, kordinator serta para juri mata lomba.
APKOMINDO bekerjasama dengan PT. ASABA turut hadir sebagai juri untuk mata lomba 3D Modelling. Dalam kesempatan ini APKOMINDO juga diminta untuk menggelar workshop bagi para undangan yang hadir. Workshop yang di gelar oleh APKOMINDO diantaranya workshop 3D printer, workshop cutting sticker dan workshop digital printing sublimasi. Ketiga workshop ini dinilai tepat untuk mengembangkan potensi kewirausahaan bagi para guru dan siswa di sekolah.
Pada workshop kali ini, PT. ASABA menampilkan masing-masing 3 unit printer 3D Alta Silhouette dan 3 cutting printer Cameo untuk digunakan oleh para peserta workshop. Dan untuk workshop digital printing, para peserta diajarkan bagaimana proses mencetak diatas mug dan kain menggunakan proses sublimasi.
Agenda workshop ditutup dengan digelarnya workshop Pembelajaran Augmented Reality(AR) yang dibawakan oleh perwakilan dari Assemblr, salah satu platform mobile yang membantu pengguna membuat konten 3D yang divisualisasikan ke dalam bentuk Augmented Reality.
Final Anugerah Atikan sendiri direncanakan akan dihelat pada tanggal 23-25 November 2019 setelah melewati masa penjurian di tanggal 1 hingga 15 November 2019.