Siswa SMA Negeri 1 Ungaran Juara Minecraft Competition Asia Pasific

Michael Hamonangan Sitorus, peserta didik dari SMA Negeri 1 Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mengharumkan nama Indonesia setelah sukses meraih Juara 1 Lomba Asia Pasific Top Coders Minecraft Competition. Lomba adu kemampuan coding melalui platform Minecraft ini diikuti 1500 peserta dari 20 negara se Asia Pasifik.

Dalam lomba yang digelar Empire Code Singapura bekerja sama dengan Microsoft dan Lenovo pada tanggal 3 Desember 2018 ini, Michael mampu mengalahkan lawan-lawannya dari Singapura dan New Zealand yang mendapatkan juara 2 dan juara 3.

Keberhasilan siswa kelas XI SMANSA Ungaran ini mendapat apresiasi dari Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Apresiasi disampaikan Menteri Rudiantara saat menerima kunjungan President Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee.

“Ini karya anak bangsa yang patut kita apresiasi karena mengombinasikan antara pengetahuan di bidang teknologi, memahami cara membuat coding dan kemampuannya tentang art. Kalau cuma jago coding tapi art-nya gak sesuai berarti gak mungkin menciptakan karya seperti ini,” kata Menteri Rudiantara saat pertemuan tersebut, di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (04/02/2019).

Mengusung tema “Teach a Time in History”, Minecraft yang diciptakan oleh Michael bercerita tentang pengaruh teknologi terhadap aktivitas manusia sehari-hari. Terinspirasi dari kecanggihan teknologi yang mudah kita temui saat ini, Michael berupaya menggambarkan kehidupan manusia di masa lampau, sebelum kehadiran teknologi.

Minecraft ciptaan Michael membawa kita kembali ke masa pra-sejarah dan manusia masih bergantung sepenuhnya pada sumber daya alam. Seiring berjalannya waktu, Michael menunjukkan perubahan signifikan kegiatan manusia yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi.

Michael membuat coding yang menceritakan kehidupan masyarakat Indonesia prasejarah hingga era globalisasi yang perkembang pesat saat ini. Beberapa cerita di dalamnya termasuk menampilkan Candi Borobudur yang merupakan situs sejarah dan candi terbesar di dunia.

Michael berhasil membuat program yang menjelaskan bangunan situs sejarah Candi Borobudur merupakan bukti nyata bahwa pada era dimana bangunan itu dibuat, manusia sudah memiliki agama dan kepercayaan. Selain Candi Borobudur, Michael juga menampilkan Monumen Nasional (Monas) yang menandakan lahirnya reformasi di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Menkominfo Rudiantara memberi hadiah berupa laptop kepada Michael yang datang didampingi President Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee dan dua guru dari sekolahnya. Sebab, dalam pertemuan tersebut, Michael menceritakan selama membuat coding untuk mengikuti lomba tersebut, Ia meminjam laptop salah satu guru di sekolah.

Michael hampir gagal mengikuti Minecraft Competition karena OS pada laptop yang dia miliki tidak support. Beruntung ada ibu Purwanti Wahyuningsih, guru Matematika yang berkenan meminjamkan laptopnya sehingga Michael berhasil mengirim projectnya ke penyelenggara.

“Pesan saya untuk teman-teman agar terus berkarya dan mengasah diri, sekarang kan banyak anak muda yang suka main game tapi hanya sedikit orang yang bisa memanfaatkan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Michael yang berkeinginan kuliah di UGM ini.


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Bambang W

Leave a Comment

*